Aurot dan Pengertiannya

Standar

IMG_20131226_183116Pengertian Aurot

Menurut bahasa, aurat adalah an-nuqshoon was-syai’ ul-mustaqbah (kekurangan dan sesuatu yang dianggap buruk). Dari kata “‘awaro”, yang bermakna qabiih (buruk), aib (kekurangan); yakni aurat adalah suatu aib atau kekurangan pada manusia yang dapat mendatangkan rasa malu bila terlihat atau ditampakkan.

Imam al-Raziy, dalam kamus Mukhtaarus-Shihaah hal 461, menyatakan, “‘al-aurat: sau`atul-insaan wa kullu maa yustahyaa minhu (aurat adalah aurat manusia dan semua hal yang memalukan).”

Dalam Syarah Sunan Ibnu Majah juz 1/276, disebutkan, bahwa aurat adalah kullu maa yastahyii minhu wa yasuu`u shahibahu in yura minhu (setiap perkara yang memalukan, dan membawa aib bagi pemiliknya jika terlihat)”.

Imam Syarbiniy dalam kitab Mughniy al-Muhtaaj, berkata,” Secara literal, aurat bermakna an-nuqshaan (kekurangan) was-syai`ul-mustaqbahu (sesuatu yang dianggap buruk). Disebut seperti itu, karena ia akan menyebabkan celaan jika terlihat.

Imam Syaukani, di dalam kitab Fathul-Qadiir, menyatakan; “Makna asal dari aurat adalah al-khalal (aib, cela, cacat). Setelah itu, makna aurat lebih banyak digunakan untuk mengungkapkan aib yang terjadi pada sesuatu yang seharusnya dijaga dan ditutup.

Pengertian-pengertian di atas bisa di tarik benang merahnya, bahwa aurot adalah sesuatu yang akan menimbulkan rasa malu apabila terbuka. Atau sesuatu yang harus ditutup oleh orang-orang yang mempunyai rasa malu.

a. Aurot Laki-Laki

Aurot laki-laki :

  1. Bersama istri : Tiada batasan aurat, semua bebas terbuka kecuali dzakar (alat kelamin laki-laki).
  2. Bersama perempuan lain, perempuan mahramnya, sesama lelaki, di dalam sholat dan di saat sendiri : Auratnya diantara pusar dan lutut

b. Aurot perempuan

Dalam kitab Asybaah wa An-Nadhooir I/410 disebutkan,

و منها : المرأة في العورة لها أحوال : حالة مع الزوج : و لا عورة بينهما و في الفرج وجه و حالة مع الأجانب : و عورتها كل البدن حتى الوجه و الكفين في الأصح و حالة مع المحارم و النساء : و عورتها ما بين السرة و الركبة و حالة في الصلاة :و عورتها كل البدن إلا الوجه و الكفين و صرح الإمام في النهاية : بأن الذي يجب ستره منها في الخلوة هي العورة الصغرى و هو المستور من عورة الرجل

Dalam masalah aurot bagi perempuan mempunyai klasifikasi yang berbeda:

  1. Bersama suami : Tiada batasan aurat baginya saat bersama suami, semua bebas terbuka. Dalam sebuah wajah di katakana, kecuali alat kelamin.
  2. Bersama lelaki lain : Menurut pendapat yang paling shahih seluruh tubuhnya hingga wajah dan kedua telapak tangannya, menurut pendapat yang lain wajah dan telapaknya boleh terbuka
  3. Bersama lelaki mahramnya dan sesama wanita : Auratnya diantara pusar dan lutut
  4. Di dalam sholat : Seluruh tubuh menjadi auratnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya
  5. Saat sendiri : Menurut Imam Romli dalam Kitab Nihaayatul-Muhtaaj aurat wanita saat sendiri adalah ‘aurat kecil’ yaitu aurat yang wajib ditutup oleh seorang lelaki (antara pusar dan lutut)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s