<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dihya&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://dihyamd.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dihyamd.wordpress.com</link>
	<description>Menjalin Silaturrahmi dan Komunikasi serta berbagi Informasi</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Jan 2012 12:46:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dihyamd.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dihya&#039;s Blog</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dihyamd.wordpress.com/osd.xml" title="Dihya&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dihyamd.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kullu Bid&#8217;atin Dlolalah</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/10/25/kullu-bidatin-dlolalah/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/10/25/kullu-bidatin-dlolalah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 01:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fikroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/2010/03/25/kullu-bidatin-dlolalah/</guid>
		<description><![CDATA[Mengumpulkan dan menulis ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dalam satu mushaf, memberi titik dan mengharokati Al-Qur&#8217;an, mengumpulkan dan menulis hadits, sholat trawih berjama&#8217;ah 20 rokaat, dua kali adzan dalam Shalat Jumat, membangun madrasah dan sekolahan, belajar ilmu nahwu, ilmu shorof dan lain-lain. Semua &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/10/25/kullu-bidatin-dlolalah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=50&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.wordpress.com/2010/03/25/kullu-bidatin-dlolalah/subhanallohi/#main"><img class="alignleft size-full wp-image-2658" title="Subhanallohi" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/03/subhanallohi.gif?w=593" alt=""   /></a>Mengumpulkan dan menulis ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dalam satu mushaf, memberi titik dan mengharokati Al-Qur&#8217;an, mengumpulkan dan menulis hadits, sholat trawih berjama&#8217;ah 20 rokaat, dua kali adzan dalam Shalat Jumat, membangun madrasah dan sekolahan, belajar ilmu nahwu, ilmu shorof dan lain-lain. Semua itu tidak pernah terjadi pada zaman Rasulullah saw. Apakah lantas hal-hal baru dalam urusan agama seperti itu, tergolong bid&#8217;ah dlolalah?. <span id="more-50"></span>Apakah belajar membaca Al-Qur&#8217;an dengan metode-metode yang tidak ada pada zaman Rasulullah saw, seperti metode Bagdadiyyah, Yambu&#8217;a atau Qiro&#8217;ati juga bid&#8217;ah dlolalah?. Alangkah dangkal dan sempitnya ajaran islam, jika setiap hal baru dalam urusan agama divonis sebagai bid&#8217;ah dlolalah, bid&#8217;ah yang sesat. Padahal hadits &#8220;Kullu Bid&#8217;atin Dlolalah&#8221;. Lafadz <strong><em>Kullu Bid&#8217;atin</em></strong> sama dengan lafadz <em><strong>Kulla Safinatin</strong></em> dalam firman Allah swt, surat Al-Kahfi, ayat 79. <strong>وكان وراءهم ملك يأخذ كل سفينة غصبا</strong>. Dalam ayat tersebut Allah swt tidak menyebutkan kapal baik atau kapal jelek, karena sudah dzohir dan ma&#8217;lum kalau yang di ambil oleh raja pada saat itu adalah kapal-kapal yang masih bagus, sebab tak ada perlunya mengambil kapal-kapal yang sudah rusak dan hancur. Begitupun Rasulullah saw tidak membubuhkan sifat pada lafadz Bid&#8217;ah, hal ini juga karena sudah dzohir dan ma&#8217;lum bahwa yang dimaksud dengan hadits &#8220;Kullu Bid&#8217;atin Dlolalah&#8221; adalah Bid&#8217;ah Sayyi&#8217;ah atau hal-hal baru yang jelek yang keluar dari tuntunan syara&#8217;. Sebab Rasulullah saw menganjurkan agar kita kreatif dalam beramal sholeh sehingga ada nilai tambah dan ada asset pahala dari orang-orang yang mengikutinya, dalam sabda beliau,</div>
<h3 style="text-align:right;"><strong>مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً فََلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ فَعَلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا, وَمَنْ سَنَّ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ فَعَلَ</strong> <strong>بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْئًا .</strong>صحيح مسلم, صحيح ابن حبان, سنن بيهقى</h3>
<div style="text-align:justify;">&#8220;<em>Barang siapa menciptakan tradisi baru yang bagus, maka ia akan mendapat pahalanya dan pahala orang yang ikut mengerjakannya, dengan tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka dan barang siapa yang menciptakan tradisi baru yang jelek, maka ia akan mendapat dosanya dan dosa orang yang ikut mengerjakannya, dengan tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa mereka.</em>&#8220;</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">Hadits ini jelas merupakan anjuran untuk bisa kreatif, maksudnya setiap orang islam dianjurkan oleh Rasulullah saw agar bisa mengembangkan apa saja yang sudah disampaikan dan diajarkan oleh beliau, baik melalui kalam ilahi atau sunnah beliau, tidak peduli dengan tata cara, model prilaku, ketentuan, tindakan atau peraturan apapun, asal tidak keluar dari riel dan koredor syar&#8217;i. Misalnya Rasulullah saw perintah agar umatnya bersedekah, apakah sesat kalau mereka membuat nasi tumpeng terus disedekahkan?. Apakah sesat kalau mereka membuat ingkung ayam terus disedekahkan?. Misalnya lagi, Rasulullah saw memerintahkan umatnya agar menuntut ilmu, membaca Al-Qur&#8217;an dan bersilatur rahim. Apakah sesat kalau mereka membentuk jama&#8217;ah yasin dan tahlil, jama&#8217;ah khotmil Qur&#8217;an, jama&#8217;ah istighotsah dan lain-lain, sebagai wadah untuk mempererat tali silatur rahim, mempererat ukhuwwah islamiyyah, dan sebagai lahan bagi mereka untuk menimbah ilmu, membaca Alqur&#8217;an dan bersedekah?. Tentu jawaban dari semua itu adalah &#8220;TIDAK SESAT&#8221;.</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">Alangkah luas dan indahnya islam, tidak mencekik umat, membebaskan kreatifitas tumbuh dan berkembang dalam riel dan ruh islam. Mengapa?. Karena Sang pembawa agama Islam saw memahami bahwa umatnya bukan hanya hidup sepuluh atau seratus tahun, tetapi ribuan tahun, beliau pun tahu akan kemajuan zaman, modernisasi, globalisasi, dan akan semakin suburnya kejahatan dan kema&#8217;siatan. Sehingga butuh tindakan, metode dan hal-hal baru yang dapat menjaga &#8216;izzul islam wal muslimin.</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">Ironisnya masih saja ada orang-orang yang berusaha membuat ruang gerak umat islam terbatasi dengan vonis bid&#8217;ah, vonis khurofat, vonis kafir dan vonis-vonis lain yang memicu kepada perpecahan umat, dengan tingkat keilmuan yang masih mengambang dan dalil-dalil yang asal-asalan.</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">&#8220;Kullu Bid&#8217;atin Dlolalah&#8221;. Hadits ini sering dijadikan rujukan vonis bid&#8217;ah dlolalah terhadap hal-hal baru dalam urusan agama, tanpa adanya seleksi dan pemilahan yang seimbang dan obyektif . Padahal sudah ada contoh-contoh perbaruan yang datang dari khulafaur rasyidin, semisal Abu Bakar dengan pengumpulan dan penulisan Al-Qur&#8217;an, Umar bin Khottob dengan terawih berjamaah 20 rokaat, Utsman bin Affan dengan dua kali adzan dalam ibadah sholat jum&#8217;at. Apakah kebijakan dan tindakan mereka seperti itu termasuk bid&#8217;atin dlolaalatin?. Sementara mereka termasuk dalam golongan &#8220;almubassyarina biljannah&#8221;, orang-orang yang sudah ada jaminan masuk kedalam surga. Selain itu Rasulullah saw juga pernah bersabda yang artinya kurang lebih &#8220;Sahabat-sahabatku ibarat bintang, jikalau kamu mengikuti mereka maka kamu akan mendapatkan petunjuk&#8221;. Mungkinkah Rasulullah saw menyuruh umatnya mengikuti orang-orang yang tersesat?. Jelas tidak mungkin. Untuk itu butuh keahlian dalam memahami, menafsiri dan mengistimbat hukum dari Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadits.</div>
<div style="text-align:justify;"> </div>
<div style="text-align:justify;">Yang jelas kita perlu hati-hati dengan kata bid&#8217;ah yang ada dalam sabda Rasulullah saw &#8220;Kullu Bid&#8217;atin Dlolalah&#8221;, Sebab hadits ini dikeluarkan tidak untuk membunuh kreatifitas dalam beramal sholeh, bukan untuk menghakimi orang lain, bukan untuk merendahkan orang lain, bukan untuk membenarkan diri sendiri, bukan untuk mempertahankan jama&#8217;ah, bukan untuk membongkar makam dan menghancurkan peninggalan-peninggalan sejarah para salafus sholih, juga sama sekali tidak untuk memecah belah ukhuwwah islamiyyah.</div>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/fikroh/'>Fikroh</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=50&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/10/25/kullu-bidatin-dlolalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/03/subhanallohi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Subhanallohi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Sesat al-Albani Tentang Palestina</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/10/12/fatwa-sesat-al-albani-tentang-palestina/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/10/12/fatwa-sesat-al-albani-tentang-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 02:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=2643</guid>
		<description><![CDATA[Syeikh Muhammad Nasiruddin al-Albani, yang dianggap oleh mayoritas Salafi sebagai ulama terbesar mereka, telah mengeluarkan sebuah fatwa beberapa tahun yang lalu yakni bahwa semua kaum muslim di Palestina, Libanon Selatan, dan Dataran Tinggi Golan harus meninggalkan tanah/negeri mereka secara massal dan pergi ketempat lain. &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/10/12/fatwa-sesat-al-albani-tentang-palestina/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2643&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong></strong><a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/10/12/fatwa-sesat-al-albani-tentang-palestina/images-5/" rel="attachment wp-att-2644"><img class="alignleft size-full wp-image-2644" title="images" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/10/images.jpg?w=593" alt=""   /></a>Syeikh Muhammad Nasiruddin al-Albani, yang dianggap oleh mayoritas Salafi sebagai ulama terbesar mereka, telah mengeluarkan sebuah fatwa beberapa tahun yang lalu yakni bahwa semua kaum muslim di <strong>Palestina</strong>, <strong>Libanon Selatan</strong>, dan <strong>Dataran Tinggi Golan</strong> harus meninggalkan tanah/negeri mereka secara massal dan pergi ketempat lain. Alasan dia (dan dia tetap memegangnya) bahwa setiap Negeri Muslim yang diduduki/dijajah oleh orang Non-Muslim maka menjadi Negeri Non-Muslim. Oleh karenanya setiap Muslim dilarang tinggal/menetap disitu.<span id="more-2643"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika beberapa orang menanyakan kepadanya, dengan terheran-heran, bahwa tidak akan ada satu negarapun didunia yang mau menampung orang-orang/bangsa Palestina, bahkan Saudi Arabia pun, dia mengatakan: “Mereka mungkin bisa mencoba pergi ke Sudan, disana mereka mungkin akan ditampung.”</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai catatan, al-Albani ini adalah orang yang mengklaim dirinya sendiri sebagai ulama. Banyak yang menantangnya untuk menunjukkan walau satu saja ijazah yang diberikan kepadanya oleh sebarang gurunya (kalaupun dia punya). Dia tidak pernah bisa menunjukkan/membuktikannya sampai sekarang. Yang kelihatan pada al-Albani justru fatwa-fatwanya samasekali tidak berdasar ilmu hadis, sementara para pengikutnya tetap menganggapnya sebagai “Muhaddis Masa Kini”. Dia banyak mengeluarkan fatwa dalam hampir semua ilmu-ilmu Islam. Al-Albani juga mengeluarkan komentar atas buku aqidah “Al-Aqidah at-Tahawiyya”.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini adalah terjemahan dari salah satu tanggapan/sanggahan Syeikh Buti terhadap al-Albani. Syeikh Buti adalah salah seorang ulama terkemuka Syria: [Diambil dari buku "Strife in Islam" (Al-Jihad fil Islam: Kayfa Nafhamuhu wa Kayfa Numarisuhu), by Dr. Muhammad Sa’id Ramadan al-Buti, 2nd edition, Dar Al-Fikr, Damascus, Syria, 1997.]</p>
<p style="text-align:justify;">“Syeikh” Nasiruddin al-Albani telah mengejutkan masyarakat, dalam beberapa bulan terakhir ini, dengan fatwa sesatnya yang sangat jauh dari ajaran-ajaran Syariat Islam dan sangat berlawanan/kontradiksi dengan pokok-pokok dan hukum-hukum agama (Islam – penj).</p>
<p style="text-align:justify;">Dia menyatakan secara terbuka dan dihadapan semua saksi, bahwa semua Muslim dan bangsa Palestina yang masih berada di tanah/negeri yang diduduki/dijajah wajib meninggalkan seluruh negeri itu dan menyerahkannya kepada kaum Yahudi, yang telah mengubahnya, setelah mereka menjajahnya, menjadi sebuah Negeri Kafir.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalaulah tidak dimuat dimedia massa dan tidak ada kaset rekaman suara al-Albani yang mengatakan sendiri hal ini, maka sulit buat saya untuk mempercayainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini karena seorang santri yang paling awampun mengetahui apa yang terdapat pada semua sumber Syariat Islam, bahwa sebuah Negeri Islam akan tetap, secara sah, menjadi Negeri Islam sampai Hari Kebangkitan, tak peduli apapun yang diperbuat oleh orang-orang kafir ataupun musuh terhadap Negeri Islam tersebut. Dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk memenuhi tanggungjawabnya dengan membersihkan/mengusir para agresor dari negeri tersebut. Dan menurut Abu Hanifah yang mengemukakan kemungkinan berubahnya Negeri Islam menjadi Negeri Kafir syaratnya adalah bahwa tanda-tanda Islam telah disingkirkan/dihilangkan darinya dan diganti dengan aturan-aturan kafir, bahwa tidak ada seorang muslim atau kafir dzimmi pun yang masih tinggal disitu merasa aman dengan hukum Islam yang murni/asli, dan bahwa negeri itu diberi batas sebagai Negeri Kafir ataupun Negeri Perang. Dan kita tahu bahwa tidak satupun syarat tersebut ada pada negeri yang sedang dijajah (Palestina – penj), sebab tanda-tanda Islam secara terbuka masih tetap eksis disana, kaum muslimin masih tetap bisa menikmati hukum-hukum Islam, dan tidak ada batas tersendiri sebagai Negeri Kafir ataupun Negeri Perang dalam Wilayah/Negeri Jajahan tersebut, saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi syeikh (al-Albani), yang menganggap dirinya sebagai “Muhaddis Masa Kini”, telah melanggar ijma’ sah ini, yang mana dia tidak punya pengetahuan tentangnya. Lalu dia mengumumkan/memfatwakan tanpa kesepakatan ummat bahwa Palestina telah berubah, yang tentu saja menguntungkan Israel, menjadi Negeri Kafir dan Negeri Perang. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban semua muslim yang adalah pemilik dan penduduknya untuk mengecam/menentangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Misteri apa yang ada dibalik diamnya si syeikh ini selama bertahun-tahun sebelumnya sampai cahaya keimanan Intifadha muncul dijantung Tanah Jajahan, dan gerakan perlawanan Hamas didirikan yang menimbulkan fenomena teror dihati dan jiwa para penjajah, lalu tiba-tiba si syeikh ingat akan hal ini dan kemudian menyadarinya bahwa inilah saat/waktunya baginya untuk memfatwakannya secara eksplisit disemua media massa. Dan baginya telah tibanya waktunya, yang karenanya dia mulai beraksi itu, adalah dengan munculnya gerakan Intifadha yang bersama para pemilik sah (rakyat – penj) Tanah Jajahan telah meraih segala kesuksesan yang tidak diharapkannya, karena dengan demikian dia dapat membantu Israel keluar dari segala kesulitan yang membelenggu mereka dan telah banyak menguras sumberdaya mereka (Israel – penj).</p>
<p style="text-align:justify;">Inikah sesungguhnya waktunya bagi syeikh gadungan/pengkhianat ini untuk memberitahukan kepada kita rahasia dibalik disimpannya fatwa tersebut didadanya selama ini sampai kemudian dia munculkan sekarang?!. Dan, tentang diamnya dia selama ini atas dosa kaum muslimin karena masih tetap tinggal di Negeri Kafir hingga hari ini?!</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sungguh kita bersyukur kepada Allah bahwa fatwa dia (al-Albani – penj) yang batil tersebut telah gagal yang mana hal ini ditunjukkan dimana rakyat Suriah, Aljazair, Mesir dan Libia  hari-hari ini justru meningkatkan jihad dinegeri mereka masing-masing untuk membebaskan mereka dari belenggu kolonialisasi dan agresi para tiran.</p>
<p style="text-align:justify;">Ataukah, kaum muslimin dinegeri-negeri tersebut di atas wajib meninggalkan negeri mereka, sebuah keuntungan bagi musuh mereka, karena negeri mereka sekarang dikategorikan sebagai Negeri Kafir?! (bila hal ini terjadi) Maka hari ini kita akan melihat bahwa para tiran dan penjajah itu memang punya hak yang legal (untuk terus menjajah – penj). Dan siapa yang tahu bahwa memang inilah yang lebih disukai/diinginkan oleh syeikh gadungan/pengkhianat ini?!</p>
<p style="text-align:justify;">[Yang tersebut di atas adalah apa yang ditulis oleh Dr. Buti pada Edisi Pertama dan diulangi pada Edisi Kedua dalam buku beliau. Berikut ini apa yang beliau tambahkan pada Edisi Kedua]</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sekarang saya katakan, tambahan beberapa kalimat pada Edisi Kedua ini setelah kami menunggu si syeikh bakal menarik fatwa sesatnya tersebut, karena kembali kepada kebenaran itu adalah suatu kemuliaan/keutamaan. Tetapi dia tidak pernah melakukannya walaupun seluruh dunia muslim menentangnya gara-gara fatwanya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Juga, ada segelintir pembaca yang menilai bahwa penyebutan Gadungan/Pengkhianat (suspected) terhadap syeikh sebagai kurang tepat. Tetapi sebutan itu diberikan kepada seseorang yang mengeluarkan suatu fatwa dengan berkolaborasi dengan pihak asing. Jadi, penyebutan itu tidak ekstrim tetapi sudah sesuai dengan realitas/kenyataan.</p>
<p style="text-align:justify;">Catatan: Menjadi jelas bagi kaum Muslim diseluruh penjuru dunia bahwa Nasiruddin al-Albani jelas-jelas adalah seorang agen CIA dan bagian dari Tatanan Dunia Baru Zionis.</p>
<h6 style="text-align:center;">Sumber. http://wildwestwahabi.wordpress.com</h6>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/tokoh/'>Tokoh</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/2643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/2643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/2643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/2643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/2643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/2643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/2643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/2643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/2643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/2643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/2643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/2643/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/2643/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/2643/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2643&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/10/12/fatwa-sesat-al-albani-tentang-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/10/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Zakat Fitrah</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/08/24/zakat-fitrah/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/08/24/zakat-fitrah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 07:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syari'ah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=2624</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian dan Hukum Zakat Fitrah Zakat Fitrah terdiri dari dua suku kata, yaitu zakat yang artinya tumbuh, suci atau bersih dan fitrah, artinya diri atau jiwa yang disiapkan oleh Allah untuk bisa menerima agama (at-Ta’rifat bab Fa’). Zakat Fitrah ini &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/08/24/zakat-fitrah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2624&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/08/24/zakat-fitrah/olympus-digital-camera/" rel="attachment wp-att-2625"><img class="alignleft size-full wp-image-2625" title="OLYMPUS DIGITAL CAMERA" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/08/837944-09432204102007zakat_fitrah3.jpg?w=593" alt=""   /></a>Pengertian dan Hukum Zakat Fitrah</p>
<p style="text-align:justify;">Zakat Fitrah terdiri dari dua suku kata, yaitu zakat yang artinya tumbuh, suci atau bersih dan fitrah, artinya diri atau jiwa yang disiapkan oleh Allah untuk bisa menerima agama (at-Ta’rifat bab Fa’). Zakat Fitrah ini punya beberapa nama, yaitu, Zakat Shoum, Zakat Badan dan Shodaqoh Fitrah. Kesemuanya itu menurut istilah fiqh adalah Shadaqah yang diwajibkan untuk membersihkan diri dan untuk meningkatkan nilai amal kebaikan. Zakat Fitrah diwajibkan bersamaan dengan diwajibkannya puasa bulan Ramadlan, yaitu dua hari sebelum Hari raya Fitri tahun II Hijriyah.<span id="more-2624"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Menurut jumhurul Fuqaha, Zakat Fitrah hukumnya wajib atas setiap orang islam yang memiliki kelebihan biaya hidup pada Hari raya Fitri dan malamnya, baik merdeka atau hamba sahaya, laki-laki atau perempuan, anak kecil atau orang dewasa. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh beberapa hadits, antara lain, Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Ibnu Umar RA “Sesungguhnya Rasulullah SAW mewajibkan Zakat Fitrah, yaitu satu sha’ kurma kering atau gandum bagi setiap orang merdeka atau hamba sahaya, laki-laki atau wanita” – sebagian riwayat mengatakan &#8211; “atas anak kecil, orang dewasa, orang merdeka dan hamba sahaya”.</p>
<p style="text-align:justify;">Syarat-syarat Wajibnya Zakat Fitrah</p>
<p style="text-align:justify;">Zakat Fitrah wajib dikeluarkan dengan syarat-syarat sebagi berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Islam. Karena itu Zakat Fitrah tidak diwajibkan kepada orang kafir. Adapun orang yang murtad, Zakat Fitrahnya ditangguhkan sampai dia kembali menjadi Islam. Namun, orang kafir tetap memiliki kewajiban membayar Zakat Fitrahnya orang-orang yang wajib ia nafkahi, seperti istri dan anak-anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Menemui sebagian bulan Ramadlan dan bulan Syawal. Jadi Zakat Fitrah juga wajib dikeluarkan bagi orang yang meninggal dunia setelah matahari terbenam pada malam Hari raya Fitri. Begitu juga bagi anak yang lahir sebelum terbenamnya matahari dan meninggal setelah matahari terbenam pada malam Hari raya Fitri.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Memiliki kelebihan mu’nah (biaya hidup) – baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang-orang yang wajib ia nafkahi – pada Hari raya Fitri dan malamnya (sehari semalam). Mu’nah di sini meliputi makanan dan lauk pauknya, tempat tinggal, pakaian dan lain-lain yang layak dan bersifat pokok.</p>
