Kembang Kecubung. Karya : SH. Mintardja

Kembang Kecubung. Karya : SH. Mintardja

Matahari sudah memanjat semakin tinggi. Sinarnya yang memulai menggatalkan kulit menerpa tanah yang lembab di bawah pohon-pohon kembang yang tumbuh di taman yang asri. Angin yang lembut serasa berbisik lamat-lamat tentang perawan yang sedang berduka, yang sedang duduk diatas sebuah lincak panjang disebelah sebatang kembang soka yang berwarna ungu muda. Biasanya gadis, putera Kangjeng Adipati Wirakusuma, Adipati di Sendang Arum sedang merenungi luka di hatinya. Biasanya ia duduk dan bercengkerama bersama ibundanya, atau bersama ayahandanya pula. Kadang-kadang ibundanya sendiri merawat pohon-pohon bunga di taman itu. Bunga Soka, bunga ceplok piring, bunga arum dalu dan yang mendapat perawatan khusus adalah segerumbul kembang melati di sudut taman, yang diberi pagar kayu serta terawat rapi. Tetapi hari itu Ririswari duduk sendiri, meskipun jaraknya tidak lebih dari lima langkah, tetapi gadis itu seakan-akan, tidak menyadari kehadiran seorang emban yang duduk mangamatinya. Kayaknya lebih seru kalau di baca saat santai. Silahkan download gratis DI SINI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s