8Tak ada angin, tak ada guntur, saya tersentak kaget melihat Tiga orang ngos-ngosan menghampiri SAYA,  “Ono opo kok koyo dikejar utang wae?” (tanya sya kepada mereka)

  • Anu Kang, tanggal 16 Agustus ada Parade Tauhid Bumimaya, kata salah seorang dari mereka.
  • Iya kang, timpal lainnya.
  • Jalan Ibu Kota akan di penuhi warna putih, kata yang satunya lagi.
  • Saya : Lha terus piye?
  • Kayaknya itu sengaja di buat untuk nyaingin Islam Bumimaya. Sebelum puasa kemarin sudah di adakan di Solo dan di hadiri ribuan orang. Jawab salah seorang dari mereka.
  • Saya : Nah ini yang meracuni BUMIMAYA. Kedepankan CHUSNUZH-ZHON terus konfirmasi (TABAYYUN) dalam menyikapi sebuah berita, tanya sama yang mengadakan apa tujuannya, kalau baik dan tidak menyimpang dari UUD Bumimaya, ya sudah. Gitu aja kok repot…
  • Iyo sih Kang. Tapi yang kemarin meributkan istilah “Islam Bumimaya” pada kemana ya, kok sepi?. “Tauhid Bumimaya???” Tauhid apa itu???, nanti ada Tauhid Amerika, ada Tauhid Belanda, Tauhid India, Tauhid Arab. Padahal Tauhid kan Cuma satu. Kata salah seorang dari mereka.
  • Jangan-jangan yang geger meributkan istilah Islam Bumimaya???- ya itu DIA yang bikin Tauhid Bumimaya, timpal satunya lagi.
  • Iya keleeesssss…. Setelah berkata itu ketiganya ngeloyor pergi dari hadapan saya.
  • eHemm….ehemm. seperti ada yang keloloden neng tenggorokanku, (kata Saya sebelum akhirnya ikutan  pergi juga seperti mereka.