<p style="text-align:justify;">Ukuran Zakat Fitrah</p>
<p style="text-align:justify;">Kadar (takaran) Zakat Fitrah yang wajib dikeluarkan adalah 1 (satu) sha’ atau empat mud dan berupa bahan makanan pokok, seperti beras, gandum, kurma dan lain-lain yang berlaku secara umum di daerah dimana kita tinggal. Sha’ adalah nama suatu takaran persegi empat yang panjang lebarnya 14.65 Cm³ dan sepadan dengan sekitar 2.75 Kg beras. Tetapi ada juga yang mengatakan Satu Sho’ adalah 2.40 Kg beras, karena setiap satu mudnya adalah 0.6000 Kg.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika seseorang mempunyai kelebihan mu’nah, namun kurang dari satu sho’, maka kelebihan tersebut wajib dikeluarkan sebagai Zakat Fitrah untuk dirinya sendiri, meskipun hanya satu mud (sekitar 0.6875 Kg atau 0.6000 Kg).</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah</p>
<p style="text-align:justify;">Ada lima waktu dalam mengeluarkan Zakat Fitrah, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Waktu jawaz, dimulai semenjak awal ramadlan</p>
<p style="text-align:justify;">2. Waktu wajib, jika menemui sebagian dari bulan Ramadlan dan sebagaian dari bulan syawal.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Waktu fadlilah, pada Hari raya Fitri setelah shalat fajar dan sebelum melaksanakan shalat hari raya Fitri</p>
<p style="text-align:justify;">4. Waktu makruh, setelah shalat hari raya Fitri sampai saat terbenamnya mata hari, kecuali kalau ada kemaslahatan, seperti menunggu kerabat dekat atau orang faqir yang shaleh.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Waktu haram, setelah hari raya Fitri, kecuali kalau ada uzur syar’i, seperti tidak adanya orang yang berhak menerima zakat.</p>
<p style="text-align:justify;">Niat Zakat Fitrah</p>
<p style="text-align:justify;">Niat Zakat Fitrah di lakukan pada saat memisahkan barang yang dibuat zakat, atau ketika memberikan barang tersebut kepada yang berhak menerimanya, atau dilakukan diantara memisahkan barang dan memberikannya kepada yang berhak.</p>
<p style="text-align:justify;">- Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri</p>
<p style="text-align:justify;">نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلهِ تَعَالىَ</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku Berniat menunaikan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardlu karena Allah Ta’ala”</p>
<p style="text-align:justify;">- Niat Zakat Fitrah Untuk Diri Sendiri dan Keluarga</p>
<p style="text-align:justify;">نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكَاةَ الفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ جَمِيْعِ مَنْ يَلزَمُنِيْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلهِ تَعَالىَ</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku berniat menunaikan zakat fitrah untuk diriku dan untuk semua orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku menurut syariat agama fardlu karena Allah Ta’ala</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian sangat baik apabila ketika memberikan zakat membaca do&#8217;a seperti berikut ini,</p>
<p style="text-align:justify;">أَللّهُمَّ اجْعَلْهَا مَغْنَمًا وَلاَ تَجْعَلْهَا مَغْرَمًا</p>
<p style="text-align:justify;">“Ya Allah&#8230; jadikanlah Ia (Zakat Fitrah) sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikan Ia pemberian yang merugikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan bagi orang yang menerima zakat, hendaknya berdo’a sebagai berikut</p>
<p style="text-align:justify;">آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَ اللهُ لَكَ طَهُوْرًا</p>
<p style="text-align:justify;">“Semoga Allah melimpahkan ganjaran pahala terhadap harta yang telah Engkau berikan dan semoga Allah memberkahi harta yang masih tersisa padamu, serta semoga Allah menjadikan dirimu suci bersih”</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah Zakat Fitrah</p>
<p style="text-align:justify;">Diantara hikmah disyariatkannya zakat fitrah antara lain:</p>
<p style="text-align:justify;">• Menolong orang-orang fakir dan orang-orang miskin dengan memberi santunan kepada mereka, agar mereka bergembira disaat semua orang Islam bergembira atas datangnya Hari raya Fitri</p>
<p style="text-align:justify;">• Membersihkan diri dari perbuatan-perbuatan dan perkataan-perkataan yang tidak baik setelah berlalunya bulan suci Ramadlan</p>
<p style="text-align:justify;">• Menambal atau menutup kekurangan-kekurangan yang kita lakukan selama bulan suci Ramadlan, sebagaimana sujud sahwi menambal atau menutup kekurangan-kekurangan yang dilakukan di dalam shalat</p>
<p style="text-align:justify;">• Menghantarkan puasa kita sampai kepada Allah SWT. Sebab puasa Ramadlan akan bergelantungan antara langit dan bumi, dan tidak akan sampai kepada Allah SWT, sampai Zakat Fitrah ditunaikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber. www.morodemakcommunity.org</p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/syariah/'>Syari'ah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/2624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/2624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/2624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/2624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/2624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/2624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/2624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/2624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/2624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/2624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/2624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/2624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/2624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/2624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2624&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/08/24/zakat-fitrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/08/837944-09432204102007zakat_fitrah3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">OLYMPUS DIGITAL CAMERA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Cerita tentang Bid&#8217;ah di Dusun Kami</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/08/10/sebuah-cerita-tentang-bidah-di-dusun-kami/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/08/10/sebuah-cerita-tentang-bidah-di-dusun-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 17:10:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[celana cingkrang]]></category>
		<category><![CDATA[do'a untuk mayit]]></category>
		<category><![CDATA[si jenggot naga]]></category>
		<category><![CDATA[Tahlilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=2614</guid>
		<description><![CDATA[Kang Hanif, seorang anggota Ansor, telah lama didaulat masyarakat di desa untuk memangku masjid. Semua acara keagamaan dia yang memimpin. Suatu hari ada seorang berjenggot panjang dan bercelana cingkrang dari sebelah desa menudingnya sebagai pelaku bid’ah, churafat, takhayul, bahkan syirik. &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/08/10/sebuah-cerita-tentang-bidah-di-dusun-kami/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2614&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/10/pengaruh-iman-dalam-kehidupan/caligra0/#main"><img class="alignleft size-medium wp-image-2476" title="CALIGRA0" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/05/caligra0.jpg?w=228&#038;h=208" alt="" width="228" height="208" /></a>Kang Hanif, seorang anggota Ansor, telah lama didaulat masyarakat di desa untuk memangku masjid. Semua acara keagamaan dia yang memimpin. Suatu hari ada seorang berjenggot panjang dan bercelana cingkrang dari sebelah desa menudingnya sebagai pelaku bid’ah, churafat, takhayul, bahkan syirik.</p>
<p>“Mas, sampean jangan terus-terusan menyesatkan umat. Tahlilan, sholawatan, yasinan, manaqiban, bermaaf-maafan sebelum memasuki Ramadhan, itu bid’ah. Apalagi mendoakan mayit, tawasul atau ngirim pahala untuk orang sudah mati. Doa itu tidak sampai, bahkan merusak iman. Musyrik hukumnya,” kata orang tersebut dengan gaya sok paling Islam dan paling benar.<span id="more-2614"></span></p>
<p>Kang Hanif hanya diam saja. Ia sudah beberapa kali menghadapi orang begitu yang biasanya hanya bermodal “ngeyel” dengan ilmu agama yg jauh dari memadai. Persis seperti anak kecil baru belajar karate, yang baru tahu satu dua jurus saja lagak lakunya belagu.</p>
<p>Walau kang Hanif telah 9 tahun mengaji di pesantren Tambak Beras dan paham betul dasar-dasar amaliyah itu, ia tetap tak membantah dan membiarkan orang itu terus menudingnya. “Percuma saja membantah orang itu. Hatinya tertutup jenggotnya. Mata hatinya tak seterbuka mata kakinya,” batin kang Hanif.</p>
<p>Beberapa waktu kemudian ayah orang yang berjenggot dan bercelana cingkrang itu meninggal dunia. Kang Hanif datang bertakziyah bersama para jamaahnya. Dia lantas berdoa keras di depan mayit si bapak dan jama’ahnya mengamini.</p>
<p>“Ya Allah, laknatlah mayit ini. Jangan ampuni dosanya. Siksalah dia sepedih-pedihnya. Kumpulkan dia bersama Fir’aun, Qorun dan orang yg Engkau laknati. Masukkan dia di neraka sedalam-dalamnya, selama-lamanya”.</p>
<p>Si jenggot bercelana cingkrang menghampiri Kang Hanif, bermaksud menghentikan doanya.</p>
<p>“Jangan protes. Katamu doa kepada mayit tidak akan sampai. Santai saja. Tidak ada yg perlu engkau khawatirkan bukan? Kalau aku sih yakin doaku sampai,” ujar kang Hanif tenang.</p>
<p>Muka si jenggot bercelana cingkrang pucat. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya yang biasa menghakimi orang lain</p>
<p><strong>Penulis: <a href="http://nu.or.id/page/id/dinamic_detil/8/33237/Humor/Sebuah_Cerita_tentang_Bid_rsquo_ah_di_Dusun_Kami.html">Wahyu Andr. </a> </strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/berita/'>Berita</a> Tagged: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/bidah/'>bid'ah</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/celana-cingkrang/'>celana cingkrang</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/doa-untuk-mayit/'>do'a untuk mayit</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/si-jenggot-naga/'>si jenggot naga</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/tahlilan/'>Tahlilan</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/2614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/2614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/2614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/2614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/2614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/2614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/2614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/2614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/2614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/2614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/2614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/2614/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/2614/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/2614/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2614&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/08/10/sebuah-cerita-tentang-bidah-di-dusun-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/05/caligra0.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">CALIGRA0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah wahabi diYahudikan oleh Yahudi!! (Kenapa Yahudi mencipta wahabi??)</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/31/sejarah-wahabi-diyahudikan-oleh-yahudi-kenapa-yahudi-mencipta-wahabi/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/31/sejarah-wahabi-diyahudikan-oleh-yahudi-kenapa-yahudi-mencipta-wahabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 07:39:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesalahan Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejara Join Wahabi Yahudi]]></category>
		<category><![CDATA[Wahabi]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi Wahabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=2583</guid>
		<description><![CDATA[Yahudi adalah bangsa Israel yangg sangat benci kepada Tuhan Nabi Muhammad SAW hanya kerana Nabi akhir zaman itu bukanlah lagi dari Bani israel. Mereka bangsa yang terlalu tebal asobiahnya, sehingga mereka sanggup bermusuh dengan Tuhan. Sebab itu mereka cetuskan Ajaran &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/31/sejarah-wahabi-diyahudikan-oleh-yahudi-kenapa-yahudi-mencipta-wahabi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2583&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/31/sejarah-wahabi-diyahudikan-oleh-yahudi-kenapa-yahudi-mencipta-wahabi/188016_101089819982458_4387078_n/" rel="attachment wp-att-2584"><img class="alignleft size-full wp-image-2584" title="188016_101089819982458_4387078_n" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/07/188016_101089819982458_4387078_n.jpg?w=593" alt=""   /></a>Yahudi adalah bangsa Israel yangg sangat benci kepada Tuhan Nabi Muhammad SAW hanya kerana Nabi akhir zaman itu bukanlah lagi dari Bani israel. Mereka bangsa yang terlalu tebal asobiahnya, sehingga mereka sanggup bermusuh dengan Tuhan. Sebab itu mereka cetuskan Ajaran anti Tuhan- anti Islam, sekularisme dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Yahudi juga dikenali sebagai Zionis. gerakan ini mula di susun rapi setelah Theodore Herl (pengasas organissasi yahudi internasional) menulis buku &#8220;Negara Yahudi&#8221; pada 1896. Konsep ZIONISME yg menganggap kaum yahudi adalah bangsa terpilih menjadi kuasa terunggul utk memerintah dunia ini. memerintah dunia ini dari bukit Zion atau sion di jarussalem sebagai pusat pemerintah yahudi. Disinilah terletaknya masjidil Aqsa yang telah wujud sejak zaman Nabi Ibrahim A.S ia adalah tapak bersejarah bagi semua agama samawi. Namun, kerana Yahudi dan Kristian menolak Nabi Muhammad SAW , MAKA Baitul Maqdis menjadi rebutan antara yahudi, kristian dan Islam.<span id="more-2583"></span> Baitul maqdis adalah kota ketiga terbesar umat Islam selepas Makkah Mukarramah dan Madinah Al-Munawarah.</p>
<p style="text-align:justify;">Makkah Al-Mukarramah:</p>
<p style="text-align:justify;">1) terdapat kaabah dan masjidil Haram,</p>
<p style="text-align:justify;">2) Tanah kelahiran Rasulullah SAW</p>
<p style="text-align:justify;">3) Tapak kenabian Muhammad SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">Madinah Al-Munawarrah</p>
<p style="text-align:justify;">1) Terdapat Masjid Nabawi.</p>
<p style="text-align:justify;">2) Terdapat jasad Rasulullah SAW.</p>
<p style="text-align:justify;">3) Terbina Daulah Islam pertama dimana Yahudi terhalau dari Haramain (Makkah dan Madinah).</p>
<p style="text-align:justify;">Baitul maqdis</p>
<p style="text-align:justify;">1) terdapat masjidil Aqsa</p>
<p style="text-align:justify;">2) Kiblat pertama umat islam sebelum diubah ke Masjidil haram</p>
<p style="text-align:justify;">3) Negeri Isra dan miraj tempat perhentian terakhir sebelum Rasulullah SAW MIRAJ KE SIDRATUL MUNTAHA.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada 639M dibawah pemerintahan khalifah Umar Al-Khattab, Gabenor Amru bin Ash berjaya menawan Baitul Maqdis dengan aman damai. Pada 1099M perang salib pertama, Baitul maqdis jatuh ketangan kristian. Pada tahun 1189M Salahuddin Al-Ayubi menawan semula Baitul Maqdis dari tangan Richard The Lion Heart. Maka sempurnalah tiga kota suci ini berada dalam khalifah Islamiyah hingga 1917M. Dendam Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW dan Islam semakin mendalam. Satu konpirasi dirancang begitu rapi untuk mennentang kebangkitan Islam dari dalam. Yahudi mendirikan pusat Studi Islam untuk melatih ejen-ejen perisikan untuk menyusup ke dalam masyarakat islam. Tahun 1822 didirikan &#8220;Society Asiatic of Paris, di Paris&#8221;. Tahun 1823 Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland didirikan di Inggeris; Tahun 1842 American Oriental Society, didirikan di Amerika; Tahun 1916 University Of london mendirikan School Of Oriental Studies sekarang menjadi SOAS (School of Oriental and African Studies). Ejen-ejen Orientalis itu dihantar ke negara-negara Islam dan untuk menyamar sebagai Ulama. Di antara TOKOH-TOKOH orientalis dari Yahudi dan Kristian yang menyusup ditengah-tengah umat islam adalah Mr. Hempher (Syaikh Muhammad Majmui) pada tahun 1710 dihantar oleh British ke Mesir, turki, iraq, hijjaz dan sekitarnya. Mr. Christiaan Snouck Hurgronye (Syaikh Abdul Ghaffar) 1857-1936) di Aceh dan Nusantara. Duncan Black MacDonald (1863-1943) dihantar ke Amerika dan menjadi rujukan cenderakawan Islam dari seluruh dunia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>WAHABI DICIPTA YAHUDI WAHABI satu konspirasi menjatuhkan Islam dari dalam!!</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Apa itu WAHABI?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Wahabi adalah satu fahaman yang diasaskan Oleh Muhammad Bin Abdul Wahab. Fahaman ini dinisbahkan atas nama bapaknya Abdul Wahab kepada WAHABI, Tidak kepada namanya sendiri kepada Muhammadi. ini kerana kesepakatan Ulama supaya Umat Islam tidak keliru dengan Fahaman yang dibawa Oleh Muhammad bin Abdul wahab dan Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Muhammad bin Abdul Wahab adalah orang yang Lemah Ingatan dan Gagap. Ayah dan Abangnya sendiri menganggap beliau tidak siuman. Muhammad bin Abdul wahab sangat terpengaruh dengan ajaran Ibnu Taimiyah yang mengasaskan fahaman Mujasimmah. kemudian dia mengembara dan belajar di BASRAH. berguru dengan Syaikh Muhammad Al-Majmui iaitu Mr. Hempher. Beliau adalah seorang yang pakar bahasa Arab, turki, parsi dan telah lama mempelajari islam. Mr. Hempher merasuh Muhammad bin Abdul Wahab dengan hadiah Mutaah 2 orang ejen perempuan Yahudi yang menyamar sebagai muslimah. Maka dengan Mudah Yahudi mengatur untuk mengajar Muhammad Bin Abdul wahab tentang fahaman yang baru yang sesuai dengan rancangan yahudi. Dengan ajran yang baru itu, Muhammad bin Abdul Wahab kembali ke kampungnya, Namun ditentang dan diusir oleh bapaknya seorang Ulama Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamaah).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kerjasama Yahudi, Keluarga Al-Saud dan Golongan Wahabi membentuk kerajaan Arab Saudi.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selepas diusir oleh ayahnya, muhammad bin Abdul Wahab menyambung terus menyebarkan ajarannya itu ke seluruh Najd. Perjuangan yang disebarkan oleh muhammad bin Abdul Wahab itu dipantau oleh Mr. Henpher dan disokong oleh kerajaan British. Muhammad Bin Abdul Wahab membawa misi Yahudi kepada pemimpin-pemimpin Arab. Pada Tahun 1747 Muhammad Bin Abdul Wahab bertemu dengan Muhammad bin Sa&#8217;ud, dia adalah keturunan Yahudi. Maka bergabunglah Muhammad Bin Abdul Wahab dengan Muhammad bin Sa&#8217;ud untuk mengembangkan ajaran wahabi. Diantara ajaran wahabi ialah, Siapa yang tidak ikut wahabi di anggap SESAT, KAFIR, HALAL DARAH dan HARTANYA DIRAMPAS. Dengan fatwa Wahabi Ini, Maka orang-orang yang tidak ikut dengan Wahabi akan dibunuh dan hartanya dirampas. Kaum Wahabi melancarkan Perang didalam dan diluar wilayah Najd, seperti Yaman, Hijjaz, daerah sekitar Syria, dan Iraq. Mereka membantai 300 lelaki wilayah kota Al-Ahsa dan merampas harta milik mereka. Pasukan Muhammad Bin Sa&#8217;ud dan Muhammad Bin Abdul Wahab terus melakukan kekejaman keseluruh Arab. Siapa yang Taat kepada ajarannya Wajib berBai&#8217;at, bila melawan Wajib dibunuh dan harta miliknya dirampas.</p>
<p style="text-align:justify;">Diantara Umat Islam yang paling banyak dibunuh oleh pasukan ini adalah, Keturunan Rasulullah SAW. Namun ada diantara keturunan Rasulullah SAW yang sempat melarikan diri ke Malaysia dan Indonesia. Peninggalan Rasulullah SAW dimusnahkan supaya Umat Islam tidak lagi membesarkan Rasulullah SAW dan keturunannya. Pada Tahun 1793 Muhammad Bin Abdul Wahab meninggal dunia, Namun ajaran Wahabi semakin mengembang dengan sokongan keluarga Muhammad Bin Sa&#8217;ud dan British atau Yahudi. Dinasti As-Sa&#8217;ud dan golongan Wahabi terus meluaskan jajahannya hinga pada tahun 1912, berjaya menguasai seluruh Najd.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Yahudi mencetuskan Rovulusi Arab untuk menjatuhkan Empayar Islam Usmaniyyah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika pemimpin Empayar Usmaniyyah telah diserang oleh Penyakit Al-Wahan. Agenda Yahudi seturusnya ialah menghapuskan pemerintahan para syarif Makkah yang bertindak sebagai penjaga Haromain. Yahudi melantik satu ejen Yahudi untuk masuk kedalam bangsa Arab. Ejen ini ialah Sainstis yang menguasai 6 bahasa Dunia, termasuklah bahasa Arab. Yahudi mengesan siapakah Tokoh Bangsa Arab yang Inginkan kekuasaan. Ditemukan tokoh Sherif Hussin, wakil empayar Usmaniyyah di haromain. Yahudi berjaya menghasut dan menipu Sherif Hussain untuk membebaskan diri dari Empayar Islam Usmaniyyah. Yahudi menaburkan semangat Nationalism untuk menentang Bangsa Turki dan memimpin empayar Islam Usmaniyyah. Perhubungan antara Yahudi dan Sherif Husain sangat rapat, Bahkan menjadi kawan karip putranya yang bernama Amir Faisal. Amir Faisal berpaling tadah dan memihak kepada Britain, sejak dari itulah kerajaan Arab jadi Tali barut Britain. Atas nasihat Yahudi, Sherif Hussain mengirim surat rahsia, untuk memohon bantuan tenteran British dengan menjanjikan Sherif Hussain sebagai tentera bagi seluruh wilayah Arab, maka mudahlah Yahudi mencatur keluarga ini untuk mengagih-agihkan wilayah-wilayah sesuai dengan perancangan Yahudi. Pada Tahun 1915 Britain mula menduduki kawasan Iraq, akhirnya pada tahun 1917, Britain menduduki semula kawasan Palestin. Pada tahun 1918, tentera Britain menduduki pusat pemerintahan Turki Usmaniyyah, iaitu Istanbul. Perjanjian Faisal &amp; Weizmann ditandatangani pada 3 januari 1919 dalam persidangan Paris. Weizmann adalah prasident Pertubuhan Zionis Dunia. Selepas perjanjian itu, Weizmann menjadi Prasident pertama dinegara Israel. Iraq diserahkan kepada Amir Faisal, Jarussalam atau Palestin diserahkan kepada Kristian, Baitul Maqdis diserahkan kepada Yahudi. Pada Tahun 1922, setelah tamat perang dunia pertama, persidangan diadakan. Hasil persidangan, Sistem khilafah Islam di Tamatkan. Kedua, Khalifah dibuang keluar negara. Ketiga, Harta Khalifah dirampas. Keempat, kerajaan Turki Baru ditubuhkan atas dasar Sekular dibawah pimpinan Mustafa Khamar. Negara-negara jajahan Turki usmaniyyah di ambil Alih sebagai jajahan British, prancis dan itali.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Yahudi Melantik Wahabi sebagai Penguasa Haromain</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah kejatuhan Empayar Usmaniyyah, Negara-negara kecil seperti Kuwait, Yaman, dan lain-lain diserahkan kepada khabilah-khabilah yang dipilih oleh yahudi. Negara-negara kecil itu, semua tertakluk kepada jajahan British, Prancis dan Itali. Janjinya kepada Sherif Hussain untuk mengangkatnya sebagai penguasa seluruh Arab hanyalah janji Kosong. Sherif Hussain hanya mendapat kerajaan Jordan yang kecil dan miskin. inilah Balasan bagi pengkhianat Islam. Pada Tahun 1925 keluarga As-Sa&#8217;ud berjaya menawan Kota Suci Makkah daripada Sherif Hussain. Pada 10 Januari 1926 Abdul Aziz As-Sa&#8217;ud ditabalkan menjadi Raja Hijjaz di Masjidil Haram, Makkah. Pada tahun 1932 setelah menguasai sebahagian besar semenanjung Arab, Ibnu Sa&#8217;ud menamakan tanah gabunggan hijjaz dan Najd sebagai Arab Saudi. Abdul Aziz ibnu Sa&#8217;ud kemudian menabalkan dirinya sebagai Raja Arab Saudi dengan sokongan Pihak British. Fahaman Wahabi menjadi Agama Rasmi Arab Saudi dan dikembangkan ke seluruh dunia.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Mengapa Yahudi Mencipta Wahabi?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1) Yahudi sangat Faham, kerana kekuatan umat Islam adalah pada kekuatan Rohnya yakni Rohnya sangat kenal Cinta dan Takut kepada Allah SWT, oleh kerana itu Umat islam mesti dipisahkan dari Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">2) Yahudi sangat faham, bahawa kehebatan Umat Islam kerana berjaya menghubungkan kekuatan Roh dan kehidupan Lahir. Maka keyakinan adanya kuasa Roh dalam kehidupan Lahir itu mesti dihapuskan.</p>
