PANCASILA vs KHILAFAH

Standar

11954667_715860088546105_892967523154796133_nSekarang ini Bumimaya semakin memanas suhu persaingannya. Persaingan pendukung konvoi Moge dan pendukung penghadangnya di lintasan lampu merah. Persaingan para JOKOWer dan PRABOWer yang memanjang hingga saat ini. Tidak kalah memanasnya adalah polemik antara pendukung setia Pancasila juga Sang Saka Merah Putih dan orang-orang yang mencoba mengobok-oboknya dengan konsep KHILAFAH yang katanya lebih cespleng, karena konsep itu dari Allah dan Rasulnya SAW. Lanjutkan membaca

Iklan

Ojo Petakilan

Standar

Baca-Al-Quran-Langgam-JawaSebenarnya permasalahan membaca al-Qur’an dengan Langgam Jawa sudah final dan sudah kelar sejak lama, tapi entah si-Otong ini kok gotong-gotong masalah itu lagi dalam diskusi pinggiran tentang Islam Bumimaya. Lanjutkan membaca

Keputusanmu Harimaumu

Standar

12Di bumi Maya, yaitu daerah kekuasaan saya sendiri pernah terjadi masalah yang sangat serius, sehingga Saya sendiri yang harus turun tangan untuk menyelesaikannya. Ada seorang ayah yang umurnya sekitar 55 – 60 tahun, melaporkan anak kandungnya sendiri karena telah berselingkuh dengan istri mudahnya. Lanjutkan membaca

Islam Bumimaya

Standar

nahdlatul-ulamaDi Bumimaya mayoritas warganya beragama Islam. Organisasi-organisasi Islam tumbuh subur di sana, dari Hizbut Tahrir sampai Hizbut Tahlil, dari Wahabiyah sampai Sarkubiyah, dari Darmo Gandul sampai Goyang Inul. Ulama’nya juga macam-macam, ada ulama’ khos, ada ulama’ kes. Semua membuat kehidupan di Bumimaya menjadi semakin hidup dan berwarna. Lanjutkan membaca

Bedunduk Islam – Bedunduk Atheis

Standar

NgantukKeragaman Agama dan perbedaan pemahaman antar Agama di Bumimaya memang bikin hidup lebih hidup, ditambah asyik lagi. Jadi nggak pingin pindah negara!!!, kikikikik……. SEKALI BUMIMAYA TETAP BUMIMAYA.

  • Santri : Maaf Ustadz mau tanya,
  • Ustadz : Ya…
  • Santri : Kemarin saya mendengar penceramah bilang, “Yang tahu kita Islam atau tidak itu hanya Allah, begitupun yang tahu kafir atau tidak – itu juga hanya Allah, karena yang punya data-data valid tentang keseharian hidup kita- ya- hanya Allah, wong Allah itu YA’LAMU MAA YUSIRRUNA WA MAA YU’LINUN, kalau kita-kita kan nggak seperti itu. Nah…., sekarang ini ada sebagian umat yang merasa menjadi wakil tuhan, terus mengkafirkan sana-sini”.
  • Ustadz : Ya, benar itu…, mantab itu….
  • Santri : Penceramah itu juga bilang. “Atheis adalah menganulir tuhan, meniadakan tuhan, berarti kalau di dalam aktifitas, kita tidak menyertakan Allah di dalamnya, maka saat itu pun kita atheis, Jadi setiap hari kita itu bisa mak bedunduk Islam – mak bedunduk atheis”. Bagaimana itu Ustadz?. Lanjut Santri.
  • Ustadz : Nanti dulu, tak pikire ndisik…..

Lanjutkan membaca