Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. (QS. Albaqarah 173). Dalam ayat ini, Allah jelas-jelas mengharamkan daging babi untuk dikonsumsi. Di dalam fiqh, babi masuk dalam kategori najis mugholladzoh yang untuk mencucinya harus di siram air sampai tujuh kali, salah satunya harus dicampur dengan debu. Mengapa???.

Ternyata hewan yang berasal dari Eurasia ini adalah salah satu mamalia yang suka tempat kotor dan basah, pemalas, tidak mau mencari makan sendiri, paling rakus diantara hewan-hewan jinak lainnya, lebih suka makan dan tidur. Bahkan semakin bertambah umurnya, ia semakin malas dan lemah, suka dengan sejenis dan tidak pencemburu. A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov (Buku Adaptive physiology on mammals and birds), dagingnya menyebabkan banyak penyakit, pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris), dan radang pada sendi-sendi. Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur dan Barat, yaitu Cina dan Swedia menyatakan, bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan kolon. Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India). Sementara di negaranegara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.  Babi juga banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60oC lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih. Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi, dan tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang.

DR Murad Hoffman, Daniel S Shapiro, MD, seorang Pengarah Clinical Microbiology Laboratories, Boston Medical Center, Massachusetts, dan juga merupakan asisten Profesor di Pathology and Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine, Massachusetts, Amerika menyatakan terdapat lebih dari 25 penyakit yang bisa dijangkiti dari babi, di antaranya adalah, anthrax, rabies, influenza, scabies, pigbel dan lain-lain. Lebih jelas silahkan baca buku Fakta Ilmiah Tentang Keharaman Babi karangan Yoga Permana Wijaya.

Seorang yang beriman ketika mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya, selalu mendasarkan tindakannya itu atas perintah dan larangan dari Allah SWT, misalnya, ketika seorang muslim melakukan shalat dan ditanyakan kepadanya, mengapa dia shalat?, maka jawabannya adalah karena Allah SWT telah memerintahkannya untuk shalat. Tentang shalat itu ada manfaatnya buat kesehatan atau ketenangan jiwa dan sebagainya, tidaklah menjadi landasan dasar atas shalatnya. Demikian juga ketika seorang mukmin meninggalkan minum minuman keras, zina, judi dan makan babi, tentunya harus pula didasarkan semata-mata karena dia tunduk, taat dan patuh kepada larangan dari Allah SWT. Bukan sekedar mengejar hikmah dan tujuan yang bersifat duniawi. Tidak minum khamar bukan karena sekedar tidak mau mabuk, melainkan semata-mata karena Allah SWT mengharamkannya. Tidak mau zina bukan karena takut kena sipilis atau HIV, tetapi karena ada larangan dari Allah SWT. Demikian juga, tidak makan babi bukan karena takut ada cacing pita atau takut penyakit yang terkandung didalam daging babi, melainkan karena Allah SWT sudah mengharamkannya.

Sumber. Fakta Ilmiah Tentang Keharaman Babi