<p style="text-align:justify;">3) Yahudi sangat Faham, Bahawa Kunci Kemenangan Umat Islam adalah kerana Adanya Bantuan Ghaib dari Allah SWT, maka Yahudi menghapuskan keyakinan Umat Islam kepada Perkara Ghaib Itu. Ulama Sufi dan Tarikat yang mempunyai karomah dikatakan SESAT dan SYIRIK.</p>
<p style="text-align:justify;">4) Yahudi tahu, bahawa kekuatan Islam adalah kepada Pencintaan Umat kepada Rasulullah SAW, Ahlul Bait, dan Para Sahabat Baginda SAW. Maka segala peninggalan atau amalan boleh meyuburkan kepencintaan itu diMUSNAHkan dengan alasan Bida&#8217;ah, khurafat, dan Syirik serta lain-lain alasan yang diada-adakan.</p>
<p style="text-align:justify;">5) Yahudi sangat faham Selemah-lemah Umat Islam, Mereka sangat fanatik agama para Ulama. Oleh kerana itu, Ulama baru dan Islam gaya baru mesti dicipta yang sesuai dengan Agenda Yahudi itu.</p>
<p style="text-align:justify;">6) Untuk menguasai Kota Suci Umat Islam Haromain. Yahudi tidak dapat menghancurkannya seperti tempat-tempat yang lain kerana ditakutkan Umat Islam sedunia akan bangkit menentang Yahudi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kejahatan Wahabi</strong></p>
<ul>
<li>membuat Fatwa setiap yang Bida&#8217;ah itu sesat dan yang sesat itu neraka.</li>
<li>membuat Fatwa Umat Islam yang tidak ikut ajarannya itu sesat, Halal Darah dan Hartanya dirampas.</li>
<li>Membunuh Keturunan Rasulullah SAW. 4) Menghukumkan Sesat keturunan Rasulullah SAW dan Para sahabat yang Utama.</li>
<li>Menganggap Alam Roh Itu tidak Wujud.</li>
<li>Menolak adanya Alam Lahir dan Alam Roh.</li>
<li>Memusnahkan peninggalan Rasulullah SAW.</li>
<li>Dalam mempelajari Ilmu Usuluddin atau Tauhid menganut fahaman Ibnu Taimiyyah, yang menganggap Tuhan Itu berjisim seperti makhluk atau mujassimah.</li>
<li>Didalam Feqah dibenarkan menampal-nampal mazhab.</li>
<li>Mengambil Sumber Al-Quran dan Hadith tanpa ijma&#8217; Ulama dan Qiyas.</li>
<li>Melarang keras Umat Islam berdoa dengan tawassul (perantaraan).</li>
<li>Melarang menziarahi Kubur sekalipun Makan Nabi muhammad SAW.</li>
<li>menghancurkan bangunan atas tempat lahir Nabi SAW.</li>
<li>Melarang memuji-muji Nabi seperti baca Qasidah, berzanji, Burdah, tahlil, dan sebagainya.</li>
<li>Melarang Umat Islam merayakan dan memperingati Maulidur Rasul, Israk Mikraj, dan semua perayaan hari kerayaan Islam yang lain.</li>
<li>Melarang belajar Sifat 20 dan menuduh sesat fahaman Asy&#8217;ari iaitu fahaman Kaum Ahlus sunnah Wal Jamaah.</li>
<li>Melarang Amalan Tarikat, Umpamanya Tarikat Naqsabandiyyah, Syazali, Muhammadiah dan lain-lain tarikat.</li>
<li>Mengundang Amerika untuk mengesport kekayaan minyak di timur tengah.</li>
<li>Berkomplot dengan Amerika membina pengkalan tentera di Arab Saudi.</li>
<li>Meminta bantuan tentera bersekutu dalam perang, untuk menghancurkan Saddam Hussain.</li>
<li>Mencetuskan Gerakkan Teroris seperti Al-Qaeda, dan lain-lain. Untuk memburukkan Imej Islam.</li>
<li>Mengubah Arab menjadi Negara Yahudi, dan Haromain menjadi Kota Yahudi, dan lain-lain kejahatan yang merupakan konfirasi Yahudi seperti Punk, Skin Head, Black Metal, Chikano dan lain-lainnya. yakni Untuk menghapuskan keyakinan dan cinta Umat Islam kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. supaya umat islam mengikut cara hidup yahudi dan meninggalkan Tuhan Nabi Muhammad SAW.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Jelaslah bahawa tujuan Wahabi adalah untuk meninggalkan Allah SWT dan Rasulullah SAW dan mengikuti Yahudi. Wahabi adalah buatan Yahudi. Siapakah yang akan memerangi Wahabi? Wahai Umat Islam seluruh Dunia, Setelah kita tahu Rahsia ini, Marilah kita perangai Wahabi dan Yahudi dengan Langkah-langkah Ini.</p>
<p style="text-align:justify;">1) Jangan terpengaruh dengan Ajaran ini, jaga diri dan keluarga Anda dari aliran Ini.</p>
<p style="text-align:justify;">2) Berpegang teguhlah kepada Ahlus Sunnah Wal Jamaah iaitu Aqidah yang dibawa Imam Abu Hassan Al-Asy&#8217;ari dan Imam Abu Mansur Al-Muntaridi.</p>
<p style="text-align:justify;">3) Kuatkan Hubungan dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW, Kuatkan Hablum minal lah dan Hablum minal Nas.</p>
<p style="text-align:justify;">4) Berfeqah dengan salah satu mazhab yang 4 iaitu Syafi&#8217;e, Maliki, Hanbali dan Hanafi. jangan dicampur-campur.</p>
<p style="text-align:justify;">5) Lawanlah Hawa Nafsu Buang segala Sifat Jahat dalam Diri Kita dengan berTasawuf berpandukan Imam Al-Ghazali.</p>
<p style="text-align:justify;">6) Amalkan wirid dan zikir secara berdisiplin dan istiqamah atau amalkan Tarikat yang ada Mursyid.</p>
<p style="text-align:justify;">7) Jangan Mudah terpancing tawaran manis wahabi.</p>
<p style="text-align:justify;">8) jangan sekali-kali terlibat dengan gerakkan militan.</p>
<p style="text-align:justify;">9) Banyaklah bertaubat atas dosa-dosa sendiri dan dosa Umat Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">10) Berdoalah kepada Allah SWT supaya Allah SWT segera Hantar pemimpin yang membawa kebenaran untuk menentang Wahabi dan menghapuskan ajaran ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : Putera Tasawuf. <strong><a href="http://www.facebook.com/groups/101089819982458/">Menyingkap Kesesatan-Kesesatan Salafi Wahabi</a></strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/berita/'>Berita</a> Tagged: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/kesalahan-wahabi/'>Kesalahan Wahabi</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/sejara-join-wahabi-yahudi/'>Sejara Join Wahabi Yahudi</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/wahabi/'>Wahabi</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/yahudi-wahabi/'>Yahudi Wahabi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/2583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/2583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/2583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/2583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/2583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/2583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/2583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/2583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/2583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/2583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/2583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/2583/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/2583/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/2583/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2583&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/31/sejarah-wahabi-diyahudikan-oleh-yahudi-kenapa-yahudi-mencipta-wahabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/07/188016_101089819982458_4387078_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">188016_101089819982458_4387078_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Taubatnya Ibnu Taimiyah di Tangan Ulama&#8217; Aswaja</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/26/kisah-taubatnya-ibnu-taimiyah-di-tangan-ulama-aswaja/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/26/kisah-taubatnya-ibnu-taimiyah-di-tangan-ulama-aswaja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 12:52:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu taimiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Taubatnya Ibnu Taimiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=2540</guid>
		<description><![CDATA[FAKTA SEJARAH (Kisah taubatnya Ibnu Taimiyah di tangan Ulama Ahlus sunnah waljama&#8217;ah) بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله ذي الحمد المجيد، والصلاة والسلام على سيدنا رسول الله محمد خير العَبيد، ثم على المُبَشِّرين به وآله وصَحْبِه وخُلفائه وورثته إلى يوم &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/26/kisah-taubatnya-ibnu-taimiyah-di-tangan-ulama-aswaja/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2540&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/26/kisah-taubatnya-ibnu-taimiyah-di-tangan-ulama-aswaja/gua-ludiyan-1/" rel="attachment wp-att-2541"><img class="alignleft size-medium wp-image-2541" title="Gua-ludiyan-1" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/07/gua-ludiyan-1.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>FAKTA SEJARAH (Kisah taubatnya Ibnu Taimiyah di tangan Ulama Ahlus sunnah waljama&#8217;ah)</p>
<p style="text-align:justify;">بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله ذي الحمد المجيد، والصلاة والسلام على سيدنا رسول الله محمد خير العَبيد، ثم على المُبَشِّرين به وآله وصَحْبِه وخُلفائه وورثته إلى يوم المَزيد. اما بعد :</p>
<p style="text-align:justify;">Sedikit saya akan mengungkap fakta sejarah yang jarang dikupas secara singkat tentang kisah taubatnya seorang figur yang menjadi cikal bakal ajaran wahhabiyah yaitu Ibnu Taimiyyah Al-Harrani. Fakta sejarah ini telah ditulis oleh banyak ulama Ahlus sunnah wal jama’ah yang hidup sezaman dengan Ibnu Taimiyyah bahkan di antara mereka adalah mantan murid dari Ibnu Taimiyyah, seperti Adz-Dzahabi dan Ibnu Syakir. Para ulama yang menulis sejarah Ibnu Taimiyyah adalah orang-orang yang hidup semasa dengan Ibnu Taimiyyah, mereka menyaksikan, bertemu langsung dan bahkan ada yang berguru kepadanya sebelum Ibnu Taimiyyah menyimpang dari ajaran salaf kemudian membebaskan diri setelah mengetahui Ibnu Taimiyyah menyimpang dari ajaran mayoritas umat muslim. Maka mereka para ulama tersebut lebih mengetahui sejarah dan ajaran Ibnu Taimiyyah ketimbang kita dan para wahhabi sekarang ini. Sebelumnya ada baiknya kita mengetahui sedikit komentar para ulama Ahlus sunnah wal jama’ah tentang ajaran Ibnu Taimiyyah :<span id="more-2540"></span></p>
<p style="text-align:justify;">قال المحدث الحافظ الفقيه ولي الدين العراقي ابن الشيخ الحفاظ زين الدين العراقي : انه خرق الاجماع في مسائل كثيرة قيل تبلغ ستين مسألة بعضها في الاصول و بعضها في الفروع خالف فيها بعد انعقاد الاجماع عليها. ( الاجوبة المرضية على المسألة المكية</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang Ahli Hadits yang mendapat gelar Al-Hafidz Al-Faqih, Waliyuddin Al-Iraqi bin Syaikh Al-Haffadz Zainuddin Al-Iraqi berkata “ Sesungguhnya Ibnu Taimiyyah telah merusak mayoritas umat muslim di dalam banyak permasalahan, dikatakan mencapai 60 permasalahan sebagian mengenai akidah dan sebagian lainnya mengenai furu’. Ia telah menyalahi permasalahan-permasalahan yang telah disepakati oleh umat Islam “. (Al-Ajwibatul Mardhiyyah ‘alal mas-alatil makkiyyah)</p>
<p style="text-align:justify;">قال الشيخ ابن حجر الهيتمي ناقلا المسائل التي خالف فيها ابن تيميه اجماع المسلمين ما نصه : وان العالم قديم بالنوع ولم يزل مع الله مخلوقا دائما فجعله موجبا بالذات لا فاعلا بالاختيارتعالى الله عن ذالك, وقوله بالجسمبة والجهة والانتقال و انه بقدر العرش لااصغر ولا اكبر , تعالى الله عن هذا الافتراء الشنيع القبيخ والكفر البراح الصريح. (الفتاوى الحديثية ص: ١١٦</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Ibnu Hajar Al-Haitamy berkata dengan menukil permasalahan-permasalahan Ibnu Taimiyyah yang menyalahi kesepakatan umat Islam, yaitu : (Ibnu Taimiyyah telah berpendapat) bahwa Alam itu bersifat dahulu dengan satu macam, dan selalu makhluk bersama Allah. Ia telah menyandarkan alam dengan Dzat Allah Swt bukan dengan perbuatan Allah secara ikhtiar, sungguh Maha Luhur Allah dari penyifatan yang demikian itu. Ibnu Taimiyyah juga berkeyakinan adanya jisim pada Allah Swt, arah dan perpindahan. Ia juga berkeyakinan bahwa Allah tidak lebih kecil dan tidak lebih besar dari Arsy. Sungguh Allah maha Suci atas kedustaan keji dan buruk ini serta kekufuran yang nyata “. (Al-Fatawa Al-Haditsiyyah : 116)</p>
<p style="text-align:justify;">وقال ايضا ما نصه : واياك ان تصغي الى ما في كتب ابن تيمية وتلميذه ابن القيم الجوزية وغيرهما ممن اتخذ الهه هواه واضله الله على علم و ختم على سمعه وقلبه وجعل على بصره غشاوة فمن يهديه من بعدالله. و كيف تجاوز هؤلاء الملحدون الحدود و تعدواالرسوم وخرقوا سياج الشربعة والحقيقة فظنوا بذالك انهم على هدى من ربهم وليسوا كذالك. (الفتاوى الحديثية ص:۲۰۳</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau Syaikh Ibnu Hajar juga berkata “ Maka berhati-hatilah kamu, jangan kamu dengarkan apa yang ditulis oleh Ibnu Taimiyyah dan muridnya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah dan selain keduanya dari orang-orang yang telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah telah menyesatkannya dari ilmu serta menutup telinga dan hatinya dan menjdaikan penghalang atas pandangannya. Maka siapakah yang mampu member petunjuk atas orang yang telah Allah jauhkan ?. Bagaimana orang-orang sesat itu telah melampai batasan-batasan syare’at dan aturan, dan mereka pun juga telah merobek pakaian syare’at dan hakikat, mereka masih menyangka bahwa mereka di atas petunjuk dari Tuhan mereka, padahal sungguh tidaklah demikian “. (Al-Fatawa Al-Haditsiyyah : 203) Seorang ulama besar Syaikh Abu Al-Hasan Ali Ad-Dimasyqi Rh berkata dari ayahnya bahwasanya belia bercerita “ Ketika kami sedang duduk di majlis Ibnu Taimiyyah, dan ia berceramah hingga sampai pada pembahasan ayat Istiwa, ia berkata “ Allah Swt beristiwa di atas arasy-Nya seperti istiwaku ini “, maka manusia kaget dan segera melompat ke arah Ibnu Taimiyyah dengan satu lompatan dan menurunkanya dari kursi kemudian orang-orang segera menampar dan memukulnya dengan sandal-sandal mereka dan selainnya. Mereka membawa Ibnu Taimiyyah ke salah satu hakim, maka berkumpullah di majlis tersebut para ulama dan mereka mulai mengintrogasinya “ Apa dalil dari yang telah engkau katakan tadi ? “, Ibnu Taimiyyah menjawab “ Firman Allah Swt ; Ar-Rahmaanu ‘alal arsyis tawaa “, maka para ulama tertawa dan tahulah mereka bahwa ibnu taimiyyah adalah orang bodoh. Yang tidak mengetahui kaidah-kaidah ilmu. Kemudian para ulama bertanya lagi untuk memastikan urusannya “ Apa pendapatmu tentang firman Allah : فاينما تولوا فثم وجه الله “ Dimanapun kamu menghadap maka di sanalah wajah Allah “ ? Maka Ibnu Taimiyyah menjawab dengan jawaban yang meyakinkan bahwa ia termasuk orang bodoh yang sebenarnya, ia tidak mengetahui apa yang ia katakana dan ia telah tertipu oleh pujian orang-orang awam padanya dan beberapa para ulama jumud yang kosong dari ilmu yang berdasarkan dalil-dalil. (Al-Maqoolat As-Sunniyah : 36) Sangat banyak hujatan para ualam Aswaja (Ahlus sunnah wal jama’ah) kepada Ibnu Taimiyyah mengenai ajaran-ajarannya yang menyimpang dari mayoritas ulama dan umat Islam, bahkan para ulama sempat mengarang kitab-kitab untuk membantaha ajaran-ajarannya dan demi menyelamatkan umat Islam dari kesesatannya. Di antaranya : Al-Qâdlî al-Mufassir Badruddin Muhammad ibn Ibrahim ibn Jama’ah asy-Syafi’i (w 733 H). Al-Qâdlî Ibn Muhammad al-Hariri al-Anshari al-Hanafi. Al-Qâdlî Muhammad ibn Abi Bakr al-Maliki. Al-Qâdlî Ahmad ibn Umar al-Maqdisi al-Hanbali. Ke empat ulama yang juga menjabat qodhi inilah yang merekomendasikan fatwa untuk memenjarakan Ibnu Taimiyyah. Dan sempat berpindah-pindah penjara. Syekh Shaleh ibn Abdillah al-Batha-ihi, Syekh al-Munaibi’ ar-Rifa’i. salah seorang ulama terkemuka yang telah menetap di Damaskus (w 707 H). Syekh Kamaluddin Muhammad ibn Abi al-Hasan Ali as-Sarraj ar-Rifa’i al-Qurasyi asy-Syafi’i. salah seorang ulama terkemuka yang hidup semasa dengan Ibn Taimiyah sendiri. • Tuffâh al-Arwâh Wa Fattâh al-Arbâh Ahli Fiqih dan ahli teologi serta ahli tasawwuf terkemuka di masanya; Syekh Tajuddin Ahmad ibn ibn Athaillah al-Iskandari asy-Syadzili (w 709 H). Pimpinan para hakim (Qâdlî al-Qudlât) di seluruh wilayah negara Mesir; Syekh Ahmad ibn Ibrahim as-Suruji al-Hanafi (w 710 H) • I’tirâdlât ‘Alâ Ibn Taimiyah Fi ‘Ilm al-Kalâm. Pimpinan para hakim madzhab Maliki di seluruh wilayah negara Mesir pada masanya; Syekh Ali ibn Makhluf (w 718 H). Di antara pernyataannya sebagai berikut: “Ibn Taimiyah adalah orang yang berkeyakinan tajsîm, dan dalam keyakinan kita barangsiapa berkeyakinan semacam ini maka ia telah menjadi kafir yang wajib dibunuh”. Syekh al-Faqîh Ali ibn Ya’qub al-Bakri (w 724 H). Ketika suatu waktu Ibn Taimiyah masuk wilayah Mesir, Syekh Ali ibn Ya’qub ini adalah salah seorang ulama terkemuka yang menentang dan memerangi berbagai faham sesatnya. Al-Faqîh Syamsuddin Muhammad ibn Adlan asy-Syafi’i (w 749 H). Salah seorang ulama terkemuka yang hidup semasa dengan Ibn Taimiyah yang telah mengutip langsung bahwa di antara kesesatan Ibn Taimiyah mengatakan bahwa Allah berada di atas arsy, dan secara hakekat Dia berada dan bertempat di atasnya, juga mengatakan bahwa sifat Kalam Allah berupa huruf dan suara. Imam al-Hâfizh al-Mujtahid Taqiyuddin Ali ibn Abd al-Kafi as-Subki (w 756 H). • al-I’tibâr Bi Baqâ’ al-Jannah Wa an-Nâr. • ad-Durrah al-Mudliyyah Fî ar-Radd ‘Alâ Ibn Taimiyah. • Syifâ’ as-Saqâm Fî Ziyârah Khair al-Anâm. • an-Nazhar al-Muhaqqaq Fi al-Halaf Bi ath-Thalâq al-Mu’allaq. • Naqd al-Ijtimâ’ Wa al-Iftirâq Fî Masâ-il al-Aymân Wa ath-Thalâq. • at-Tahqîq Fî Mas-alah at-Ta’lîq. • Raf’u asy-Syiqâq Fî Mas’alah ath-Thalâq. Al-Muhaddits al-Mufassir al-Ushûly al-Faqîh Muhammad ibn Umar ibn Makki yang dikenal dengan sebutan Ibn al-Murahhil asy-Syafi’i (w 716 H). Di masa hidupnya ulama besar ini telah berdebat dan memerangi Ibn Taimiyah. Imam al-Hâfizh Abu Sa’id Shalahuddin al-‘Ala-i (w 761 H). Imam terkemuka ini mencela dan telah memerangi Ibn Taimiyah. Lihat kitab Dakhâ-ir al-Qashr Fî Tarâjum Nubalâ’ al-‘Ashr karya Ibn Thulun pada halaman 32-33. • Ahâdîts Ziyârah Qabr an-Naby. Pimpinan para hakim (Qâdlî al-Qudlât) kota Madinah Imam Abu Abdillah Muhammad ibn Musallam ibn Malik ash-Shalihi al-Hanbali (w 726 H). Imam Syekh Ahmad ibn Yahya al-Kullabi al-Halabi yang dikenal dengan sebutan Ibn Jahbal (w 733 H), semasa dengan Ibn Taimiyah sendiri. • Risâlah Fî Nafyi al-Jihah. Al-Qâdlî Kamaluddin ibn az-Zamlakani (w 727 H). Ulama besar yang semasa dengan Ibn Taimiyah ini telah memerangi seluruh kesesatan Ibn Taimiyah, hingga beliau menuliskan dua risalah untuk itu. Pertama dalam masalah talaq, dan kedua dalam masalah ziarah ke makam Rasulullah. Al-Qâdlî Shafiyuddin al-Hindi (w 715 H), semasa dengan Ibn Taimiyah sendiri. Al-Faqîh al-Muhaddits Ali ibn Muhammad al-Baji asy-Syafi’i (w 714 H). Telah memerangi Ibn Taimiyah dalam empat belas keyakinan sesatnya, dan telah mengalahkan serta menundukannya. Sejarawan terkemuka (al-Mu-arrikh) al-Faqîh al-Mutakallim al-Fakhr ibn Mu’allim al-Qurasyi (w 725 H). • Najm al-Muhtadî Wa Rajm al-Mu’tadî Al-Faqîh Muhammad ibn Ali ibn Ali al-Mazini ad-Dahhan ad-Damasyqi (w 721 H). • Risâlah Fî ar-Radd ‘Alâ Ibn Taimiyah Fî Mas-alah ath-Thalâq. • Risâlah Fî ar-Radd ‘Alâ Ibn Taimiyah Fî Mas-alah az-Ziayârah Al-Faqîh Abu al-Qasim Ahmad ibn Muhammad ibn Muhammad asy-Syirazi (w 733 H). • Risâlah Fi ar-Radd ‘Alâ Ibn Taimiyah Al-Faqîh al-Muhaddits Jalaluddin al-Qazwini asy-Syafi’i (w 739 H). As-Sulthan Ibn Qalawun (w 741 H). Beliau adalah Sultan kaum Muslimin saat itu, telah menuliskan surat resmi prihal kesesatan Ibn Taimiyah. Al-Hâfizh adz-Dzahabi (w 748 H) yang merupakan murid Ibn Taimiyah sendiri. • Bayân Zaghl al-‘Ilm Wa ath-Thalab. • an-Nashîhah adz-Dzahabiyyah. Al-Mufassir Abu Hayyan al-Andalusi (745 H). • Tafsîr an-Nahr al-Mâdd Min al-Bahr al-Muhîth Syekh Afifuddin Abdullah ibn As’ad al-Yafi’i al-Yamani al-Makki (w 768 H). Al-Faqîh Syekh Ibn Bathuthah, salah seorang ulama terkemuka yang telah banyak melakukan rihlah (perjalanan). Al-Faqîh Tajuddin Abdul Wahhab ibn Taqiyuddin Ali ibn Abd al-Kafi as-Subki (w 771 H). • Thabaqât asy-Syâfi’iyyah al-Kubrâ Seorang ulama ahli sejarah terkemuka (al-Mu-arrikh) Syekh Ibn Syakir al-Kutubi (w 764 H). • ‘Uyûn at-Tawârikh. Syekh Umar ibn Abi al-Yaman al-Lakhmi al-Fakihi al-Maliki (w 734 H). • at-Tuhfah al-Mukhtârah Fî ar-Radd ‘Alâ Munkir az-Ziyârah Al-Qâdlî Muhammad as-Sa’di al-Mishri al-Akhna’i (w 750 H). • al-Maqâlât al-Mardliyyah Fî ar-Radd ‘Alâ Man Yunkir az-Ziyârah al-Muhammadiyyah, dicetak satu kitab dengan al-Barâhîn as-Sâthi’ah karya Syekh Salamah al-Azami. Syekh Isa az-Zawawi al-Maliki (w 743 H). • Risâlah Fî Mas-alah ath-Thalâq. Syekh Ahamad ibn Utsman at-Turkimani al-Jauzajani al-Hanafi (w 744 H). • al-Abhâts al-Jaliyyah Fî ar-Radd ‘Alâ Ibn Taimiyah. Imam al-Hâfizh Abdul Rahman ibn Ahmad yang dikenal dengan Ibn Rajab al-Hanbali (w 795 H). • Bayân Musykil al-Ahâdîts al-Wâridah Fî Anna ath-Thalâq ats-Tsalâts Wâhidah. Imam al-Hâfizh Ibn Hajar al-Asqalani (w 852 H). • ad-Durar al-Kâminah Fî A’yân al-Mi-ah ats-Tsâminah. • Lisân al-Mizân. • Fath al-Bâri Syarh Shahîh al-Bukhâri. • al-Isyârah Bi Thuruq Hadîts az-Ziyârah. Imam al-Hâfizh Waliyuddin al-Iraqi (w 826 H). • al-Ajwibah al-Mardliyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-As-ilah al-Makkiyyah. Al-Faqîh al-Mu-arrikh Imam Ibn Qadli Syubhah asy-Syafi’i (w 851 H). • Târîkh Ibn Qâdlî Syubhah. Al-Faqîh al-Mutakallim Abu Bakar al-Hushni penulis kitab Kifâyah al-Akhyâr (829 H). • Daf’u Syubah Man Syabbah Wa Tamarrad Wa Nasaba Dzâlika Ilâ Imam Ahmad. Salah seorang ulama terkemuka di daratan Afrika pada masanya; Syekh Abu Abdillah ibn Arafah at-Tunisi al-Maliki (w 803 H). Al-‘Allâmah Ala’uddin al-Bukhari al-Hanafi (w 841 H). Beliau mengatakn bahwa Ibn Taimiyah adalah seorang yang kafir. Beliau juga mengkafirkan orang yang menyebut Ibn Taimiyah dengan Syekh al-Islâm jika orang tersebut telah mengetahui kekufuran-kekufuran Ibn Taimiyah. Pernyataan al-’Allâmah Ala’uddin al-Bukhari ini dikutip oleh Imam al-Hâfizh as-Sakhawi dalam kitab adl-Dlau’ al-Lâmi’. Dan masih banyak lagi ulama yang lainnya. ******* Sekarang marilah kita simak penuturan seorang ulama yang sezaman dengan Ibnu Taimiyyah yaitu Ibnu Syakir Al-Kutuby dalam salah satu kitab tarikhnya juz 20 yang telah diabadikan oleh seorang ulama besar dari kalangan Ahklus sunnah yang terkenal di seluruh penjuru dunia yaitu Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Astqolani dalam kitabnya “ Ad-Duroru Al-Kaaminah “ dan beliau juga penyarah kitab Shohih Bukhori yang dinamakan Fathu Al-Bari. Berikut penuturan beliau yang begitu panjang namun saya singkat dengan tanpa menghilangkan maksud tujuannya : Sidang Pertama : “ Di tahun 705 di hari ke delapan bulan Rajab, Ibnu Taimiyyah disidang dalam satu majlis persidangan yang dihadiri oleh para penguasa dan para ulama ahli fiqih di hadapan wakil sulthon. Maka Ibnu Taimiyyah ditanya tentang aqidahnya, lalu ia mengutarakan sedikit dari aqidahnya. Kemudian dihadirkan kitab aqidahnya Al-Wasithiyyah dan dibacakan dalam persidangan, maka terjadilah pembahasan yang banyak dan masih ada sisa pembahasan yang ditunda untuk sidang berikutnya. Dan di tahun 707 hari ke-6 bulan Rabi’ul Awwal hari kamis, Ibnu Taimiyyah menyatakan taubatnya dari akidah dan ajaran sesatnya di hadapan para ulama Ahlus sunnah wal jama’ah dari kalangan empat madzhab, bahkan ia membuat perjanjian kepada para ulama dan hakim dengan tertulis dan tanda tangan untuk tidak kembali ke ajaran sesatnya, namun setelah itu ia pun masih sering membuat fatwa-fatwa nyeleneh dan mengkhianati surat perjanjiannya hingga akhirnya ia mondar-mandir masuk penjara dan wafat di penjara sebagaimana nanti akan diutarakan ucapan dari para ulama. Berikut ini pernyataan Ibnu taimiyyah tentang pertaubatannya :</p>
