Matahati

Standar

Apabila engkau ingin melihat Allah dengan matahati keimanan dan keyakinan sepanjang waktu, maka engkau harus senantiasa syukur terhadap nikmat-nikmat Allah dan ridha terhadap ketentuan-ketentuan-Nya. “Dan nikmat apa saja yang datang kepadamu, maka dari Allah-lah(datangnya), dan bila kamu ditimpa kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu memohon pertolongan.” (QS. An-Nahl: 53) Baca Selengkapnya

Iklan

Cinta Kepada Allah SWT

Standar

Ketahuilah, bahwa umat ini telah bersepakat (ijma) bahwa mencintai Allah Swt dan Rasul-Nya adalah wajib atau fardlu hukumnya. Uraian berikut adalah untuk membuktikan bagaimana cinta yang bersifat abstrak itu diwajibkan? Dan bagaimana cinta itu dimaknai atau ditafsiri dengan “ketatatan”? sedangkan ketaatan pada dasarnya mengikuti cinta dan menjadi konsekuensi logisnya. Yang harus didahulukan adalah cinta, baru kemudian “mentaati” atau mematuhi “Yang Dicintainya” itu. SELANJUTNYA

Cahaya Hati

Standar

كما قال النبي صلى الله عليه وسلم: إن النور إذا دخل القلب إنشرح له الصدر وانفتح, قيل : يا رسول الله هل لذلك من علامة يعرف بها؟ قال : نعم التجافى عن دار الغرور والإنابة إلى دار الخلود والإستعداد للموت قبل نزوله

Seperti yang telah di sabdakan oleh Nabi Saw, “Sesungguhnya cahaya, jika masuk kedalam hati, maka dada menjadi lapang dan terbuka, kemudian ditanyakan kepada beliau, Ya Rasulullah…Apakah ada tanda-tandanya? Jawab Rasulullah Saw, Iya ada, yaitu, merenggang dari dunia dan memilih akhirat, serta ingin selalu berbekal untuk mati sebelum datangnya kematian”. Selanjutnya……

Mengenal Tasawuf

Standar

Sebelum membahas lebih lanjut tentang tasawuf, sebaiknya kita tela’ah dan kita perhatikan terlebih dahulu hadits Nabi saw, yang di riwayatkan dari Abi Huroiroh, ia berkata, bahwa pada suatu hari Nabi saw berada di tengah-tengah sekelompok orang, tiba-tiba datang seorang laki-laki kepadanya dan bertanya. Apakah Iman itu? Nabi menjawab, Iman ialah apabila engkau percaya adanya Allah, percaya kepada malaikat-Nya, percaya akan bertemu Allah di akhirat, percaya terhadap rasul-rasul-Nya dan percaya akan adanya hari kebangkitan. Selanjutnya laki-laki tersebut bertanya lagi, Apakah Islam itu? Selanjutnya….

Hakekat Tasawwuf

Standar

Syari’at biasanya hanya menekankan perbuatan lahiriyyah, meskipun tidak semuanya. Sedangkankan Tasawwuf sangat menekankan aspek batiniyyah. Ini berarti keduanya saling berkaitan dan saling menyempurnakan. Kalau suatu ibadah hanya diperhatikan aspek lahiriyyahnya saja, maka kualitasnya meragukan, Oleh karena itu ibadah haruslah dihayati sampai keaspek batiniyyahnya, supaya berkualitas. Jadi syari’at lebih merupakan juklak tentang aturan formal ibadah, sedangkan tasawwuf merupakan bimbingan rohani untuk selalu mengarahkan hati hanya kepada Allah swt. Imam Dzun Nun Almishri berkata, Inti dari ajaran tasawwuf adalah, mencintai Allah, zuhud, mengikuti aturan Alqur’an dan menjauhi kufur. Selanjutnya……