Haul adalah istilah lain dari peringatan tahunan meninggalnya seseorang, misalnya memperingati haul wafat orang tua atau saudara yang di isi dengan berziarah ke makam shohibul haul, dzikir, membaca tahlil dan berdoa untuk shohibul haul, kemudian dilanjutkan dengan mauidzoh atau hanya sekedar dzikir wat tahlil dan doa saja. Tetapi pada  umumnya istilah haul hanya dihususkan untuk memperingati wafatnya figur-figur tokoh yang sangat dihormati oleh masyarakatnya. Selain bertujuan mendo’akan shohibul haul, peringatan haul ini juga sarat dengan manfaat bagi masyarakat umum dan generasi penerus para kyai, diantaranya,

  • Meneguhkan perasaan hormat santri dan masyarakat sekitarnya akan peran dari shohibul haul. Pada konteks ini, terutama bagi santri-santri, menghadiri houlnya kyai sama artinya dengan meneguhkan silsilah atau mata rantai keilmuan.
  • Sebagai ajang silatur rahim bagi santri dan para alumni. Sehingga masing-masing alumnus bisa saling shering dan tukar pengalaman dalam kaitannya dengan perjuangannya menyebarkan ilmu di daerahnya masing-masing.
  • Mempererat hubungan batin antaralumni dan antara alumni dengan badal atau wakil-wakil kyai, yang umumnya adalah putra-putra kyai sendiri atau kerabat dekatnya.
  • Pentingnya keteladanan. Pada setiap acara haul, sebetulnya secara tersirat mengingatkan kembali kepada figur dan prestasi yang disandang shohibul haul yang bisa dijadikan acuan keteladanan bagi generasi-generasi berikutnya.
  • Sebagai media da’wah kepada masyarakat umum dan pembekalan bagi santri dan alumni. Karena pada umumnya, diantara rangkaian acara peringatan haul ada mauidzoh hasanah, isinya jelas yaitu, selain menceritakan perjuangan dan kebaikan shohibul haul agar diteladani, amar ma’ruf nahi munkar dan pembekalan bagi generasi muda dalam meneruskan estavet da’wah para kyai sepuh.

Peringatan haul ini sebenarnya sudah berlangsung lama sekali. Meskipun dulunya hanya di peringati dengan sangat sederhana, tetapi lama kelamaan karena perkembangan zaman sehingga peringatan haul ini menjadi semakin meriah tetapi tujuan dan arti pentingnya tetap sama. Istilah haul ini di ambil oleh para ulama dari dalam sebuah hadits riwayat Baihaqi dalam Syarhus Shudur disebutkan, bahwa Rasulullah saw setiap setahun sekali berziarah ke makam para syuhada’ perang Uhud, kemudian Abu Bakar, Umar bin Khotthob dan Utsman bin ‘Affan juga melakukan itu.

عن الواقد قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يزور الشهداء بأحد فى كل حول, وإذا بلغ الشعب رفع صوته فيقول سلام عليكم بما صبرتم فنعم عقبى الدار ثم ابو بكر رضي الله عنه كل حول يفعل مثل ذلك ثم عمر ابن الخطاب ثم عثمان ابن عفان رضي الله عنهما. أخرجه البيهقى

Dari al-Waqidi, ia berkata, Rasulullah saw pada setiap setahun sekali berziarah kemakam para shuhada’ perang uhud, dan ketika beliau sampai di Sya’b, beliau berkata dengan keras “Salamun ‘alaikum bimaa shobartum fa ni’ma ‘uqbad dar. Abu Bakar ra. juga melakukan seperti itu setiap tahun, demikian juga Umar bin Khothob ra. dan Utsman bin Affan ra. Wallohu a’lam bisshowab