<p style="text-align:justify;">الحمد الله، الذي أعتقده أن في القرءان معنى قائم بذات الله وهو صفة من صفات ذاته القديمة الأزلية وهو غير مخلوق، وليس بحرف ولا صوت، وليس هو حالا في مخلوق أصلا ولا ورق ولا حبر ولا غير ذلك، والذي أعتقده في قوله: ? الرحمن على آلعرش آستوى ? [سورة طه] أنه على ما قال الجماعة الحاضرون وليس على حقيقته وظاهره، ولا أعلم كنه المراد به، بل لا يعلم ذلك إلا الله، والقول في النزول كالقول في الاستواء أقول فيه ما أقول فيه لا أعرف كنه المراد به بل لا يعلم ذلك إلا الله، وليس على حقيقته وظاهره كما قال الجماعة الحاضرون، وكل ما يخالف هذا الاعتقاد فهو باطل، وكل ما في خطي أو لفظي مما يخالف ذلك فهو باطل، وكل ما في ذلك مما فيه إضلال الخلق أو نسبة ما لا يليق بالله إليه فأنا بريء منه فقد تبرأت منه وتائب إلى الله من كل ما يخالفه وكل ما كتبته وقلته في هذه الورقة فأنا مختار فى ذلك غير مكره. كتبه أحمد بن تيمية) وذلك يوم الخميس سادس شهر ربيع الآخر سنة سبع وسبعمائة</p>
<p style="text-align:justify;">“ Segala puji bagi Allah yang aku yakini bahwa di dalam Al-Quran memiliki makna yang berdiri dengan Dzat Allah Swt yaitu sifat dari sifat-sifat Dzat Allah Swt yang maha dahulu lagi maha azali dan al-Quran bukanlah makhluq, bukan berupa huruf dan suara, bukan suatu keadaan bagi makhluk sama sekali dan juga bukan berupa kertas dan tinta dan bukan yang lainnya. Dan aku meyakini bahwa firman Allah Swt “ الرحمن على آلعرش آستوى adalah apa yang telah dikatakan oleh para jama’ah (ulama) yang hadir ini dan bukanlah istawa itu secara hakekat dan dhohirnya, dan aku pun tidak mengetahui arti dan maksud yang sesungguhnya kecuali Allah Swt, bukan istawa secara hakekat dan dhohir seperti yang dinyatakan oleh jama’ah yang hadir ini. Semua yang bertentangan dengan akidah ini adalah batil. Dan semua apa yang ada dalam tulisanku dan ucapanku yang bertentangan dari semua itu adalah batil. Semua apa yang telah aku tulis dan ucapkan sebelumnya adalah suatu penyesatan kepada umat atau penisbatan sesuatu yang tidak layak bagi Allah Swt, maka aku berlepas diri dan menjauhkan diri dari semua itu. Aku bertaubat kepada Allah dari ajaran yang menyalahi-Nya. Dan semua yang aku dan aku ucapkan di kertas ini maka aku dengan suka rela tanpa adanya paksaan “ Telah menulisnya : (Ahmad Ibnu Taimiyyah) Kamis, 6-Rabiul Awwal-707 H. Di atas surat pernyaan itu telah ditanda tangani di bagian atasnya oleh Ketua hakim, Badruddin bin jama’ah. Pernyataan ini telah disaksikan, diakui dan ditanda tangani oleh : &#8211; Muhammad bin Ibrahim Asy-Syafi’i, beliau menyatakan : اعترف عندي بكل ما كتبه بخطه في التاريخ المذكور (Aku mengakui segala apa yang telah dinyatakan oleh Ibnu Taimiyyah ditanggal tersebut) &#8211; Abdul Ghoni bin Muhammad Al-Hanbali : اعترف بكل ما كتب بخطه (Aku mengakui apa yang telah dinyatakannya) &#8211; Ahmad bin Rif’ah &#8211; Abdul Aziz An-Namrowi : أقر بذلك (Aku mengakuinya) &#8211; Ali bin Miuhammad bin Khoththob Al-Baji Asy-Syafi’I : أقر بذلك كله بتاريخه (Aku mengakui itu dengan tanggalnya) &#8211; Hasan bin Ahmad bin Muhammad Al-Husaini : جرى ذلك بحضوري في تاريخه (Ini terjadi di hadapanku dengan tanggalnya) &#8211; Abdullah bin jama’ah (Aku mengakuinya) &#8211; Muhammad bin Utsman Al-Barbajubi : أقز بذلك وكتبه بحضوري (Aku mengakuinya dan menulisnya dihadapanku). Mereka semua adalah para ulama besar di masa itu salah satunya adalah syaikh Ibnu Rif’ah yang telah mengarang kitab Al-Matlabu Al-‘Aali “ syarah dari kitab Al-Wasith imam Ghozali sebanyak 40 jilid. Namun faktanya Ibnu Taimiyah tidak lama melanggar perjanjian tersebut dan kembali lagi dengan ajaran-ajaran menyimpangnya. Sampai-sampai dikatakan oleh seorang ulama : لكن لم تمض مدة على ذلك حتى نقض ابن تيمية عهوده ومواثيقه كما هو عادة أئمة الضلال ورجع إلى عادته القديمة في الإضلال. “ Akan tetapi tidak lama setelah itu Ibnu Taimiyyah melanggar perjanjian dan pernyataannya itu sebegaimana kebiasaan para imam sesat dan ia kembali pada kebiasaan lamanya di dalam menyesatkan umat “<br />
Sidang kedua : Diadakan hari jum’ah hari ke-12 dari bulan Rajab. Ikut hadir saat itu seorang ulama besar Shofiyuddin Al-Hindiy. Maka mulailah pembahasan, mereka mewakilkan kepada syaikh Kamaluddin Az-Zamalkani dan akhirnya beliau memenangkan diskusi itu, beliau telah membungkam habis Ibnu Taimiyyah dalam persidangan tersebut. Ibnu Taimiyyah merasa khawatir atas dirinya, maka ia member kesaksian pada orang-orang yang hadir bahwa ia mengaku bermadzhab Syafi’I dan beraqidah dengan aqidah imam Syafi’i. Maka orang-orang ridho dengannya dan mereka pun pulang. Sidang ketiga : Sebelumnya Ibnu Taimiyyah mengaku bermadzhab Syafi’I, namun pada kenyataannya ia masih membuat ulah dengan fatwa-fatwa yang aneh-aneh sehingga banyak mempengaruhi orang lain. Maka pada akhir bulan Rajab, para ulama ahli fiqih dan para qodhi berkumpul di satu persidangan yang dihadiri wakil shulthon saat itu. Maka mereka semua saling membahas tentang permasalahan aqidah dan berjalanlah persidangan sbgaiamana persidangan yang pertama. Setelah beberapa hari datanglah surat dari sulthon untuk berangkat bersama seorang utusan dari Mesir dengan permintaan ketua qodhi Najmuddin. Di antara isi surat tersebut berbunyi “ Kalian mengetahui apa yang terjadi di tahun 98 tentang aqidah Ibnu Taimiyyah “. Maka mereka bertanya kepada orang-orang tentang apa yang terjadi pada Ibnu Taimiyyah. Maka orang-orang mendatangkan aqidah Ibnu Taimiyyah kepada qodhi Jalaluddin Al-Quzwaini yang pernah dihadapkan kepada ketua qodhi imamuddin. Maka mereka membincangkan masalah ini kepada Raja supaya mengirim surat untuk masalah ini dan raja pun mnyetujuinya. Kemudian setelah itu Raja memerintahkan syamsuddin Muhammad Al-Muhamadar Ibnuuntuk mendatangi Ibnu Taimiyyah dan ia pun berkata kepada Ibnu Taimiyyah “ Raja telah memerintahkanmu untuk pergi esok hari. Maka Ibnu Taimiyyah berangkat ditemani oleh dua Abdullah dan Abdurrahman serta beberapa jama’ahnya. Siding keempat : Maka pada hari ketujuh bulan Syawwal sampailah Ibnu Taimiyyah ke Mesir dan diadakan satu persidangan berikutnya di benteng Kairo di hadapan para qodhi dan para ulama ahli fiqih dari empat madzhab. Kemudian syaikh Syamsuddin bin Adnan Asy-Syafi’I berbicara dan menyebutkan tentang beberapa fasal dari aqidah Ibnu Taimiyyah. Maka Ibnu Taimiyyah memulai pembicaraan dengan pujian kepada Allah Swt dan berbicara dengan pembicaraan yang mengarah pada nasehat bukan pengklarifikasian. Maka dijawa “ Wahai syaikh, apa yang kau bicarakan kami telah mengetahuinya dan kami tidak ada hajat atas nasehatmu, kami telah menampilkan pertanyaan padamu maka jawablah ! “. Ibnu Taimiiyah hendak mengulangi pujian kepada Allah, tapi para ulama menyetopnya dan berkata “ Jawablah wahai syaikh “. Maka Ibnu Taimiyyah terdiam “. Dan para ulama mengulangi pertanyaan berulang-ulang kali tapi Ibnu Taimiyyah selalu berbeli-belit dalam berbicara. Maka seorang qodhi yang bermadzhab Maliki memerintahkannya untuk memenjarakan Ibnu Taimiyyah di satu ruangan yang ada di benteng tersebut bersama dua saudaranya yang ikut bersamanya itu. Begitu lamanya ia menetap di penjara dalam benteng tersebut hingga ia wafat dalam penjara pada malam hari tanggal 22, Dzulqo’dah tahun 728 H. Demikian lah sejarah singkat Ibnu Taimiyah seorag figure dari cikal-bakal munculnya ajaran wahhabiyyah dan seorang ulama andalan yang dijadikan rujukan oleh para ulama wahhabi. Semoga hal ini menjadi renungan bagi para pengikut wahhabi… (Insya Allah (jika Allah meanqdirkan umur panjang), berikutnya saya akan menulis sejarah lengkapnya Ibnu Taimiyah dan saya tampikan teks surat-surat dari para hakim saat itu dan juga surat dari para ulama besar serta mantan-mantan muridnya yang juga sempat menulis surat nasehat untuk Ibnu Taimiyyah.) وصلى الله على سيدنا محمد و علي اله وصحبه اجمعين والحمد لله رب العالمين (Ibnu Abdillah Al-Katibiy)</p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/tokoh/'>Tokoh</a> Tagged: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/fakta-sejarah/'>Fakta Sejarah</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/ibnu-taimiyah/'>ibnu taimiyah</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/sejarah-taubatnya-ibnu-taimiyah/'>Sejarah Taubatnya Ibnu Taimiyah</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/2540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/2540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/2540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/2540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/2540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/2540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/2540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/2540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/2540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/2540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/2540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/2540/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/2540/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/2540/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2540&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/26/kisah-taubatnya-ibnu-taimiyah-di-tangan-ulama-aswaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/07/gua-ludiyan-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Gua-ludiyan-1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Talqin Mayit, Bid&#8217;ahkah??</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/18/talqin-mayit-bidahkah/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/18/talqin-mayit-bidahkah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jul 2011 06:22:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fikroh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=2528</guid>
		<description><![CDATA[Telah umum dalam masyarakat kita, selesai jenazah dimakamkan salah seorang dari pihak keluarga mayit duduk disamping makam lalu mulai melafadzkan bacaan Talqin bagi mayit. Namun dewasa ini, ada satu kelompok yang mengklaim dirinya paling  mengikuti al-Qur’an dan sunnah dengan pemahaman para sahabat &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/18/talqin-mayit-bidahkah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2528&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/18/talqin-mayit-bidahkah/attachment/12/" rel="attachment wp-att-2529"><img class="alignleft size-full wp-image-2529" title="12" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/07/12.jpg?w=593" alt=""   /></a>Telah umum dalam masyarakat kita, selesai jenazah dimakamkan salah seorang dari pihak keluarga mayit duduk disamping makam lalu mulai melafadzkan bacaan <strong>Talqin</strong> bagi mayit. Namun dewasa ini, ada satu kelompok yang mengklaim dirinya paling  mengikuti al-Qur’an dan sunnah dengan pemahaman para sahabat dan tabi’in menyatakan bahwa talqin mayit adalah bid’ah karena tidak memiliki landasan dalam syari’at serta tidak bermanfaat bagi si mayit. Permasalahan semacam ini telah menjadi polemik dalam masyarakat, benarkah talqin mayit tidak memiliki landasan syari’at padahal telah dilakukan oleh para ulama’ pendahulu kita ?. Oleh karena itu, kami akan membahas  tentang dalil-dalil yang menjadi landasan talqin mayit agar bisa memberikan kejelasan pada masyarakat.<span id="more-2528"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dasar hukum talqin mayit</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu dasar hukum mengenai talqin adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, imam Abi Dawud, dan imam An Nasai  :</p>
<h3 style="text-align:justify;">لقنوا موتاكم لا إله إلا الله</h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Talqinilah orang-orang mati kalian dengan</em><em> </em>لا إله إلا الله<em> </em><em>“</em></p>
<p style="text-align:justify;">Memang mayoritas ulama mengatakan bahwa yang dimaksud lafadz  موتاكم dalam hadits diatas <em>orang-orang yang hampir mati</em> bukan <em>orang-orang yang telah mati,</em><em> </em>sehingga hadits tersebut menggunakan arti majas (arti kiasan) bukan arti aslinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, tidak salah juga jika kita artikan lafadz tersebut dengan arti aslinya yaitu <em>orang yang telah mati.</em>karena menurut kaidah bahasa arab, untuk mengarahkan suatu lafadz kepada makna majasnya diperlukan adanya <em>qorinah</em> (indikasi) baik berupa kata atau keadaan yang menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan perkataan tersebut adalah makna majasnya bukan makna aslinya. Sebagai contoh jika kita katakan “talqinillah mayit kalian <strong>sebelum matinya</strong>”  maka kata-kata “sebelum matinya” merupakan <em>qorinah</em> yang mengindikasikan bahwa yang dimaksud dengan kata mayit dalam kalimat ini bukan makna aslinya (yaitu orang yang telah mati) tapi makna majasnya (orang yang hampir mati).</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan dalam hadits tersebut tidak diketemukan <em>Qorinah</em><em> </em>untuk mengarahkan lafadz موتاكم kepada makna majasnya, maka sah saja jika kita mengartikannya dengan makna aslinya yaitu <em>orang-orang yang telah mati</em>bukan makna majasnya. Pendapat inilah yang dipilih  oleh sebagian ulama seperti Imam Ath Thobary, Ibnul Humam, Asy Syaukany, dan Ulama lainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain hadits di atas, masih ada hadits lain yang menunjukkan kesunahan mentalqini mayit setelah dikuburkan, yaitu :</p>
<h3 style="text-align:justify;">إِذَا مَاتَ أَحَدٌ مِنْ إِخْوَانِكُمْ، فَسَوَّيْتُمِ التُّرَابَ عَلَى قَبْرِهِ، فَلْيَقُمْ أَحَدُكُمْ عَلَى رَأْسِ قَبْرِهِ، ثُمَّ لِيَقُلْ: يَا فُلانَ بن فُلانَةَ، فَإِنَّهُ يَسْمَعُهُ وَلا يُجِيبُ، ثُمَّ يَقُولُ: يَا فُلانَ بن فُلانَةَ، فَإِنَّهُ يَسْتَوِي قَاعِدًا، ثُمَّ يَقُولُ: يَا فُلانَ بن فُلانَةَ، فَإِنَّهُ يَقُولُ: أَرْشِدْنَا رَحِمَكَ اللَّهُ، وَلَكِنْ لا تَشْعُرُونَ، فَلْيَقُلْ: اذْكُرْ مَا خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا شَهَادَةَ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّكَ رَضِيتَ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا، وَبِالْقُرْآنِ إِمَامًا، فَإِنَّ مُنْكَرًا وَنَكِيرًا يَأْخُذُ وَاحِدٌ مِنْهُمْا بِيَدِ صَاحِبِهِ، وَيَقُولُ: انْطَلِقْ بنا مَا نَقْعُدُ عِنْدَ مَنْ قَدْ لُقِّنَ حُجَّتَهُ، فَيَكُونُ اللَّهُ حَجِيجَهُ دُونَهُمَا”، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَإِنْ لَمْ يَعْرِفْ أُمَّهُ؟ قَالَ:”فَيَنْسُبُهُ إِلَى حَوَّاءَ، يَا فُلانَ بن حَوَّاءَ. رواه الطبراني</h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Jika salah satu diantara kalian  mati, maka ratakanlah tanah pada kuburnya (kuburkanlah). Hendaklah salah satu dari kalian berdiri di pinggir kuburnya dan hendaklah berkata : “wahai fulan (sebutkan nama orang yang mati, pent) anak fulanah (sebutkan ibu orang yang mati, pent)” sebab dia bisa mendengarnya tapi tidak bisa menjawabnya. Kemudian berkata lagi : “wahai fulan (sebutkan nama orang yang mati, pent) anak fulanah (sebutkan ibu orang yang mati, pent)” sebab dia akan duduk. Kemudian berkata lagi : “wahai fulan (sebutkan nama orang yang mati, pent) anak fulanah (sebutkan ibu orang yang mati, pent)” sebab dia akan berkata : “berilah kami petunjuk –semoga Allah merahmatimu-“ dan kalian tidak akan merasakannya. Kemudian hendaklah berkata : “ sebutlah sesuatu  yang kamu bawa keluar dari dunia, yaitu persaksian bahwa tiada Tuhan kecuali Allah SWT, Muhammad hamba dan utusan Nya, dan sesungguhnya kamu ridlo Allah menjadi Tuhanmu, Muhammad menjadi Nabimu, dan Al Quran menjadi imammu”, sebab Mungkar dan Nakir saling berpegangan tangan dan berkata : “mari kita pergi. Kita tidak akan duduk (menanyakan) di sisi orang yang telah ditalqini (dituntun) hujjahnya (jawabannya), maka Allah menjadi</em><em> </em><strong><em>hajiij</em></strong><em> </em><em>(yang mengalahkan dengan menampakkan hujjah) baginya bukan Mungkar dan Nakir”. Kemudian seorang sahabat laki-laki bertanya : wahai Rasulullah ! Jika dia tidak tahu ibu si mayit ?Maka Rasulullah menjawab : nisbatkan kepada Hawa, wahai fulan bin Hawa”</em><em> </em><em>(H.R. Thabrani)</em><em> </em><sup>(2)</sup><em>.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Berdasarkan hadits ini ulama Syafi`iyah, sebagian besar ulama Hanbaliyah, dan sebagian ulama Hanafiyah serta Malikiyah menyatakan bahwa  mentalqini mayit adalah <em>mustahab</em><em> </em>(sunah)<sup>(3)</sup>.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini memang termasuk hadist yang <em>dhaif</em> (lemah), akan tetapi ulama sepakat bahwa hadits <em>dhaif</em><em> </em>masih bisa dijadikan pegangan untuk menjelaskan mengenai <em>fadloilul a`mal</em><em> </em>dan anjuran untuk beramal, selama tidak bertentangan dengan hadits yang lebih kuat (hadits <em>shohih</em> dan hadits <em>hasan lidzatih</em>) dan juga tidak termasuk hadits yang <em>matruk</em> (ditinggalkan)<sup>(4)</sup>.<em> </em>Jadi tidak mengapa kita mengamalkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, hadist ini juga diperkuat oleh hadist-hadits shohih seperti :</p>
<h3 style="text-align:justify;">كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ وَقَالَ : اسْتَغْفِرُوا ؛ لِأَخِيكُمْ وَاسْأَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ . رَوَاهُ أَبُو دَاوُد ، وَصَحَّحَهُ الْحَاكِمُ .</h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Apabila Rasulullah SAW selesai menguburkan mayit, beliau berdiri di dekat kuburan dan berkata : mintalah kalian ampunan untuk saudara kalian dan mintalah untuknya keteguhan (dalam menjawab pertanyaan Mungkar dan Nakir) karena sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya” (H.R. Abu Daud dan dishahihkan oleh Hakim)</em><sup>(5)</sup>.</p>
<p style="text-align:justify;">Juga hadits yang diriwayatkan Imam Muslim r.a :</p>
<h3 style="text-align:justify;">وعن عمرو بن العاص – رضي الله عنه – ، قَالَ : إِذَا دَفَنْتُمُونِي ، فَأقِيمُوا حَوْلَ قَبْرِي قَدْرَ مَا تُنْحَرُ جَزُورٌ ، وَيُقَسَّمُ لَحمُهَا حَتَّى أَسْتَأنِسَ بِكُمْ ، وَأعْلَمَ مَاذَا أُرَاجِعُ بِهِ رُسُلَ رَبِّي . رواه مسلم</h3>
<p style="text-align:justify;"><em>Diriwayatkan dari `Amr bin Al `Ash, beliau berkata : Apabila kalian menguburkanku, maka hendaklah kalian menetap di sekeliling kuburanku seukuran disembelihnya unta dan dibagi dagingnya sampai aku merasa terhibur dengan kalian dan saya mengetahui apa yang akan saya jawab apabila ditanya Mungkar dan Nakir</em><sup>(6)</sup><em>.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Semua hadits ini menunjukkan bahwa talqin mayit memiliki dasar yang kuat. Juga menunjukkan bahwa mayit bisa mendengar apa yang dikatakan pentalqin dan merasa terhibur dengannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu ayat yang mendukung hadits di atas adalah firman Allah SWT :</p>
<h3 style="text-align:justify;">وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ [الذاريات/55]</h3>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. “</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ayat ini memerintah kita untuk memberi peringatan secara mutlak tanpa mengkhususkan orang yang masih hidup. Karena mayit bisa mendengar perkataan pentalqin, maka talqin bisa juga dikatakan peringatan bagi mayit, sebab salah satu tujuannya adalah mengingatkan mayit kepada Allah agar bisa menjawab pertanyaan malaikat kubur dan memang mayit di dalam kuburnya sangat membutuhkan peringatan tersebut<sup>(7)</sup>. Jadi ucapan pentalqin bukanlah ucapan sia-sia karena semua bentuk peringatan pasti bermanfaat bagi orang-orang mukmin.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Referensi</strong></p>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>(1)</strong><strong>شرح النووي على صحيح مسلم – (6 / 219</strong><strong>(</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">1 ( كتاب الجنائز)  916 الجنازة مشتقة من جنز إذا ستر ذكره بن فارس وغيره والمضارع يجنز بكسر النون والجنازة بكسر الجيم وفتحها والكسر أفصح ويقال بالفتح للميت وبالكسر للنعش عليه ميت ويقال عكسه حكاه صاحب المطالع والجمع جنائز بالفتح لا غير قوله صلى الله عليه وسلم <strong>لقنوا موتاكم لا إله إلا الله معناه من حضره الموت</strong> والمراد ذكروه لا إله إلا الله لتكون آخر كلامه كما في الحديث من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة والأمر بهذا التلقين أمر ندب وأجمع العلماء على هذا التلقين وكرهوا الاكثار عليه والموالاة لئلا يضجر بضيق حاله وشدة كربه فيكره ذلك بقلبه ويتكلم بما لا يليق قالوا وإذا قاله مرة لا يكرر عليه إلا أن يتكلم بعده بكلام آخر فيعاد التعريض به ليكون آخر كلامه ويتضمن الحديث الحضور عند المحتضر لتذكيره وتأنيسه واغماض عينيه والقيام بحقوقه <strong>وهذا مجمع عليه</strong> قوله وحدثنا قتيبة حدثنا عبد العزيز الدراوردي وروح وحدثنا أبو بكر بن أبي شيبة أخبرنا خالد بن مخلد أخبرنا سليمان بن بلال جميعا بهذا الاسناد هكذا هو في جميع النسخ وهو صحيح قال أبو علي الغساني وغيره معناه عن عمارة بن غزية الذي سبق فيه الاسناد الأول ومعناه روى عنه الدراوردي وسليمان بن بلال وهو كما قاله</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>(2)</strong><strong>المعجم الكبير للطبراني – (ج 7 / ص 286</strong><strong>(</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">حَدَّثَنَا أَبُو عَقِيلٍ أَنَسُ بن سَلْمٍ الْخَوْلانِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بن إِبْرَاهِيمَ بن الْعَلاءِ الْحِمْصِيُّ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بن عَيَّاشٍ، حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ بن مُحَمَّدٍ الْقُرَشِيُّ، عَنْ يَحْيَى بن أَبِي كَثِيرٍ، عَنْ سَعِيدِ بن عَبْدِ اللَّهِ الأَوْدِيِّ، قَالَ: شَهِدْتُ أَبَا أُمَامَةَ وَهُوَ فِي النَّزْعِ، فَقَالَ: إِذَا أَنَا مُتُّ، فَاصْنَعُوا بِي كَمَا أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نصْنَعَ بِمَوْتَانَا، أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ:”إِذَا مَاتَ أَحَدٌ مِنْ إِخْوَانِكُمْ، فَسَوَّيْتُمِ التُّرَابَ عَلَى قَبْرِهِ، فَلْيَقُمْ أَحَدُكُمْ عَلَى رَأْسِ قَبْرِهِ، ثُمَّ لِيَقُلْ: يَا فُلانَ بن فُلانَةَ، فَإِنَّهُ يَسْمَعُهُ وَلا يُجِيبُ، ثُمَّ يَقُولُ: يَا فُلانَ بن فُلانَةَ، فَإِنَّهُ يَسْتَوِي قَاعِدًا، ثُمَّ يَقُولُ: يَا فُلانَ بن فُلانَةَ، فَإِنَّهُ يَقُولُ: أَرْشِدْنَا رَحِمَكَ اللَّهُ، وَلَكِنْ لا تَشْعُرُونَ، فَلْيَقُلْ: اذْكُرْ مَا خَرَجْتَ عَلَيْهِ مِنَ الدُّنْيَا شَهَادَةَ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّكَ رَضِيتَ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا، وَبِالْقُرْآنِ إِمَامًا، فَإِنَّ مُنْكَرًا وَنَكِيرًا يَأْخُذُ وَاحِدٌ مِنْهُمْا بِيَدِ صَاحِبِهِ، وَيَقُولُ: انْطَلِقْ بنا مَا نَقْعُدُ عِنْدَ مَنْ قَدْ لُقِّنَ حُجَّتَهُ، فَيَكُونُ اللَّهُ حَجِيجَهُ دُونَهُمَا”، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَإِنْ لَمْ يَعْرِفْ أُمَّهُ؟ قَالَ:”فَيَنْسُبُهُ إِلَى حَوَّاءَ، يَا فُلانَ بن حَوَّاءَ”.</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>المقاصد الحسنة للسخاوي ج 1 ص 167</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">الطبراني في الدعاء ومعجمه الكبير من طريق محمد بن إبراهيم بن العلاء الحمصي حدثنا إسماعيل بن عياش حدثنا عبد الله بن محمد القرشي عن يحيى بن أبي كثير عن سعيد بن عبد الله الأودي وقال شهدت أبا أمامة وهو في النزع فقال إذا أنا مت فاصنعوا بي كما أمر رسول الله أن نصنع بموتانا أمرنا رسول الله فقال (إذا مات أحد من إخوانكم فسويتم على قبره فليقم أحدكم على رأس قبره ثم يقول يا فلان ابن فلانة فإنه يسمعه ولا يجيب ثم يقول يا فلان ابن فلانة فإنه يستوي قاعدا ثم يقول يا فلان ابن فلانة فإنه يقول أرشد رحمك الله ولكن لا تشعرون فليقل اذكر ما خرجت عليه من الدنيا شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله وأنك رضيت بالله ربا وبالإسلام دينا ومحمد نبيا وبالقرآن إماما فإن منكرا ونكيرا يأخذ كل واحد منهما بيد صاحبه يقول انطلق ما تقعد عند من لقن حجته فيكون الله حجيجه دونهما) فقال رجل يا رسول الله فإن لم يعرف اسم أمه قال (فلينسبه إلى حواء فلان ابن حواء)</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>(3)</strong><strong>الأذكار ج 1 ص 162</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">وأما تلقـين الـميت بعد الدفن، فقد قال جماعة كثـيرون من أصحابنا بـاستـحبـابه، ومـمن نصَّ علـى استـحبـابه: القاضي حسين فـي تعلـيقه، وصاحبه أبو سعد الـمتولـي فـي كتابه «التتـمة»، والشيخ الإمام الزاهد أبو الفتـح نصر بن إبراهيـم بن نصر الـمقدسي، والإمام أبو القاسم الرافعي وغيرهم، ونقله القاضي حسين عن الأصحاب. وأما لفظه: فقال الشيخ نصر: إذا فرغ من دفنه يقـف عند رأسه ويقول: يا فلان بن فلان، اذكر العهد الذي خرجت علـيه من الدنـيا: شهادة أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن مـحمداً عبدُه ورسوله، وأن الساعة آتـيةٌ لا ريبَ فـيها، وأن الله ببعث من فـي القبور، قل: رضيت بـالله ربـاً، وبـالإسلام ديناً، وبـمـحمد نبـياً، وبـالكعبة قبلةً، وبـالقرآن إماماً، وبـالـمسلـمين إخواناً، ربـي الله، لا إله إلا هو، وهو ربُّ العرش العظيـم، هذا لفظ الشيخ نصر الـمقدسي فـي كتابه «التهذيب»، ولفظ البـاقـين بنـحوه، وفـي لفظ بعضهم نقص عنه، ثم منهم من يقول: يا عبد الله بن أمة الله، ومنهم من يقول: يا عبد الله بن حواء، ومنهم من يقول: يا فلان ـ بـاسمه ـ ابن أمة الله، أو يا فلان بن حواء، وكله بـمعنًى. <strong>وسئل الشيخ الإمام أبو عمرو بن الصلاح ـ رحمه الله ـ عن هذا التلقـين، فقال فـي «فتاويه»: التلقـين هو الذي نـختاره ونعمل به</strong>، وذكره جماعة من أصحابنا الـخراسانـيـين، قال: وقد روينا فيه حديثا من حديث أبي أمامة ليس بالقائم إسناده ” (1) ، قال الحافظ بعد تخريجه : هذا حديث غريب ، وسند الحديث من الطريقين ضعيف جدا ولكن اعتضد بشواهد ، وبعمل أهل الشام به قديما. قال : وأما تلقين الطفل الرضيع ، فما له مستند يعتمد ، ولا نراه ، والله أعلم.</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>الجوهرة النيرة ص2 ج2</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">[مَنْ كَانَ آخِرُ كَلامِهِ لا إلَهَ إلا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ] <strong>وَأَمَّا تَلْقِينُ الْمَيِّتِ فِي الْقَبْرِ فَمَشْرُوعٌ عِنْدَ أَهْلِ السُّنَّةِ</strong> لأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُحْيِيه فِي الْقَبْرِ وَصُورَتُهُ أَنْ يُقَالَ يَا فُلانُ بْنَ فُلانٍ أَوْ يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ اُذْكُرْ دِينَك الَّذِي كُنْت عَلَيْهِ وَقَدْ رَضِيت بِاَللَّهِ رَبًّا وَبِالإِسْلامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا. فَإِنْ قِيلَ إذَا مَاتَ مَتَى يُسْأَلُ اخْتَلَفُوا فِيهِ قَالَ بَعْضُهُمْ حَتَّى يُدْفَنَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ فِي بَيْتِهِ تُقْبَضُ عَلَيْهِ الأَرْضُ وَتَنْطَبِقُ عَلَيْهِ كَالْقَبْرِ وَالْقَوْلُ الأَوَّلُ أَشْهَرُ لأَنَّ الآثَارَ وَرَدَتْ بِهِ. فَإِنْ قِيلَ هَلْ يُسْأَلُ الطِّفْلُ الرَّضِيعُ فَالْجَوَابُ أَنَّ كُلَّ ذِي رُوحٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَإِنَّهُ يُسْأَلُ فِي الْقَبْرِ بِإِجْمَاعِ أَهْلِ السُّنَّةِ لَكِنْ يُلَقِّنُهُ الْمَلَكُ فَيَقُولُ لَهُ مَنْ رَبُّك ثُمَّ يَقُولُ لَهُ قُلْ اللَّهَ رَبِّي ثُمَّ يَقُولُ لَهُ مَا دِينُك ثُمَّ يَقُولُ لَهُ قُلْ دِينِي الإِسْلامُ ثُمَّ يَقُولُ لَهُ مَنْ نَبِيُّك ثُمَّ يَقُولُ لَهُ قُلْ نَبِيِّي مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لا يُلَقِّنُهُ بَلْ يُلْهِمُهُ اللَّهُ حَتَّى يُجِيبَ كَمَا أُلْهِمَ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلامُ فِي الْمَهْدِ.</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>فتاوى ابن حجر الهيثمي ج 5 ص 226</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">وَسُئِلَ) رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ هَلْ تَلْقِينُ الْمَيِّتِ بَعْدَ صَبِّ التُّرَابِ أَوْ قَبْلَهُ وَإِذَا مَاتَ طِفْلٌ بَعْدَ مَوْتِ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدِهِمَا كَيْفَ الدُّعَاءُ فِي الصَّلاةِ عَلَيْهِ ؟ (فَأَجَابَ) رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِقَوْلِهِ لا يُسَنُّ التَّلْقِينُ قَبْلَ إهَالَةِ التُّرَابِ بَلْ بَعْدَهُ كَمَا اعْتَمَدَهُ بَعْضُ الْمُتَأَخِّرِينَ وَجَزَمْتُ بِهِ فِي شَرْحِ الإِرْشَادِ وَإِنْ اخْتَارَ ابْنُ الصَّلاحِ أَنَّهُ يَكُونُ قَبْلَ الإِهَالَةِ قَالَ الإِسْنَوِيُّ وَسَوَاءٌ فِيمَا قَالُوهُ فِي الدُّعَاءِ فِي الصَّلاةِ عَلَى الطِّفْلِ مَاتَ فِي حَيَاةِ أَبَوَيْهِ أَمْ لا لَكِنْ خَالَفَهُ الزَّرْكَشِيُّ فَقَالَ إنْ كَانَ أَبَوَاهُ مَيِّتَيْنِ أَوْ أَحَدُهُمَا أَتَى بِمَا يَقْتَضِيهِ الْحَالُ وَالدَّمِيرِيُّ فَقَالَ إنْ كَانَ أَبَوَاهُ مَيِّتَيْنِ لَمْ يَدْعُ لَهُمَا. وَاَلَّذِي قَالَهُ الزَّرْكَشِيُّ أَوْجَهُ كَمَا ذَكَرْتُهُ فِي شَرْحِ الْعُبَابِ فَحِينَئِذٍ يَقُولُ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا لأَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَهَذِهِ الأَوْصَافُ كُلُّهَا لائِقَةٌ بِالْمَيِّتِ وَالْحَيِّ فَلْيَأْتِ بِهَا سَوَاءٌ كَانَا حَيَّيْنِ أَوْ مَيِّتَيْنِ أَمَّا السَّلَفُ وَالذُّخْرُ فَوَاضِحٌ وَأَمَّا الْفَرَطُ فَهُوَ السَّابِقُ الْمُهَيِّئُ لِمَصَالِحِهِمَا فِي الآخِرَةِ وَلَيْسَ الْمُرَادُ السَّبْقَ بِالْمَوْتِ بَلْ السَّبْقَ بِتَهْيِئَةِ الْمَصَالِحِ وَلا شَكَّ أَنَّ الْمَيِّتَ يَحْتَاجُ إلَى مَنْ يَسْبِقُهُ إلَى الْجَنَّةِ أَوْ الْمَوْقِفِ لِيُهَيِّئَ لَهُ الْمَصَالِحَ وَوَلَدُهُ الطِّفْلُ كَذَلِكَ. وَأَمَّا الْعِظَةُ فَتَخْتَصُّ بِالْحَيِّ فَيَقُولُ وَعِظَةً لِلْحَيِّ مِنْ أَبَوَيْهِ فَإِنْ مَاتَا حَذَفَ هَذِهِ اللَّفْظَةَ وَكَذَلِكَ الاعْتِبَارُ وَالشَّفِيعُ عَامٌّ لِلْحَيِّ وَالْمَيِّتِ فَيَأْتِي بِهِ فِيهِمَا وَتَثْقِيلُ الْمَوَازِينِ كَذَلِكَ بِخِلافِ أَفْرِغْ الصَّبْرَ وَالْحَاصِلُ أَنَّهُ يَأْتِي بِالأَلْفَاظِ كُلِّهَا سَوَاءٌ كَانَا حَيَّيْنِ أَمْ مَيِّتَيْنِ إلا قَوْلَهُ عِظَةً وَاعْتِبَارًا وَأَفْرِغْ الصَّبْرَ فَإِنَّهُ لا يَأْتِي بِهَا إلا إذَا كَانَا حَيَّيْنِ أَوْ أَحَدُهُمَا فَإِنْ كَانَا حَيَّيْنِ فَوَاضِحٌ أَوْ أَحَدُهُمَا فَقَطْ ذَكَرَهُ فَقَالَ وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا لِلْحَيِّ مِنْهُمَا وَأَفْرِغْ الصَّبْرَ عَلَى قَلْبِ الْحَيِّ مِنْهُمَا وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ.</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>مغني المحتاج إلى معرفة معاني ألفاظ المنهاج  ج 1  ص 447</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">(ويسنُّ أن يقف جماعة بعد دفنه عند قبره ساعة يسألون لـه التثبيت) لأنه كان إذا فرغ من دفن الميت وقف عليه <strong>وقال: «اسْتَغْفِرُوا لأخِيكُمْ وَاسْأَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ، فَإِنَّهُ الآنَ يُسْأَلُ» رواه البزّار، وقال الحاكم: إنه صحيح الإسناد</strong>. وروى مسلم عن عمرو بن العاص أنه قال: «إذا دفنتموني فأقيموا بعد ذلك حول قبري ساعة قد ما تُنْحَرُ جزور ويفرَّقُ لحمها حتى أَستأنِسَ بكم وأعلم ماذا أراجع رُسُلَ ربي». ويسنُّ تلقينُ الميت المكلف بعد الدفن، فيقال لـه: «يا عبداللـه ابن أَمَةِ اللَّهِ أَذْكُر ما خرجت عليه من دار الدنيا شهادة أن لا إلـه إلاَّ اللـه وأن محمداً رسول اللـه، وأن الجنة حقّ، وأن النار حقّ، وأن البعث حقّ، وأن الساعة آتية لا ريب فيها، وأن اللـه يبعث من في القبور، وأنك رضيت باللـه ربّاً وبالإسلام ديناً وبمحمدٍ نبيّاً وبالقرآن إماماً وبالكعبة قِبْلَةً وبالمؤمنين إخواناً». لحديث وَرَدَ فيه. قال في الروضة: والحديث إن كان ضعيفاً لكنه اعتضد بشواهد من الأحاديث الصحيحة، ولم تزل الناس على العمل به من العصر الأوّل في زمن من يُقْتَدَى به، وقد قال تعالى:<strong>{</strong><strong>وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ المُؤْمِنِينَ} ؛ وَأَحْوَجُ ما يكون العبد إلى التذكير في هذه الحالة</strong>؛ ويقعد الملقِّنُ عند رأس القبر. أما غير المكلَّف، وهو الطفل ونحوه ممن لم يتقدم لـه تكليفٌ، فلا يسنُّ تلقينه؛ لأنه لا يفتن في قبره. (و) يسنُّ (لجيران أهلـه) ولأقاربه الأباعد وإن كان الأهل بغير بلد الميت، (تهيئة طعام يشبعهم) أي أهلـه الأقارب، (يومهم وليلتهم) لقولـه لما جاء خبر قتل جعفر: «اصْنَعُوا لآلِ جَعْفَرَ طَعَاماً فَقَدْ جَاءَهُمْ مَا يَشْغَلُهُمْ» حسَّنه الترمذي وصحّحه الحاكم؛ ولأنه بِرٌّ ومعروف.</h3>
<h3 style="text-align:justify;">تتمة في   التلقين   بعد الدفن   <strong>اعلم أن مسألة   التلقين   قبل الموت لم نعلم فيها خلافا</strong> وأما بعد الموت وهي التي تقدم ذكرها في الهداية وغيرها فاختلف الأئمة والعلماء فيها <strong>فالحنفية لهم فيها ثلاثة أقوال</strong> الأول أنه يلقن بعد الموت لعود الروح للسؤال   والثاني لا يلقن   والثالث لا يؤمر به ولا ينهى عنه   <strong>وعند</strong> <strong>الشافعية</strong> <strong>يلقن كما قال ابن حجر في التحفة</strong> ويستحب تلقين بالغ عاقل أو مجنون سبق له تكليف ولو شهيدا كما اقتضاه إطلاقهم بعد تمام الدفن لخبر فيه وضعفه اعتضد بشواهد على أنه من الفضائل فاندفع قول ابن عبد السلام أنه بدعة انتهى   <strong>وأما عند</strong> <strong>الإمام مالك</strong> <strong>نفسه فمكروه قال الشيخ علي المالكي في كتابه كفاية الطالب الرباني لختم رسالة ابن أبي زيد القيرواني ما لفظه   وأرخص بمعنى استحب بعض العلماء هو ابن</strong> <strong>حبيب في القراءة عند رأسه أو رجليه أو غيرهما ذلك بسورة يس لما روي أنه قال ما من ميت يقرأ عند رأسه سورة يس إلا هون الله تعالى عليه ولم يكن ذلك أي ما ذكر من القراءة عند المحتضر عند مالك رحمه الله تعالى أمرا معمولا وإنما هو مكروه عنده وكذا يكره عند تلقينه بعد وضعه في قبره انتهى   وأما</strong> <strong>الحنبلية</strong> <strong>فعند أكثرهم يستحب</strong> قال الشيخ عبد القادر بن عمر الشيباني الحنبلي في شرح دليل الطالب ما لفظه   واستحب الأكثر تلقينه بعد الدفن انتهى   واستفيد منه أن غير الأكثر من الحنابلة يقول بعدم  التلقين   بعد الموت</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>سبل السلام – (ج 3 / ص 155</strong><strong>(</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">وَعَنْ ضَمْرَةَ بْنِ حَبِيبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ – أَحَدِ التَّابِعِينَ – قَالَ : كَانُوا يَسْتَحِبُّونَ إذَا سُوِّيَ عَلَى الْمَيِّتِ قَبْرُهُ ، وَانْصَرَفَ النَّاسُ عَنْهُ .أَنْ يُقَالَ عِنْدَ قَبْرِهِ : يَا فُلَانُ ، قُلْ : لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ، يَا فُلَانُ : قُلْ رَبِّي اللَّهُ ، وَدِينِي الْإِسْلَامُ ، وَنَبِيِّي مُحَمَّدٌ ، رَوَاهُ سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ مَوْقُوفًا – وَلِلطَّبَرَانِيِّ نَحْوُهُ مِنْ حَدِيثِ أَبِي أُمَامَةَ مَرْفُوعًا مُطَوَّلًا .</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>(4)</strong><strong>أضواء البيان ج 6 ص 225</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">ومما قاله ابن القيم في كلامه الطويل، قوله: وقد ترجم الحافظ أبو محمد عبد الحقّ الأشبيلي على هذا، فقال: ذكر ما جاء أن الموتى يسألون عن الأحياء، ويعرفون أقوالهم وأعمالهم، ثم قال: ذكر أبو عمر بن عبد البرّ من حديث ابن عباس، عن النبيّ صلى الله عليه وسلّم: «ما من رجل يمرّ بقبر أخيه المؤمن كان يعرفه فيسلم عليه، إلاّ عرفه وردّ عليه السّلام». ويروى من حديث أبي هريرة مرفوعًا، قال: «فإن لم يعرفه وسلّم عليه ردّ عليه السلام»، قال: ويروى من حديث عائشة رضي اللَّه عنها، أنّها قالت: قال رسول اللَّه صلى الله عليه وسلّم: «ما من رجل يزور قبر أخيه فيجلس عنده، إلاّ استأنس به حتى يقوم»، واحتجّ الحافظ أبو محمد في هذا الباب بما رواه أبو داود في سننه، من حديث أبي هريرة، قال: قال رسول اللَّه صلى الله عليه وسلّم: «ما من أحد يسلّم عليّ إلاّ ردّ اللَّه عليّ روحي حتى أردّ عليه السّلام». ثم ذكر ابن القيّم عن عبد الحق وغيره مرائي وآثارًا في الموضوع، ثم قال في كلامه الطويل: ويدلّ على هذا أيضًا ما جرى عليه عمل الناس قديمًا وإلى الآن<strong>، من تلقين الميت في قبره ولولا أنه يسمع</strong> ذلك وينتفع به لم يكن فيه فائدة، وكان عبثًا. وقد سئل عنه الإمام أحمد رحمه اللَّه، فاستحسنه واحتجّ عليه بالعمل. ويروى فيه حديث ضعيف: ذكر الطبراني في معجمه من حديث أبي أُمامة، قال: قال رسول اللَّه صلى الله عليه وسلّم: «إذا مات أحدكم فسوّيتم عليه التراب، فليقم أحدكم على رأس قبره، فيقول: يا فلان ابن فلانة»، الحديث. وفيه: «اذكر ما خرجت عليه من الدنيا شهادة ألا إله إلا اللَّه، وأن محمّدًا رسول اللَّه، وأنك رضيت باللَّه ربًّا، وبالإسلام دينًا، وبمحمّد نبيًّا، وبالقرءان إمامًا»، الحديث. <strong>ثم قال ابن</strong> <strong>القيّم: فهذا الحديث وإن لم يثبت،</strong> فاتصال العمل به في سائر الأمصار والأعصار من غير إنكار كاف في العمل به</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>المجموع شرح المهذب ج 5 ص 226</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">الرابعة: <strong>قال جماعات من أصحابنا يستحب تلقين الميت عقب دفنه</strong> فيجلس عند رأسه إنسان ويقول: «يا فلان ابن فلان ويا عبد الله بن أمة الله اذكر العهد الذي خرجت عليه من الدنيا، شهادة أن لا إله إلاّ الله وحده لا شريك له. وأن محمداً عبده ورسوله وأن الجنة حق وأن النار حق وأن البعث حق وأن الساعة آتية لا ريب فيها وأن الله يبعث من في القبور. وإنك رضيت بالله رباً وبالإسلام ديناً وبمحمد نبياً وبالقرآن إماماً وبالكعبة قبلة وبالمؤمنين إخواناً» زاد الشيخ نصر: «ربي الله لا إله إلاّ هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم» فهذا التلقين عندهم مستحب، وممن نص على استحبابه القاضي حسين والمتولي والشيخ نصر المقدسي والرافعي وغيرهم. ونقله القاضي حسين عن أصحابنا مطلقاً، وسئل الشيخ أبو عمرو بن الصلاح رحمه الله عنه فقال: (التلقين هو الذي نختاره ونعمل به، قال: وروينا فيه حديثاً من حديث أبي أمامة ليس إسناده بالقائم، لكن اعتضد بشواهد، وبعمل أهل الشام قديماً) هذا كلام أبي عمرو. قلت: حديث أبي أمامة رواه أبو القاسم الطبراني في معجمه بإسناد ضعيف، ولفظه: عن سعيد بن عبد الله الأزدي قال: «شهدت أبا أمامة رضي الله عنه وهو في النزع فقال: إذا مت فاصنعوا بي كما أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلّم فقال: إذا مات أحد من إخوانكم فسويتم التراب على قبره فليقم أحدكم على رأس قبره ثم ليقل: يا فلان ابن فلانة فإنه يسمعه ولا يجيب، ثم يقول: يا فلان ابن فلانة فإنه يستوى قاعداً، ثم يقول: يا فلان ابن فلانة فإنه يقول: أرشدنا رحمك الله ولكن لا تشعرون، فليقل اذكر ما خرجت عليه من الدنيا شهادة أن لا إله إلاّ الله وأن محمداً عبده ورسوله وإنك رضيت بالله رباً، وبالإسلام ديناً، وبمحمد نبياً وبالقرآن إماماً، فإن منكراً ونكيراً يأخذ كل واحد منهما بيد صاحبه ويقول انطلق بنا ما نقعد عند من لقن حجته فقال رجل يا رسول الله فان لم نعرف أمه قال فينسبه إلى امه حواء يا فلان ابن حواء ” <strong>قلت فهذا الحديث وان كان ضعيفا فيستأنس به وقد اتفق علماء المحدثين وغيرهم علي المسامحة في أحاديث الفضائل والترغيب والترهيب وقد أعتضد بشواهد من الاحاديث كحديث ” واسألوا له الثبيت ” ووصية عمرو بن العاص وهما صحيحان سبق بيانهما قريبا ولم يزل اهل الشام علي العمل بهذا في زمن من يقتدى به والي الآن</strong> وهذا التلقين انما ” هو في حق المكلف الميت اما الصبى فلا يلقن والله اعلم</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>(5)</strong><strong>سبل السلام – (ج 3 / ص 151</strong><strong>)</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">وَعَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ { : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ وَقَالَ : اسْتَغْفِرُوا ؛ لِأَخِيكُمْ وَاسْأَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ } رَوَاهُ أَبُو دَاوُد ، وَصَحَّحَهُ الْحَاكِمُ .</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>(6)</strong><strong>رياض الصالحين – (ج 1 / ص 477</strong><strong>)</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">وعن عمرو بن العاص – رضي الله عنه – ، قَالَ : إِذَا دَفَنْتُمُونِي ، فَأقِيمُوا حَوْلَ قَبْرِي قَدْرَ مَا تُنْحَرُ جَزُورٌ ، وَيُقَسَّمُ لَحمُهَا حَتَّى أَسْتَأنِسَ بِكُمْ ، وَأعْلَمَ مَاذَا أُرَاجِعُ بِهِ رُسُلَ رَبِّي . رواه مسلم</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>(7)</strong><strong>التاج والإكليل لمختصر خليل ج 3 ص 3</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;">قال أبو حامد : ويستحب تلقين الميت بعد الدفن. وقال <strong>ابن العربي في مسالكه: إذا أدخل الميت</strong> قبره فإنه يستحب تلقينه في تلك الساعة وهو فعل أهل المدينة الصالحين من الأخيار لأنه مطايق لقوله تعالى: {وذكر فإن الذكرى تنفع المؤمنين} وأحوج ما يكون العبد إلى التذكير بالله عند سؤال الملائكة</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>لسان العرب</strong></h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>اللَّقْنُ</strong>: مصدر لَقِنَ الشيءَ يَلْقَنُه لَقْناً ، وكذلك الكلامَ، وتَلَقَّنه : فَهِمه. ولَقَّنَه إِياه: فَهَّمه. وتَلَقَّنته: أَخذته لَقانِـيَةً. وقد لَقَّنَنـي فلانٌ كلاماً تَلْقـيناً أَي فَهَّمَنـي منه ما لـم أَفْهَم. والتَّلْقِـين: كالتَّفْهِيم.</h3>
<h3 style="text-align:justify;"><strong>تفسير تنوير الأذهان</strong> <strong>ص 125 ج</strong> } 3ان} ما {انت الا نذير} منذر بالنار والعقاب واما الاسماع البتة فليس من وظائفك ولا حيلة لك اليه فى المطبوع على قلوبهم الذين هم بمنزلة الموتى وقولـه {ان اللـه يسمع} الخ وقولـه {انك لا تهدى من احببت ولكن اللـه يهدى من يشاء} وقولـه {ليس لك من الامر شئ} وغير ذلك لتمييز مقام الالوهية عن مقام النبوة كيلا يشتبها على الامة فيضلوا عن سبيل اللـه كما ضل بعض الامم السالفة فقال بعضهم عزير ابن اللـه وقال بعضهم المسيح ابن اللـه وذلك من كمال رحمته لـهذه الامة وحسن توفيقه. يقول الفقير ايقظه اللـه القدير ان قلت قد ثبت انه عليه السلام امر يوم بدر بطرح اجساد الكفار فى القليب ثم ناداهم باسمائهم وقال ” هل وجدتم ما وعد اللـه ورسولـه حقا فانى وجدت ما وعدنى اللـه حقا ” فقال عمر رضى اللـه عنه يا رسول اللـه كيف تكلم اجساد الارواح فيها فقال عليه السلام ” ما انتم با سمع لما اقول منهم غير انهم لا يستطيعون ان يردوات شيأ ” فهذا الخبر يقتضى ان النبى عليه السلام اسمع من فى القليب وهم موتى <strong>وايضا تلقين الميت بعد الدفن للاسماع والا فلا معنى لـه</strong>. قلت اما الاول فيحتمل ان اللـه تعالى احيى اهل القليب حينئذ حتى سمعوا كلام رسول اللـه توبيخالـهم وتصغيرا ونقمة وحسرة والا فالميت من حيث ميت ليس من شأنه السماع وقولـه عليه السلام ” ما انتم باسمع ” الخ يدل على ان الارواح اسمع من الاجساد مع الارواح لزوال حجاب الحس وانخراقة. واما الثانى فانما يسمعه اللـه ايضا بعد احيائه بمعنى ان يتعلق الروح بالجسد تعلقا شديدا بحيث يكون كما فى الدنيا فقد اسمع الرسول عليه السلام وكذا الملقن باسماع اللـه تعالى وخلق الحياة والا فليس من شأن احد الاسماع كما انه ليس من شأن الميت السماع واللـه اعلم</h3>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber: Tanbihun.com</em> .</p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/fikroh/'>Fikroh</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/2528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/2528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/2528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/2528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/2528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/2528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/2528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/2528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/2528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/2528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/2528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/2528/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/2528/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/2528/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2528&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/18/talqin-mayit-bidahkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/07/12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kemulyaan Bulan Sya’ban</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/09/kemulyaan-bulan-sya%e2%80%99ban/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/09/kemulyaan-bulan-sya%e2%80%99ban/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2011 14:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[bid'ah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum Sholat Nishfu Sya'ban berjama'ah]]></category>
		<category><![CDATA[ibnu taimiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Sholat Nisfu Sya'ban]]></category>
		<category><![CDATA[syaikh Zainuddin al-Malibari.Hadits Maudlu']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=1812</guid>
		<description><![CDATA[ اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان Baru saja kita lewati bulan Rajab yang mulya, mudah-mudahan amal ibadah kita di bulan Rajab di terima oleh Allah swt dan di lipat gandakan pahalanya. Amin. Sekarang kita berada di bulan Sya’ban &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/09/kemulyaan-bulan-sya%e2%80%99ban/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=1812&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"> اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان</h2>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/07/masjid.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1813" title="Masjid" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/07/masjid.jpg?w=593" alt=""   /></a>Baru saja kita lewati bulan Rajab yang mulya, mudah-mudahan amal ibadah kita di bulan Rajab di terima oleh Allah swt dan di lipat gandakan pahalanya. Amin. Sekarang kita berada di bulan Sya’ban yang tidak kalah mulyanya dengan bulan Rajab. Rasulullah banyak bercerita tentang kemulyaan bulan ini, terlepas dari kontroversi adanya periwayatan hadits dlo’if dan yang lainnya tentang kemulyaan bulan ini. Yang jelas, dilihat dari predikat yang di berikan oleh Allah swt terhadap bulan ini yaitu <strong><em>min asyhurul hurum</em></strong> (salah satu dari bulan-bulan yang di mulyakan), sudah cukup menempatkan bulan ini pada posisi mulya di sisi Allah swt.<span id="more-1812"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Karena letak bulan Sya’ban ini berdekatan dengan bulan Ramadhan, umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri guna menyambut datangnya bulan termulia yaitu bulan Romadlon, dengan penuh mahabbah, gembira dan pengharapan anugerah dari Allah SWT. Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan sebuah hadits dari sayyidah Aisyah, &#8220;<em>Bahwa Rasulullah saw jika berpuasa, sampai kita mengatakan, bahwa beliau tidak pernah tidak puasa, dan jika beliau berbuka (tidak puasa), sampai kita mengatakan tidak pernah berpuasa, tapi aku tidak pernah melihat beliau menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat beliau memperbanyak puasa selain bulan Ramadhan kecuali pada bulan Sya&#8217;ban&#8221;</em>. Hadits ini juga lebih dari cukup sebagai dasar atas kemuliaan bulan Sya’ban di antara bulan Rajab dan Ramadhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hadits lain yang di riwayatkan oleh Abu Daud dan Nasa’i, Bahwa Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah saw <em>&#8216;Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu banyak berpuasa  (sunnah) kecuali pada bulan Sya&#8217;ban?</em> Rasulullah s.a.w. menjawab, <em>&#8220;Bulan itu adalah bulan dimana manusia banyak melupakannya, karena letaknya di antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat kepada Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa&#8221;</em><em>. </em>Bahkan di bulan Sya’ban ini Allah menurunkan ayat tentang anjuran membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw, yaitu ayat 56 dari surat al-Ahzab “<em>Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya</em>.”.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan demikian hendaknya kita mengisi bulan yang mulia ini dengan banyak berpuasa, berdzikir, bersholawat, bershodaqoh dan ibadah-ibadah lainnya, lebih-lebih pada malam Nishfu Sya’ban. Banyak Hadits yang menerangkan keistimewaan malam Nishfu Sya’ban ini, sekalipun di antaranya ada yang dlo’if, namun Imam Ibnu Hibban telah menyatakan kesahihan sebagian hadits-hadits tersebut, di antaranya adalah: “Nabi Muhammad saw bersabda, “<em>Allah melihat kepada semua makhluknya pada malam Nishfu Sya’ban dan Dia mengampuni mereka semua kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.</em>” (HR. Thabarani dan Ibnu Hibban). Rasulullah saw juga bersabda: “<em>Jika tiba malam Nisyfu Sya’ban, maka bersholatlah di malam harinya dan berpuasalah di siang harinya karena sesungguhnya Allah swt menurunkan rahmatnya pada malam itu ke langit dunia, yaitu mulai dari terbenamnya matahari</em>. <em>Lalu Allah berfirman, Adakah orang yang meminta ampun, maka akan Aku ampuni? Adakah orang meminta rizki, maka akan Aku beri rizki? Adakah orang yang tertimpa musibah, maka akan Aku selamatkan? Adakah begini atau begitu? Sampai terbit fajar</em>. (HR. Ibnu Majah).</p>
<p style="text-align:justify;">Hendaknya kita menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan serangkaian ibadah, seperti, membaca al-Quran, berdzikir, berdo’a, bertasbih, membaca sholawat Nabi saw, membaca atau mendengarkan hadits, dan melakukan sholat. Al-Habib as-Sayyid Alawi bin as-Sayyid Ahmad as-Segaf di dalam kitabnya <em>Tarsyihul Mustafidin bi Tausihi Fathil Mu’in,</em> mengomentari perkataan Syaikh Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’in pada akhir Fashl fi Sholatin Nafli, (bahwa Ibnu Hajar, Ibnu Syuhbah dan yang lainnya mengatakan,<em> bahwa sholat pada malam nishfu Sya’ban adalah bid’ah qobihah, karena hadits-haditsnya palsu</em>). Beliau Sayyid Alawi bin as-Sayyid Ahmad as-Segaf mengatakan, <em>bahwa melakukan sholat pada malam Nishfu Sya’ban tidak berkaitan dengan dosa, karena tidak ada larangan dalam menjalankannya. Akan tetapi bagi orang yang senang menjalankannya hendaknya menjalankan sholatnya sendirian (tidak berjama’ah), karena pekerjaan yang mengandung syi’ar yang jelas seperti ini membutuhkan dalil yang jelas pula.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Taimiyah berkata, “Beberapa Hadits dan atsar telah diriwayatkan tentang keutamaan malam Nisyfu Sya’ban, bahwa sekelompok ulama salaf telah melakukan sholat pada malam tersebut. Jadi jika ada seseorang yang melakukan sholat pada malam itu dengan sendirian, maka mereka berarti mengikuti apa yang dilakukan oleh ulama-ulama salaf dulu, dan tentunya hal ini ada hujjah dan dasarnya. Adapun yang melakukan sholat pada malam tersebut secara berjamaah itu berdasar pada kaidah ammah yaitu berkumpul untuk melakukan ketaatan dan ibadah. (Majmu’ul Fatawa libni Taimiyah)</p>
<p style="text-align:justify;">Jelasnya para ulama khilaf dalam hal ini. Diantara mereka ada yang menganggap bahwa sholat pada malam Nishfu Sya’ban tidaklah bid’ah, dengan catatan tidak dikerjakan berjama’ah dan dengan cara-cara atau ketentuan dan rokaat tertentu. Dan sebagiannya lagi mengatakan bahwa sholat Nishfu Sya’ban tidaklah bid’ah, meskipun di lakukan dengan berjama’ah, sebagaimana pendapat Khalid bin Ma’dan, Luqman bin Amir dan lainnya, termasuk Ibnu Taimiyah. Syaikh Ishaq bin Rahawaih pun menyetujui pendapat ini, beliau mengatakan bahwa menghidupkan malam nishfu sya’ban secara berjama’ah di masjid bukanlah bid’ah. Perkhilafan ini terjadi karena perbedaan mereka dalam menilai hadits-hadits yang menyinggung tentang sholat Nishfu Sya’ban. Wallohu A’lam bis Showab. <strong>Mau Download Do’a Setelah Sholat Terawih dan Sholat Witir, silahkan</strong> <a title="Do'a Sholat Trawih dan Witir" href="http://www.ziddu.com/download/10748112/DOASHOLATTARAWIHDANWITIR.rar.html" target="_blank"><strong>KLIK INI</strong></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/syariah/'>Syari'ah</a> Tagged: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/bidah/'>bid'ah</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/hukum-sholat-nishfu-syaban-berjamaah/'>Hukum Sholat Nishfu Sya'ban berjama'ah</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/ibnu-taimiyah/'>ibnu taimiyah</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/sholat-nisfu-syaban/'>Sholat Nisfu Sya'ban</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/syaikh-zainuddin-al-malibari-hadits-maudlu/'>syaikh Zainuddin al-Malibari.Hadits Maudlu'</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/1812/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/1812/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/1812/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=1812&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/07/09/kemulyaan-bulan-sya%e2%80%99ban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/07/masjid.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Masjid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidurmu Kepribadianmu</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/06/26/tidurmu-kepribadianmu/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/06/26/tidurmu-kepribadianmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Jun 2011 15:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[TipsTrik]]></category>
		<category><![CDATA[gaya meminta]]></category>
		<category><![CDATA[gaya meringkuk gaya menyamping]]></category>
		<category><![CDATA[gaya prajurit]]></category>
		<category><![CDATA[gaya terjun bebas]]></category>
		<category><![CDATA[kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=1387</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana posisi Anda saat tidur? Sebuah survey dari Inggris menyelidiki 1000 orang dan menunjukkan adanya hubungan antara gaya tidur dengan kepribadian seseorang. Jadi, apa gaya Anda? 1. Gaya meringkuk. Ini adalah posisi paling umum terutama di antara para wanita. Mereka &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/06/26/tidurmu-kepribadianmu/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=1387&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/05/tidur.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1388" title="tidur" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/05/tidur.jpg?w=593" alt=""   /></a>Bagaimana posisi Anda saat tidur? Sebuah survey dari Inggris menyelidiki 1000 orang dan menunjukkan adanya hubungan antara gaya tidur dengan kepribadian seseorang. Jadi, apa gaya Anda?</p>
<p style="text-align:justify;">1. Gaya meringkuk. Ini adalah posisi paling umum terutama di antara para wanita. Mereka yang tidur dengan posisi ini dikenal berkepribadian tangguh tapi tetap peka terhadap sekitar. Mereka mungkin terlihat pemalu tapi mudah akrab.<span id="more-1387"></span></p>
<p style="text-align:justify;">2. Gaya menyamping. Jika Anda tidur menyamping dengan kedua tangan di samping tubuh, Anda adalah orang yang pandai bergaul, mudah mempercayai orang, bahkan kadang mudah ditipu. Sekitar 15% orang tidur dengan gaya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Gaya peminta. Sepertiga orang tidur menyamping dengan kedua tangan diletakkan di depan tubuh. Mereka dikenal berpikiran terbuka namun agak sinis, pencuriga dan keras kepala dalam pengambilan keputusan.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Gaya prajurit. Orang yang tidur dengan gaya ini tidur terlentang dengan lengan rapat disamping tubuh. Mereka disebut bersifat pendiam, tertutup, dan menetapkan standard tinggi untuk diri dan rekan. Mereka juga lebih sering mendengkur, yang membuat mereka mendapat tidur berkualitas lebih sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Gaya terjun bebas. Sebagian kecil orang tidur tengkurap, dengan bagian perut dibawah dan lengan di bawah atau memeluk bantal. Sedangkan kepala akan menghadap ke salah satu sisi. Orang dengan posisi tidur ini dikenal blak-blakan, supel, dan tidak suka dikritik.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Gaya bintang laut. Jenis gaya tidur yang terakhir adalah terlentang, dengan tangan di dekat kepala. Mereka dengan gaya tidur ini biasanya adalah pendengar yang baik, suka menolong dan tidak nyaman menjadi pusat perhatian. Mereka juga sering mendengkur dan kurang mendapat tidur berkualitas. (mg. yahoo.com)</p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/tipstrik/'>TipsTrik</a> Tagged: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/gaya-meminta/'>gaya meminta</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/gaya-meringkuk-gaya-menyamping/'>gaya meringkuk gaya menyamping</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/gaya-prajurit/'>gaya prajurit</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/gaya-terjun-bebas/'>gaya terjun bebas</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/kepribadian/'>kepribadian</a>, <a href='http://dihyamd.wordpress.com/tag/tidur/'>tidur</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/1387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/1387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/1387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/1387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/1387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/1387/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/1387/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/1387/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=1387&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/06/26/tidurmu-kepribadianmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/05/tidur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tidur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Matahati</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/17/matahati/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/17/matahati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 May 2011 15:21:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tasawuf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=2515</guid>
		<description><![CDATA[Apabila engkau ingin melihat Allah dengan matahati keimanan dan keyakinan sepanjang waktu, maka engkau harus senantiasa syukur terhadap nikmat-nikmat Allah dan ridha terhadap ketentuan-ketentuan-Nya. &#8220;Dan nikmat apa saja yang datang kepadamu, maka dari Allah-lah(datangnya), dan bila kamu ditimpa kemudharatan, maka &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/17/matahati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2515&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/05/allah_a_.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2516" title="Allah_A_" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/05/allah_a_.jpg?w=224&#038;h=148" alt="" width="224" height="148" /></a>Apabila engkau ingin melihat Allah dengan matahati keimanan dan keyakinan sepanjang waktu, maka engkau harus senantiasa syukur terhadap nikmat-nikmat Allah dan ridha terhadap ketentuan-ketentuan-Nya. &#8220;Dan nikmat apa saja yang datang kepadamu, maka dari Allah-lah(datangnya), dan bila kamu ditimpa kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu memohon pertolongan.&#8221; (QS. An-Nahl: 53)<span id="more-2515"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Apabila engkau inginkan suatu pergantian yang jauh dan dirimu atau darimu, maka sembahlah Allah atas dasar kecintaan, bukan atas dasar perniagaan (ingin balasan pahala atau takut neraka), juga atas dasar ma &#8216;rifat melalui pengagungan dan mawas diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bashirah (matahati) itu seperti mata indera, manakala ada sesuatu yang jatuh pada mata itu, akan terganggu pandangannya walaupun tidak sampai membutakan. Suatu bisikan buruk bisa mengaburkan pandangan hati dan mengotori pikiran. Sementara keinginan pada keburukan itu akan menghapus kebajikan Manakala seseorang melakukan tindakan seperti itu, pemiliknya akan kehilangan andil dalam Islam yang dimilikinya karena hasrat mendatangkan kontranya.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila keburukan itu terus menerus menetap andil Islamnya akan runtuh satu persatu. Apabila kenyataan demikian menimpa para imam agama dan para pemimpin dhalim, mereka akan sangat mencintai dunia dan kedudukan duniawi, disbanding akhirat. pada saat demikian itu, hilanglah seluruh ke-lslamannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itulah engkau jangan tertipu oleh indikasi yang bersifat lahiriah. Sebab indikator seperti itu tidak memiliki ruh. Sedangkan Ruhul Islam adalah mencintai Allah dan Rasulnya, serta mencintai akhirat, dan mencintai hamba-hamba-Nya yang saleh. Pusat segala sesuatu dalam sifat-sifat adalah terpusatnya ketika wujudnya belum ada. Lalu lihatlah, apakah engkau melihat mata, di mana? Atau engkau melihat jagad ini ada, bahkan apakah engkau melihat suatu perkara itu cacat? begitu pula setelah semua itu ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebutaan matahati itu dalam tiga hal:  Pertama, mengarahkan fisik ini pada perbuatan maksiat kepada Allah.  Kedua, bermain-main dalam ketaatan kepada Allah, dan  Ketiga, tamak terhadap makhiuk Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapa saja yang mengaku memiliki matahati, sementara ada satu unsur dari ketiga unsur tersebut dalam dirinya, maka hatinya dihadapkan pada asumsi-asurnsi hawa nafsu dan waswas syetan. (Sulthanul Auliya &#8216;Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzili)</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah membuatmu ragu pada janji Allah, ketika doa yang dijanjikan ijabahnya oleh Allah itu tidak kunjung tiba, walaupun, sangat jelas bahwa engkau yakin tibanya janji itu pada saat yang ditentukan. Hal demikian, agar engkau tidak melukai matahatimu dan meredupkan cahaya rahasia batinmu. (Ibnu Athaillah as-Sakandari).</p>
<p style="text-align:justify;">sumber: http://www.sufinews.com</p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/tasawuf/'>Tasawuf</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/2515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/2515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/2515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/2515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/2515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/2515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/2515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/2515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/2515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/2515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/2515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/2515/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/2515/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/2515/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2515&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/17/matahati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/05/allah_a_.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Allah_A_</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Iman Dalam Kehidupan</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/10/pengaruh-iman-dalam-kehidupan/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/10/pengaruh-iman-dalam-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 02:18:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=2475</guid>
		<description><![CDATA[Iman kepada Allah Ta’ala adalah pedoman dari kehidupan rohaniah, sumber ketenangan dan ketenteraman diri serta langkah awal dari semua bentuk kebahagiaan. Iman merupakan sebuah keyakinan yang muncul dari pemahaman diri tentang alam beserta isinya yang berkaitan dengan kebesaran Sang Khaliq. &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/10/pengaruh-iman-dalam-kehidupan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2475&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/05/caligra0.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2476" title="CALIGRA0" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/05/caligra0.jpg?w=183&#038;h=136" alt="" width="183" height="136" /></a>Iman kepada Allah Ta’ala adalah pedoman dari kehidupan rohaniah, sumber ketenangan dan ketenteraman diri serta langkah awal dari semua bentuk kebahagiaan. Iman merupakan sebuah keyakinan yang muncul dari pemahaman diri tentang alam beserta isinya yang berkaitan dengan kebesaran Sang Khaliq. Tanda-tanda keimanan dalam diri seseorang dapat  terlihat dari amal perbuatan yang dikerjakan, karena kepribadian diri seseorang  merupakan pancaran dari iman yang ada di dalam diri seseorang. Seseorang dikatakan beriman dengan sebenar-benarnya iman adalah jika ia berbuat kebajikan dan <span id="more-2475"></span>berada di jalan yang lurus serta meninggalkan kemungkaran karena takut mendapat ‘adzab yang pedih dari Allah Swt.  Hal ini sering kita dengar dengan istilah iman hakiki. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa setiap kali terdapat kata iman, pasti tidak akan terlepas dari kata amal shalih. Hal ini menunjukan bahwa Allah Ta’ala mewajibkan kepada siapa saja yang beriman agar senantiasa mengikat dirinya dengan amal kebajikan. Karena orang yang beriman kepada Allah lalu diikuti dengan amal shalih, ia akan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Allah di akhirat kelak. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “<em>Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa untuk mereka</em> (disediakan<em>) surga-surga</em>”. (QS.  Al-Baqarah: 25). Dalam ayat lain dikatakan: “<em>Sungguh, mereka yang beriman dan mengerjakan kebajikan , kami benar-benar tidak akan menyia-nyiakan  pahala orang yang mengerjakan perbuatan baik itu</em>”. (QS. Al-Kahfi: 30).</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu pengaruh Iman kepada Allah, adalah menjauhkan seseorang dari perbuatan maksiat, kerena ketika di dalam hatinya memiliki benteng dan pondasi yang kuat (iman) maka tidak ada satupun yang dapat menyingkirkannya, baik itu dari godaan setan ataupun pengaruh hawa nafsu. Nabi Saw. bersabda: “<em>Tidak berzina orang yang beriman itu, tidak mencuri orang yang beriman itu, dan tidak minum-minuman keras bagi orang yang minum sedang  dalam keadaan beriman</em>”.(HR. Bukhari dan Muslim). Selain menjauhkan diri dari perbuatan ma’siat, masih banyak pengaruh-pengaruh lain, diantaranya adalah :</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>Menghiasi diri orang yang beriman dengan budi pekerti yang baik, jauh dari kehidupan dan hal-hal yang tidak berguna. Sebagaimana Allah berfirman “Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Karni berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah rnasyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah Kami jadikan orang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’am: 122)</li>
<li>Menjadi sumber ketenangan dan kedamaian bagi setiap orang, kerana ia sejalan dengan fitrah dan seiring dengan tabiatnya. Menjadi sumber kebahagiaan bagi masyarakat, kerana ia mengukuhkan ikatan-ikatan masyarakat, merapatkan tali kekeluargaan dan membersihkan perasaan-perasaan dari sifat-sifat tercela. Sebagaimana firman Allah, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)</li>
<li>Sucinya hati dan kejernihan jiwa dari persangkaan-persangkaan, khurafat dan takhayul. Dengan begitu ia akan jernih dan bersih sesuai fitrahnya, keadaannya akan meningkat dengan karamah yang ada padanya. Maka setiap rasa tunduk dan khusyu’ di dalamnya untuk menyatukan arah kepada Penciptanya, yang memiliki karunia atas dirinya dan atas seluruh makhluk, serta menjamin kepentingan mereka semua. Bilamana ia merasakan pada dirinya keutuhan penciptaan dan tenjaminnya rezeki maka sirnalah (lenyaplah) ikatan-ikatan takhayul, takut dan harapannya dari makhluk lain, baik para pembesar manusia maupun bayangan menakutkan yang diciptakan oleh daya khayal yang disangka ada pada benda-benda langit (planet dan binatang), pepohonan, bebatuan dan sejenisnya, atau kuburan dari ahli kubur yang dikeramatkan. Maka dengan iman itu ia akan bergantung kepada Allah, Tuhan Yang Maha haq, dan akan berpaling dari yang selain-Nya. Maka bersatulah manusia dalam ketergantungan (ta’alluq) dan tujuan (hadaf), serta hilanglah dorongan-dorongan untuk bersaing dan berselisih.</li>
<li>Menampakkan kemuliaan (izzah) dan kekebalan (mana’ah). Orang yang beriman percaya bahwa dunia adalah mazra’atul akhirah (ladang untuk akhirat), seperti dalam firman Allah, “Dan dirikanlah solat dan tunaikanlah zakat. Dan apa-apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah: 110) “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, nescaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, nescaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Az-Zalzalah: 7-8). Dan ia mengimani bahwa apa yang ditakdirkan luput darinya, tidak akan mengenainya, dan apa yang ditakdirkan menimpanya pasti mengenainya. Dengan itu, terhapuslah dari dalam hatinya terhadap perihal kekhuwatiran dari segala macam rasa takut. Maka dia tidak akan rela kehinaan dan kerendahan untuk dirinya, ia tidak akan tinggal diam atas kekalahan dan penindasan. Dari sini kita mengetahui dengan jelas bagaimana tugas-tugas berat dan agung mampu ditempuh melalui <a href="http://an-nawawi.blogspot.com/2007/09/kehebatan-iman-generasi-terdahulu.html">tangan Rasulullah dan juga tangan-tangan para sahabatnya</a>. Sesungguhnya kekuatan bumi semuanya tidak mampu menghadang di depan orang yang hatinya dipenuhi oleh pancaran iman, amalnya didasarkan pada pengawasan Allah dan menjadikan kehidupan akhirat sebagai tujuan akhirnya. Kita juga memahami bagaimana para rasul dan para nabi di mana mereka sendirian menghadapi kaum dan umatnya yang bersatu, mereka tidak mempedulikan jumlah manusia dan kekuatannya. Dalam Sejarah Nabi Ibrahim dan Hud terdapat sikap yang dapat menjelaskan dan menampakkan kekuatan iman yang sebenarnya.</li>
<li>Berhias dengan akhlak mulia. Sesungguhnya iman seseorang kepada suatu kehidupan sesudah kehidupan duniawi ini dan di sana akan dibalas segala perbuatan akan membuat dia merasa bahawa hidupnya mempunyai tujuan dan makna yang tinggi; suatu perkara yang dapat mendorongnya untuk berbuat baik, berbudi luhur dan berhias dengan keutamaan, menjauhi kejahatan dan melepas pakaian kehinaan. Dengan begini akan terwujudlah peribadi yang utama dan masyarakat yang mulia serta negara yang makmur.</li>
<li>Bersemangat, giat serta rajin bekerja. Sesungguhnya orang yang beriman kepada qadha’ Allah dan qadar-Nya, mengetahui kaitan antara sebab dan akibat, mengerti nilai amal, kedudukan dan keutamaannya, ia akan mengetahui bahawa di antara taufik Allah bagi manusia adalah petunjuk-Nya untuk mengupayakan sebab-sebab yang dapat menghantarkan kepada tujuan. Dan dia tidak akan berputus-asa apabila ada sesuatu yang tidak dia capai, sebagaimana dia tidak akan lupa diri dan sombong apabila berhasil meraih keuntungan dunia, sebagai wujud dan iman kepada firman Allah s.w.t., “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan din.” (Al-Hadid: 22-23)</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/aqidah/'>Aqidah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/2475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/2475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/2475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/2475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/2475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/2475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/2475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/2475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/2475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/2475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/2475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/2475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/2475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/2475/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2475&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/10/pengaruh-iman-dalam-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/05/caligra0.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">CALIGRA0</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Acara Mitung Ndino Tradisi Para Sahabat Nabi Saw</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/09/acara-mitung-ndino-tradisi-para-sahabat-nabi-saw/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/09/acara-mitung-ndino-tradisi-para-sahabat-nabi-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 09:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=968</guid>
		<description><![CDATA[Acara mitung ndino atau acara tujuh hari dari kematian, biasanya di adakan acara yasinan atau tahlilan setiap malam dari hari pertama kematian seseorang sampai selama tujuh hari berturut-turut. Menurut cerita, di Indonesia dulu sebelum masuknya agama Islam banyak sekali orang-orang &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/09/acara-mitung-ndino-tradisi-para-sahabat-nabi-saw/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=968&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/04/imagesca8uttvk.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-969" title="Tahlilan" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/04/imagesca8uttvk.jpg?w=593" alt=""   /></a>Acara <em>mitung ndino</em> atau acara tujuh hari dari kematian, biasanya di adakan acara yasinan atau tahlilan setiap malam dari hari pertama kematian seseorang sampai selama tujuh hari berturut-turut. Menurut cerita, di Indonesia dulu sebelum masuknya agama Islam banyak sekali orang-orang yang mempercayai bahwa pada hari pertama sampai ke tujuh, roh-roh orang yang mati akan mengganggu orang kampung, maka untuk mengusir roh-roh yang mengganggu tersebut, mereka berkumpul dirumah si mati pada hari-hari tersebut, membuat sesajen dan membacakan mantera-mantera. Setelah Islam datang, tradisi tersebut oleh para Wali Songo digunakan sebagai alat dakwah. Tradisi tersebut tetap dibiarkan ada dan <span id="more-968"></span>tidak sertamerta ditolak, tetapi sesajen diganti dengan sedekah makanan, sedangkan bacaan mantera-manteranya diganti dengan bacaan Yasin dan Tahlil. Kemudian oleh tokoh-tokoh Nahdlotul Ulama tradisi yang sudah berlangsung lama ini direspon dengan baik sebagai napak tilas pendahulunya yaitu Wali Songo. Pertanyaannya sekarang, Apakah yang dilakukan oleh Wali Songo yang kemudian di teruskan oleh warga NU tersebut ngawur tanpa dasar syar’i?</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Imam Suyuthi didalam kitab al-Hawi lil Fatawi, tradisi memberi sedekah makanan selama tujuh hari dari kematian ini merupakan kebiasan atau tradisi yang tetap berlaku hingga sekarang ini (sekitar abad ke-9 Hijriyah) di Makkah dan Madinah. Yang jelas tradisi itu tidak pernah ditinggalkan sejak masa sahabat Nabi saw. Tradisi ini di ambil dari ulam salaf sejak generasi pertama (masa sahabat Nabi saw). Imam Ahmad bin Hambal juga berkata dalam kitab az-Zuhd, sebagaimana dikutip oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Hawi lil Fatawi, Juz 2, Hal 178,</p>
<h2 style="text-align:right;"> حدثنا هاشم إبن القاسم قال, حدثنا الأشجعى عن سفيان قال, قال طاوس إن الموتى يفتنون فى قبورهم سبعا, فكانوا يستحبون أن يطعموا عنهم تلك الأيام.</h2>
<p style="text-align:justify;"><em>Hasyim bin Qosim bercerita kepada kami, Ia berkata, Al-Asyja’i dari Sufyan bercerita kepada kami, Ia berkata, Thowus berkata “Orang yang meninggal dunia di uji selama tujuh hari didalam kubur. Maka para salafus sholih mensunahkan bersedekan makanan untuk mereka yang meninggal dunia selama tujuh hari itu.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Melihat, menyimak dan mencermati perkataan Imam Suyuthi dan Imam Ahmad bin Hambal di atas rasanya tradisi mitung ndino ini, sama sekali terbebas dari hal-hal yang dikhawatirkan kaum Wahabi, yakni bahwa acara semacam ini bisa membuat orang menjadi terprosok dalam prilaku bid’ah yang akhirnya jatuh dalam kubangan syirik. Bahkan yang ada adalah sebuah subkultur Islam yang sangat menarik, dinamis dan berguna sebagai perekat sosial atau ukhuwwah dan ittihad bagi masyarakat.</p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/aqidah/'>Aqidah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/968/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/968/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/968/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=968&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/09/acara-mitung-ndino-tradisi-para-sahabat-nabi-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/04/imagesca8uttvk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tahlilan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadits Dha’if dan Nashiruddin Al-Albani</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/02/hadits-dha%e2%80%99if-dan-nashiruddin-al-albani/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/02/hadits-dha%e2%80%99if-dan-nashiruddin-al-albani/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 14:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=2396</guid>
		<description><![CDATA[Bagi kaum Salafi/Wahabi, Syaikh Nashiruddin al-Albani adalah ulama besar dan ahli hadis yang utama. Karya karyanya dalam bidang hadis sangat banyak dan sering dijadikan rujukan utama oleh kaum Salafi &#38; Wahabi dalam menghukumi riwayat hadis. Yang sedemikian karena al-Albani sangat &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/02/hadits-dha%e2%80%99if-dan-nashiruddin-al-albani/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2396&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/12/syaikh-nasiruddin-albani.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2397" title="syaikh-nasiruddin-albani" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/12/syaikh-nasiruddin-albani.jpg?w=593" alt=""   /></a>Bagi kaum Salafi/Wahabi, Syaikh Nashiruddin al-Albani adalah ulama besar dan ahli hadis yang utama. Karya karyanya dalam bidang hadis sangat banyak dan sering dijadikan rujukan utama oleh kaum Salafi &amp; Wahabi dalam menghukumi riwayat hadis. Yang sedemikian karena al-Albani sangat gemar meneliti dan mengomentari hadis-hadis yang terdapat di dalam kitab-kitab para ulama. Pada puncaknya, al-Albani menyusun kitab-kitab khusus mengenai hadis-hadis shahih, dha’if (lemah), dan maudhu’ (palsu), baik yang berkenaan dengan hadis-hadis yang ada di dalam kitab-kitab para ulama, maupun yang ia susun sendiri dengan tajuk silsilah.<span id="more-2396"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kaum Salafi &amp; Wahabi menganggap sepertinya al-Albani adalah ahli hadis yang sangat menguasai bidangnya, sehingga bagi sebagian mereka seperti ada kepuasan hati ketika sudah mengetahui pendapat al-Albani tentang hadis yang mereka bahas, dan seolah mereka sudah mencapai hasil penilaian final saat menyebutkan “hadis ini dishahihkan al-Albani” atau “al-Albani mendha’ifkan hadis ini”.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada dua hal yang penting dalam pembahasan poin ini yang penulis anggap perlu diketahui oleh para pembaca, yaitu: 1. Status hadis dha’if. 2. Kedudukan Syaikh Nashiruddin al-Albani dalam menilai hadis.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Status Hadis Dha’if (Lemah)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di kalangan masyarakat awam, penulis melihat adanya kecenderungan menganggap bahwa hadis dha’if (lemah) sebagai hadis yang tidak dapat dijadikan hujjah atau dalil dalam melakukan suatu amalan. Hal ini diakibatkan oleh penyebutannya yang seringkali terkesan negatif dan terpisah-pisah (yaitu hanya menyebut kelemahan suatu riwayat hadis tanpa mengkonfirmasikannya dengan riwayat-riwayat lain yang semakna, yang mungkin dapat mengangkat statusnya dari kelemahan). Padahal, kelemahan suatu riwayat bisa sangat relatif sifatnya, bisa sedikit dan bisa juga banyak. Dan apa yang mungkin tidak diketahui oleh seorang periwayat hadis secara pasti, sangat mungkin diketahui oleh periwayat yang lain, sebagaimana sisi kekuatan suatu riwayat hadis yang diketahui oleh seorang ahli hadis, sangat mungkin tidak diketahui oleh ahli hadis yang lain. Imam Ibnu Katsir menyebutkan:</p>
<p style="text-align:justify;">وقد نبه الشيخ أبو عمرو ههنا على أنه لا يلزم من الحكم بضعف سند الحديث المعير الحكم بضعفه في نفسه، إذ قد يكون له إسناد آخر، إلا أن ينص إمام على أنه لا يروى إلا من هذا الوجه. (الباعث الحثيث شرح اختصار علوم الحديث للحافظ ابن كثير، أحمد مجمد شاكر، دار الكتب العلمية، بيروت، ص.( 85</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan Syaikh Abu ‘Amr telah memperingati di sini bahwasanya tidak lazim menghukumi kedha’ifan sanad (jalur riyawat) suatu hadis yang dianggap cacat semata-mata dari hukum dha’ifnya sanad hadis tersebut, dikarenakan ter kadang hadis itu memiliki pensanadan (jalur periwayatan) lain, kecuali bila ada seorang Imam hadis yang menyatakan bahwa hadis tersebut tidak diriwayatkan kecuali hanya melalui jalur ini.” (Lihat al-Ba’its al-Hatsits Syarh Ikhtishar ‘Ulum al-Hadits lilhafizh Ibni Katsir, Ahmad Muhammad Syakir, Dar al-Kutub al-’Ilmiyah, Beirut, hal. 85).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada kitab dan halaman yang sama, Syaikh Ahmad Muhammad Syakir menerangkan ungkapan itu dengan penjelasan berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">من وجد حديثا بإسناد ضعيف، فلأحوط أن يقول: “إنه ضعيف بهذا الإسناد”، ولا يحكم بضعف المتن –مطلقا من غير تقييد- بمجرد ضعف ذلك الإسناد، فقد يكون الحديث واردا بإسناد آخر صحيح، إلا أن يجد الحكم بضعف المتن منقولا عن إمام من الحفاظ والمطلعين على الطرق.</p>
<p style="text-align:justify;">“Siapa yang mendapati sebuah hadis dengan pensanadan (jalur periwayatan) yang dha’if, maka yang lebih aman hendaknya ia berkata, ‘sesungguhnya hadis ini dha’if dengan jalur periwayatan ini’, dan matan (redaksi/lafaz) hadis tersebut tidak dihukumi dha’if –secara umum tanpa ikatan— semata-mata karena lemahnya jalur periwayatan tersebut, maka terkadang hadis tersebut datang (diriwayatkan) dengan jalur periwayatan lain yang shahih, kecuali bila ditemukan hukum kedha’ifan matan (redaksi/lafaz)nya yang dinukil dari seorang Imam dari kalangan Huffazh (penghafal hadis) yang meneliti jalan-jalannya (jalur-jalur  periwayatan hadis).</p>
<p style="text-align:justify;">Penjelasan di atas adalah kelaziman yang harus dilakukan seorang penerima hadis pada saat ia mendapatkan informasi bahwa suatu hadis itu dha’if (lemah), di mana ia tidak serta merta langsung menyatakan hukum dha’if secara mutlak, apalagi menyatakan bahwa hadis dha’if tersebut tidak boleh diamalkan atau dijadikan hujjah atau dalil.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadis dha’if berbeda dari hadis maudhu’ (palsu). Hadis dha’if tetap harus diakui sebagai hadis, dan menjadikannya sebagai dalil atau dasar untuk melakukan suatu amalan kebaikan yang berkaitan dengan fadha’il al-a’mal (keutamaan amalan) adalah sah menurut kesepakan para ulama hadis. Perhatikan isyarat-isyarat para ulama berikut ini:</p>
<p style="text-align:justify;">مع أنهم أجمعوا على جواز العمل بالحديث الضعيف في فضائل الأعمال (شرح سنن ابن ماجه ج: 1 ص: 98(</p>
<p style="text-align:justify;">“… sementara mereka (para ahli hadis) telah berijma’ (bersepakat) atas bolehnya mengamalkan hadis dha’if (lemah) di dalam fadha’il al-a’mal (keutamaan amalan)” (lihat Syarh Sunan Ibnu Majah, juz 1, hal. 98).</p>
<p style="text-align:justify;">باب التشدد في أحاديث الأحكام والتجوز في   فضائل الأعمال. قد ورد واحد من السلف انه لا يجوز حمل الأحاديث المتعلقة بالتحليل والتحريم الا عمن كان بريئا من التهمة بعيدا من الظنة واما أحاديث الترغيب والمواعظ ونحو ذلك فإنه يجوز كتبها عن سائر المشايخ (الكفاية في علم الرواية، الخطيب البغدادي، ج. 1، ص. 133(</p>
<p style="text-align:justify;">“Bab bersikap ketat pada hadis-hadis hukum, dan bersikap longgar pada fadha’il al-a’mal. Telah datang satu pendapat dari seorang ulama salaf bahwasanya tidak boleh membawa hadis-hadis yang berkaitan dengan penghalalan dan pengharaman kecuali dari orang (periwayat) yang terbebas dari tuduhan, jauh dari dugaan. Adapun hadis-hadis targhib (stimulus/anjuran) dan mawa’izh (nasehat) dan yang sepertinya, maka boleh menulisnya (meriwayatkannya) dari seluruh masyayikh (para periwayat hadis)” (lihat al-Ba’its al-Hatsits Syarh Ikhtishar ‘Ulum al-Hadits lilhafizh Ibni Katsir, Ahmad Muhammad Syakir, Dar al-Kutub al-’Ilmiyah, Beirut, hal. 85).</p>
<p style="text-align:justify;">قال: ويجوز رواية ما عدا الموضوع في باب الترغيب والترهيب، والقصص والمواعظ، ونحو ذلك، إلا في صفات الله عز وجل، وفي باب الحلال والحرام. (الباعث الحثيث شرح اختصار علوم الحديث للحافظ ابن كثير، أحمد مجمد شاكر، دار الكتب العلمية، ص. 85(</p>
<p style="text-align:justify;">“(Ibnu Katsir) berkata: ‘Dan boleh meriwayatkan selain hadis maudhu’ (palsu) pada bab targhib (stimulus/anjuran) dan tarhib (ancaman), kisah-kisah dan nasehat, dan yang seperti itu, kecuali pada sifat-sifat Allah ‘Azza wa Jalla dan pada bab halal &amp; haram”(lihat al-Ba’its al-Hatsits Syarh Ikhtishar ‘Ulum al-Hadits lilhafizh Ibni Katsir, Ahmad Muhammad Syakir, Dar al-Kutub al-’Ilmiyah, Beirut, hal. 85).</p>
<p style="text-align:justify;">Dan banyak lagi pernyataan-pernyataan ulama hadis tentang hal tersebut yang tidak mungkin disebutkan keseluruhannya di sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaitannya dengan pembahasan bid’ah adalah bahwa kaum Salafi &amp; Wahabi terkesan mudah mengkategorikan suatu amalan sebagai bid’ah, atau minimal sebagai amalan yang harus dihindari  hanya karena hadis yang dijadikan dalil untuk itu mereka anggap dha’if. Padahal, amalan-amalan yang didasari oleh hadis-hadis dha’if tersebut tergolong fadha’il al-a’mal (keutamaan amalan) atau furu’ (perkara cabang) yang bukan pokok di dalam penentuan hukum agama. Contohnya, hadis-hadis yang dijadikan dalil untuk menghadiahkan pahala bacaan al-Qur’an kepada mayit. Al-Imam Jalaluddin as-Suyuthi menyatakan:</p>
<p style="text-align:justify;">واستدلوا على الوصول، وبالقياس على ما تقدم من الدعاء والصدقة والصوم والحج والعتق، فإنه لا فرق في نقل الثواب بين أن يكون عن حج أو صدقة أو وقف أو دعاء أو قراءة، وبالأحاديث الآتي ذكرها، وهي وإن كانت ضعيفة، فمجموعها يدل على أن لذلك أصلا، وبأن المسلمين ما زالوا في كل عصر، يجتمعون ويقرؤون لموتاهم من غير نكير، فكان ذلك إجماعا. ذكر ذلك كله الحافظ شمس الدين بن عبد الواحد المقدسي الحنبلي في جزء ألفه في المسألة. (شرح الصدور بشرح حال الموتى والقبور، الحافظ جلال الدين السيوطي، دار الفكر، بيروت، ص. 269</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan mereka (jumhur ulama) mengambil dalil atas sampainya (hadiah pahala kepada mayit), dan dengan qiyas kepada apa yang telah disebutkan daripada do’a, sedekah, puasa, haji, dan memerdekakan budak, maka sesungguhnya tidak ada beda dalam hal memindahkan pahala antara entahkah amalan itu haji, sedekah, wakaf, do’a, atau bacaan al-Qur’an. Dan dengan hadis-hadis yang akan disebutkan, meskipun dha’if, maka semuanya menunjukkan bahwa hal tersebut (menghadiahkan pahala kepada mayit) memiliki asal (landasan di dalam agama), dan bahwa kaum muslimin di setiap masa masih terus berkumpul dan membacakan al-Qur’an untuk mayit-mayit mereka tanpa ada yang mengingkarinya, maka menjadilah hal itu sebagai ijma’. Semua itu telah disebutkan oleh al-Hafizh Syamsuddin bin Abdul Wahid al-Maqdisi al-Hanbali di dalam sebuah juz yang ia tulis tentang masalah tersebut.” (Lihat Syarh al-Shudur bi Syarh Hal al-Mauta wa al-Qubur, al-Hafizh Jalaluddin as-Suyuthi, Dar el-Fikr, Beirut, hal. 269).</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah contoh kearifan para ulama hadis dalam menilai dan menyikapi dalil-dalil yang secara zhahir dianggap dha’if. Sayangnya sikap seperti ini tidak ditiru oleh orang-orang yang gemar sekali menuduh bid’ah setiap perkara baru berbau agama. Terkadang bermodalkan sedikit pengetahuan tentang tahqiq al-hadits (penelitian hadis) mereka dengan mudahnya mencampakkan suatu amalan ke dalam keranjang bid’ah sesat hanya karena mereka nilai dalilnya dha’if (lemah).</p>
<p style="text-align:justify;">Ini adalah sebuah masalah yang kerapkali muncul di kalangan para pelajar ilmu hadis, terutama bagi mereka yang baru merasa bisa meneliti hadis sendiri. Yang kemudian menambah masalah tersebut semakin tidak karuan adalah ketika dalam menyebutkan kedha’ifan hadis tersebut, orang-orang tersebut sering mendasarinya dengan penilaian hadis menurut Syaikh Nashiruddin al-Albani yang kredibilitasnya tidak diakui oleh para ulama hadis, sebagaimana akan dibahas setelah ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Kedudukan Syaikh Nashiruddin al-Albani Dalam Menilai Hadis</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Nashiruddin al-AlBani adalah nama yang tidak asing di kalangan para pelajar ilmu hadis belakangan ini. Namanya banyak dicantumkan oleh para penulis buku-buku Islam (terutama yang berpaham Salafi &amp; Wahabi) saat mengomentari suatu hadis. Karya-karyanya juga sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh para pengagumnya, sehingga namanya kini juga banyak didapati di toko-toko buku dan stan-stan pameran buku, berhubung penerbit-penerbit buku atau majalah berhaluan Salafi &amp; Wahabi belakangan sudah semakin menjamur.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi, tahukah anda, bahwa sesungguhnya kepiawaian Syaikh Nashiruddin al-Albani dalam menilai hadis diragukan oleh para ulama hadis, bahkan cenderung tidak diakui, menimbang bahwa beliau tidak memiliki jalur keilmuan yang jelas dalam bidang tersebut. Lebih jelasnya, penulis akan menyebutkan sekelumit gambaran tentang pribadi Syaikh al-Albani ini sebagaimana ditulis oleh Tim Bahtsul Masa’il PCNU Jember di dalam buku Membongkar Kebohongan Buku “Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat &amp; Dzikir Syirik” (H. Mahrus Ali), halaman 245-247 sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Dewasa ini tidak sedikit di antara pelajar Ahlussunnah Waljama’ah yang tertipu dengan karya-karya al-Albani dalam bidang ilmu hadits, karena belum mengetahui siapa sebenarnya al-Albani itu. Pada mulanya, al-Albani adalah seorang tukang jam. Ia memiliki kegemaran membaca buku. Dari kegemarannya ini, ia curahkan untuk mendalami ilmu hadits secara otodidak, tanpa mempelajari hadits dan ilmu agama yang lain kepada para ulama, sebagaimana yang menjadi tradisi ulama salaf dan ahli hadits. Oleh karena itu al-Albani tidak memiliki sanad hadits yang mu’tabar (diakui-red). Kemudian ia mengaku sebagai pengikut salaf, padahal memiliki akidah yang berbeda dengan mereka, yaitu aqidah Wahhabi dan tajsim (menafsirkan ayat-ayat tentang fisik Allah apa adanya-red).</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena akidah al-Albani yang berbeda denga akidah ulama ahli hadits dan kaum Muslimin, maka hadits-hadits yang menjadi hasil kajiannya sering bertentangan dengan pandangan ulama ahli hadits. Tidak jarang al-Albani menilai dha’if dan maudhu’ terhadap hadits-hadits yang disepakati keshahihannya oleh para hafizh, hanya dikarenakan hadits tersebut berkaitan dengan dalil tawassul. Salah satu contoh misalnya, dalam kitabnya al-Tawassul Anwa’uhu wa Ahkamuhu (cet. 3, hal. 128), al-Albani mendha’ifkan hadits Aisyah Ra. yang diwayatkan oleh ad-Darimi dalam al-Sunan-nya, dengan alasan dalam sanad hadits tersebut terdapat perawi yang bernama Sa’id bin Zaid, saudara Hammad bin Salamah. Padahal dalam kitabnya yang lain, al-Albani sendir telah menilai Sa’id bin Zaid ini sebagai perawi yang hasan (baik) dan jayyid (bagus) haditsnya yaitu dalam kitabnya Irwa’ al-Ghalil (5/338).</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara Ulama Islam yang mengkritik al-Albani adalah al-Imam al-Jalil Muhammad Yasin al-Fadani penulis kitab al-Durr al-Mandhud Syarh Sunan Abi Dawud dan Fath al-’Allam Syarh Bulugh al-Maram; al-Hafizh Abdullah al-Ghummari dari Maroko; al-Hafizh Abdul Aziz al-Ghummari dari Maroko; al-Hafizh Abdullah al-Harari al-Abdari dari Lebanon pengarang Syarh Alfiyah al-Suyuthi fi Mushthalah al-Hadits; al-Muhaddits Mahmud Sa’id Mamduh dari Uni Emirat Arab pengarang kitab Raf’u al-Manarah li-Takhrij Ahadits al-Tawassul wa al-Ziyarah; al-Muhaddits Habiburrahman al-A’zhami dari India; Syaikh Muhammad bin Ismail al-Anshari seorang peniliti Komisi Tetap Fatwa Wahhabi dari Saudi Arabia; Syaikh Muhammad bin Ahmad al-Khazraji menteri agama dan wakaf Uni Emirat Arab; Syaikh Badruddin Hasan Dayyab dari Damaskus; Syaikh Muhammad Arif al-Juwaijati; Syaikh Hasan bin Ali al-Saqqaf dari Yordania; al-Imam al-Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki dari Mekkah; Muhammad bin Shalih al-’Utsaimin dari Najd (ulama Wahabi-red) yang menyatakan bahwa al-Albani tidak memiliki pengetahuan agama sama sekali; dan lain-lain. Masing-masing ulama tersebut telah mengarang bantahan terhadap al-Albani (sebagian dari buku-buku al-Albani dan bantahannya ada pada perpustakaan kami [Tim PCNU Jember-red]).</p>
<p style="text-align:justify;">Tulisan Syaikh Hasan bin Ali al-Saqqaf yang berjudul Tanaqudhat al-Albani al-Wadhihat merupakan kitab yang menarik dan mendalam dalam mengungkapkan kesalahan fatal al-Albani tersebut. Beliau mencatat seribu lima ratus (1500) kesalahan yang dilakukan al-Albani lengkap dengan data dan faktanya. Bahkan menurut penelitian ilmiah beliau, ada tujuh ribu (7000) kesalahan fatal dalam buku-buku yang ditulis al-Albani. Dengan demikian, apabila mayoritas ulama sudah menegaskan penolakan tersebut, berarti Nashiruddin al-Albani itu memang tidak layak untuk diikuti dan dijadikan panutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenyataan tersebut di atas juga diakui oleh Syaikh Yusuf Qardhawi di dalam tanggapan beliau terhadap al-Albani yang mengomentari hadis-hadis di dalam kitab beliau berjudul al-Halal wal-Haram fil-Islam, sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh sebab itu, penetapan Syaikh al-Albani tentang dha’if-nya suatu hadits bukan merupakan hujjah yang qath’I (pasti-red) dan sebagai kata pemutus. Bahkan dapat saya katakan bahwa Syaikh al-Albani hafizhahullah kadang-kadang melemahkan suatu hadits dalam satu kitab dan mengesahkannya (menshahihkannya-red) dalam kitab lain. (Lihat Halal dan Haram , DR. Yusuf Qardhawi, Robbani Press, Jakarta, 2000, hal. 417).</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Yusuf Qardhawi juga banyak menghadirkan bukti-bukti kecerobohan al-Albani dalam menilai hadis yang sekaligus menunjukkan sikapnya yang “plin-plan”, sehingga hasil penelitiannya terhadap hadis sangat diragukan dan tidak dapat dijadikan pedoman. Belum lagi bila menilik fatwa-fatwa al-Albani yang kontroversial, maka semakin tampaklah cacat yang dimilikinya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Di antara fatwa-fatwa al-Albani yang kontroversial itu sebagaimana disebut di dalam buku Membongkar Kebohongan Buku “Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat &amp; Dzikir Syirik” (H. Mahrus Ali), halaman 241-245 adalah :</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Mengharamkan memakai cincin, gelang, dan kalung      emas bagi kaum wanita</li>
<li>Mengharamkan berwudhu dengan air yang lebih dari      satu mud (sekitar setengah liter) dan mengharamkan mandi dengan air yang      lebih dari lima      mud (sekitar tiga liter).</li>
<li>Mengharamkan shalat malam melebihi 11 raka’at.</li>
<li>Mengharamkan memakai tasbih (penghitung) untuk      berdzikir.</li>
<li>Melarang shalat tarawih melebihi 11 raka’at.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Ada pula fatwa-fatwanya yang nyeleneh, seperti: Menganggap adzan kedua di hari Jum’at sebagai bid’ah yang tidak boleh dilakukan (lihat al-Ajwibah al-Nafi’ah), menganggap bid’ah berkunjung kepada keluarga dan sanak famili pada saat hari raya, mengharuskan warga Muslim Palestina agar keluar dari negeri mereka dan menganggap yang masih bertahan di Palestina adalah kafir (lihat Fatawa al-Albani, dikumpulkan oleh ‘Ukasyah Abdul Mannan, hal. 18), mengajak kaum Muslimin untuk membongka al-Qubbah al-Khadhra’ (kubah hijau yang menaungi makan Rasulullah Saw.) dan mengajak mengeluarkan makan Rasulullah Saw. dan Sayidina Abu Bakar dan Sayidina Umar ke lokasi luar Masjid Nabawi (lihat Tahdzir al-Sajid min Ittikhadz al-Qubur Masajid, hal. 68), dan bahkan al-Albani berani menyatakan secara bahwa sikap Imam Bukhari dalam menta’wil sebuah ayat di dalam kitab Shahih Bukhari adalah sikap yang tidak pantas dilakukan seorang Muslim yang beriman (artinya secara tidak langsung ia telah menuduh al-Bukhari kafir dengan sebab ta’wilnya tersebut) (lihat Fatawa al-Albani, hal. 523).</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, setelah mengetahui kenyataan yang sedemikian buruknya tentang kredibilitas al-Albani dalam kegemarannya mengomentari hadis-hadis Rasulullah Saw. yang terdapat di berbagai kitab para ulama, maka orang-orang berakal sehat tidak akan lagi memandang “pantas” untuk menjadikan karya-karya al-Albani sebagai rujukan ilmiah, apalagi dalam rangka memvonis suatu amalan sebagai bid’ah hanya karena dalilnya didha’ifkan oleh al-Albani. Kejanggalan al-Albani itu bahkan juga dirasakan oleh ulama Wahabi seperti al-’Utsaimin dan yang lainnya, sehingga para pengikut Salafi &amp; Wahabi (terutama yang ada di Indonesia) tidak sepantasnya mengunggulkan karya-karya al-Albani, apalagi menerbitkan dan menyebarluaskannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber.</p>
<p>gusyusuf2010.wordpress.com</p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/tokoh/'>Tokoh</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/2396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/2396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/2396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/2396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/2396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/2396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/2396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/2396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/2396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/2396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/2396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/2396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/2396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/2396/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2396&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/05/02/hadits-dha%e2%80%99if-dan-nashiruddin-al-albani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2010/12/syaikh-nasiruddin-albani.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">syaikh-nasiruddin-albani</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KH.Zubair Dahlan</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/04/26/kh-zubair-dahlan/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/04/26/kh-zubair-dahlan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 00:06:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=2446</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan Semasa Kecil K.H. Zubair Dahlan dilahirkan pada tahun 1323H di daerah pesisir pantai, tepatnya, di Desa Karangmangu, Sarang Rembang. Suatu daerah yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beliau adalah putra ke-2 dari Kyai Dahlan dan Ibu &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/04/26/kh-zubair-dahlan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2446&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/04/mbah-zubair.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2447" title="Mbah Zubair" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/04/mbah-zubair.jpg?w=593" alt=""   /></a>Kehidupan Semasa Kecil</strong></p>
<p style="text-align:justify;">K.H. Zubair Dahlan dilahirkan pada tahun 1323H di daerah pesisir pantai, tepatnya, di Desa Karangmangu, Sarang Rembang. Suatu daerah yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beliau adalah putra ke-2 dari Kyai Dahlan dan Ibu Nyai Hasanah. Pada masa kecilnya, beliau tumbuh dan berkembang keilmuwannya di bawah bimbingan ayahandanya. Dalam permasalahan ta&#8217;alum (pendidikan), beliau belajar membaca Al-Qur&#8217;an dan ilmu-ilmu dasar agama Islam langsung di bawah pantauan kakek beliau, Kyai Syua&#8217;ib yang sudah masyhur dengan ke&#8217;alimannya. Sehingga pada umur yang relatif sangat muda (6 tahun), beliau sudah dapat membaca Al-Qur&#8217;an dengan baik disertai dengan tajwid-tajwidnya. Sejak kecil beliau terkenal dengan kecerdasannya, serta memiliki himmah yang kuat untuk mempelajari dan mendalami ilmu-ilmu agama. Dalam bimbingan kakeknya, beliau dapat mempelajari bermacam-macam cabang ilmu pengetahuan agama Islam. Adapun dalam bidang sastra dan gramatika Arab, beliau dibimbing langsung oleh ayahandanya. Dalam bidang ilmu fiqih beliau menghatamkan kitab Taqrib dari paman beliau, Kyai Ahmad bin Syua&#8217;ib. Sedangkan kitab Fathul Wahab beliau mengaji di bawah bimbimgan Kyai Fathur Rohman bin Kyai Ghozali.<span id="more-2446"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Rihlah K.H. Zubair Dahlan dalam Mendalami Ilmu Agama</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kehausan beliau dalam mendalami pengetahuan ilmu agama tidak cukup hanya di daerah kelahiran saja. Bertepatan pada usia ke-17 beliau pergi ke Makkah Al- Mukarromah bersama dengan kakek dan neneknya, Kyai Syua&#8217;ib beserta istri. Beliau tinggal di sana selama tiga tahun bersama pamannya, Kyai Imam Kholil. Dalam kesempatan ini, beliau menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari para ulama&#8217; Al-Harom As-Syarif. Diantaranya, Kyai Baqir Al-Jokjawy (Yogyakarta). Dari Kyai Baqir ini, beliau mendalami ilmu-ilmu Hadis, Tafsir Jalaalain, Sarah Imam Al-Mahally dan lain-lain. Dan dari Syekh Al &#8216;Alamah Hasan Al-Yamany, putra Syekh Sa&#8217;id Al-Yamany, beliau mempelajari ilmu gramatika Arab, misalnya, Syarah Matan Al-Jurumiyyah, Syarah Al &#8216;Alamah Kafrawi dan lain sebagainya. Sehingga pada suatu ketika beliau pernah disuruh gurunya untuk mengi&#8217;robi suatu lafaldz مررت بزيد ,ضرب زيد عمرا beliau berkata, &#8220;Marortu fi&#8217;il madli mabni sukun, ta&#8217; merupakan dlomir yang mabni dlomah yang statusnya menjadi fa&#8217;il dari مرّ . Dari kejadian itulah beliau diberi julukan oleh gurunya dengan julukan &#8220;Zubair Al- Kuffy&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Selang beberapa waktu berlalu, beliau kembali ke tanah Jawa bersama sang paman, Kyai Imam Kholil. Namun, pendalaman ilmu agamanya tidak cukup hanya sampai di situ saja. Meskipun sudah belajar di Makkah, beliau masih melanjutkan berguru kepada Syekh Al &#8216;Alamah Kyai Faqih bin Abdul Jabbar Maskumambang. Di bawah bimbingan Kyai Faqih, beliau mempelajari berbagai bidang ilmu, diantaranya, kitab Tafsir, Jam&#8217;ul Jawami&#8217;, Syarah Ummul Barahin (bidang aqidah). Pada kesempatan ini, beliau mendapatkan ijazah dari gurunya ini, yang termaktub dalam suatu kumpulan, yang diberi nama &#8220;Kifayatul Mustafid&#8221;. Di sini dicatat sanad-sanad Kyai Zubair dari jalur Syaikh Muhammad Mahfud bin Abdullah At Turmusy.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1371H, beliau berangkat ke Makkah Al-Mukarromah lagi bersama para jamaah haji dari Indonesia untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima. Pada waktu ini, beliau bertemu dengan seorang yang &#8216;alim, yang mulia Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliky. Dalam kesempatan ini beliau mengikuti majlisul ilmi yang diasuh Sayyid Alawy, yang bertempat di Babussalam (pintu yang berada di tempat sa&#8217;i). Beliau sangat kagum dengan apa yang disampaikan oleh Sayyid Alawy, karena penyampain Sang Sayyid disampaikan dengan bahasa yang fushah (ejaan yang sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab) dan ta&#8217;bir-ta&#8217;bir yang bagus. Dan pada waktu haji itu juga, beliau bertemu dengan seorang yang &#8216;alim dari Indonesia yang telah menetap di Makkah, Syeikh Al &#8216;Alamah Ustadz Yasin Bin Isa Al Fadany. Di sela-sela pertemuan yang singkat itu, beliau di ijazahi oleh Syaikh Yasin seluruh kitab yang telah beliau pelajari (Ijazah Muthlaq).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kepribadian, Husnul Huluq Dalam Berprilaku</strong></p>
<p style="text-align:justify;">K.H. Zubair merupakan salah satu figur yang patut sebagai teladan kita semua, khususnya para santri. Di antara sekian banyak sifat-sifat beliau, ada beberapa yang menonjol, yaitu ketekunan dalam memperdalam pengetahuan agama, sifat lemah lembut dan mengasihi orang yang lemah dan orang-orang fakir. Selain itu, beliau juga sangat senang dengan santri, berpegang teguh dengan sunah-sunah dan sejarah-sejarah ulama&#8217; salafus sholih. Beliau juga sosok yang sangat menjauhi bid&#8217;ah-bid&#8217;ah yang melenceng dengan ajaran-ajaran syari&#8217;at Islam. Walaupun dengan kebencian ini, beliau akan mendapat gunjingan maupun celaan dari orang yang tidak menyukai apa yang dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah perjalanan panjang dalam pencarian pengetahuan agama ke berbagai daerah. Bertepatan dengan umur 23 tahun, beliau mulai ikut berpartisipasi mengajar di Pon-pes di daerah kelahirannya (Sarang). Santri-santri di sana sangat antusias ingin belajar kepadanya, dengan bukti pada waktu mengajar, tempat pengajian selalu penuh. Beliau mengaji meliputi kitab-kitab yang kecil, seperti Matan Taqrib, Jurumiyyah, Aqidatul Awam. Dan juga ada kitab-kitab yang besar seperti Jamiul Jawami&#8217;, Tafsir Baidlowi, beserta kitab-kitab karya Imam Al-Mahalli.</p>
<p style="text-align:justify;">Seluruh umur K.H. Zubair dicurahkan semuanya untuk mengajar ilmu-ilmu agama Islam. Dalam rutinitas tiap bulan Romadlon, beliau mbalah (membaca) Tafsir Jalalain. Prilaku ini merupakan kebiasaan tiap tahun. Menginjak umur yang makin sepuh (60 tahun), beliau lebih banyak membaca kitab-kitab di bidang tasawuf seperti kitab Minhajul &#8216;Abidin, Kitab Hikam, dan Kitab Ihya&#8217; Ulumuddin yang menemani dan mengiringinya sampai beliau wafat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keluarga K.H. Zubair Dahlan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada usia 24 tahun, beliau menikah dengan putri sang paman (dari ibu), Mahmudah binti Kyai Ahmad bin Syua&#8217;ib. Dari pernikahan itu, beliau dikaruniai oleh Allah lima putra dan putri. Tapi, semuanya meninggal pada waktu masih kecil, kecuali satu yang masih hidup sampai sekarang, yaitu Syaikh K.H. Maimoen Zubair. Selang berapa tahun kemudian istri beliau meninggal. Tepatnya pada bulan Jumadil Akhir tahun 1358 H. Kemudian beliau menikah lagi dengan Aisyah binti Kyai Abdul Hadi dari keluarga Burna. Pada pernikahan kedua ini, beliau di karuniai lima putri, Halimah, Sai&#8217;dah, &#8216;Afifah, Sholihah, Salamah, dan satu putra, yaitu K.H. Ma&#8217;ruf Zubair.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Karya-Karya K.H. Zubair Dahlan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kesibukannya setiap hari, KH. Zubair masih menyempatkan diri untuk mengarang beberapa kitab. Diantaranya, Kitab Manasik Haji, Nadlom Risalah As Samarqondiyah yang diberi nama Al-Qolaid Fi Tahqiqi Ma&#8217;na Isti&#8217;aroh, dan beberapa Nadloman mengenai Rumus-Rumus Fuqoha&#8217;. Beliau juga membuat beberapa Sya&#8217;ir mengenai etika, hisab dan lain sebagainya. Misalnya sya&#8217;ir dalam hal kesabaran dalam urusan rizqi:</p>
<h2 style="text-align:center;">لاَ تَعْجَلَنَّ فَلَيْسَ الرِّزْقُ بِالْعَجَلِ * اَلرِّزْقُ يَأْتِيْ بِلَا رَيْبٍ مَعَ الْأَجَلِ</h2>
<h2 style="text-align:center;">فَلَوْ صَبَرْتُمْ لَكَانَ الرِّزْقُ يَأْتِيْكُمْ * لَكِنَّهُ خُلِقَ الْإِنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya;</p>
<p style="text-align:justify;">Janganlah kalian tergesa-gesa tentang urusan rizqi, Karena rizki tidak datang dengan tergesa-gesa tanpa keraguan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila kalian bersabar, niscaya rizqi akan mendatangi kalian. Tetapi manusia diciptakan dengan (bertabiat) tergesa-gesa.</p>
<p style="text-align:justify;">Pulang Ke Rahmatullah</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti keseharian yang dijalankan, yaitu mengajar ilmu-ilmu agama. Sehingga bertepatan dengan bulan Sya&#8217;ban, atas permintaan sebagaian santri, beliau meneruskan pembacaan kitab Ihya &#8216;Ulumuddin juz ke-4. Kitab ini Alhamdulillah beliau khatamkan pada permulaan sepuluh hari terakhir pada bulan Sya&#8217;ban (21 sya&#8217;ban). Kemudian pada bulan Ramadlon, seperti rutinitas tiap bulan Ramadhan sebelumnya, beliau mbalah (membaca) kitab Tafsir Jalalain. Dan ini merupakan kitab terakhir yang dibaca sebelum wafat. Tiba-tiba pada tanggal 10 Romadlon beliau mengalami sakit panas. Sakit ini, makin lama semakin bertambah hingga akhir hayatnya. Ini bertepatan dengan terbenamnya sang surya pada malam Selasa setelah maghrib hari ke-15 bulan Ramadlon tahun 1389H, beliau wafat pada umur yang ke-65, hidup dengan sederhana dan meninggal dalam kesedarhanaan pula</p>
<p style="text-align:justify;">(يعيش فقيرا ويموت فقيرا)</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga K.H. Zubair Dahlan mendapat rahmat dari Allah dan di tempatkan di surga Al-firdaus. Amin ya robbal &#8216;alamin.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://www.ppalanwar.com/news/341/93/</p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/tokoh/'>Tokoh</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/2446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/2446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/2446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/2446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/2446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/2446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/2446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/2446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/2446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/2446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/2446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/2446/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/2446/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/2446/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=2446&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/04/26/kh-zubair-dahlan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/04/mbah-zubair.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mbah Zubair</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Vitamin Pemusnah Jerawat</title>
		<link>http://dihyamd.wordpress.com/2011/03/26/vitamin-pemusnah-jerawat/</link>
		<comments>http://dihyamd.wordpress.com/2011/03/26/vitamin-pemusnah-jerawat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 16:04:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dihya</dc:creator>
				<category><![CDATA[TipsTrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dihyamd.wordpress.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Timbulnya jerawat di wajah, pastinya membuat Anda merasa tidak nyaman. Berbagai cara akan dilakukan untuk mengobati jerawat yang membandel. Saat ini sudah banyak berbagai produk perawatan ditawarkan untuk mengobati jerawat. Sebaiknya sebelum mengonsumsi suplemen untuk jerawat, ada baiknya Anda berkonsultasi &#8230; <a href="http://dihyamd.wordpress.com/2011/03/26/vitamin-pemusnah-jerawat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=879&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/03/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2440" title="images" src="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/03/images.jpg?w=593" alt=""   /></a>Timbulnya jerawat di wajah, pastinya membuat Anda merasa tidak nyaman. Berbagai cara akan dilakukan untuk mengobati jerawat yang membandel. Saat ini sudah banyak berbagai produk perawatan ditawarkan untuk mengobati jerawat. Sebaiknya sebelum mengonsumsi suplemen untuk jerawat, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk dosis yang dapat diminum. Tetapi  jangan risau, ternyata jerawat juga dapat diobati dengan mengonsumsi vitamin, perhatikan berikut ini! : <span id="more-879"></span></p>
<p style="text-align:justify;">-  Vitamin A berguna untuk memperbaiki dan memelihara jaringan tubuh, menghilangkan racun dan mengatur produksi minyak. Dengan mengonsumsi vitamin A, jerawat pada wajah dapat terobati.</p>
<p style="text-align:justify;">-  Vitamin B berguna untuk mengobati jerawat yang timbul karena faktor stress. Kehadiran vitamin B dapat menenangkan efek stress dan kecemasan pada kulit Anda. Vitamin B sangat ampuh untuk mengobati jerawat.</p>
<p style="text-align:justify;">-  Vitamin C merupakan antioksidan sangat ampuh untuk membantu dan memperbaiki pertumbuhan jaringan tubuh. Selain itu vitamin C memiliki siafat anti bakteri yang mampu menyembuhkan infeksi dan mempercepat pertumbuhan luka.</p>
<p style="text-align:justify;">-  Vitamin E dapat mencegah radikal bebas dan kerusakan sel. Selain itu vitamin E dapat membantu memperbaiki jaringan tubuh dan mencegah akumulasi lemak yang berlebihan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://dihyamd.wordpress.com/category/tipstrik/'>TipsTrik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dihyamd.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dihyamd.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dihyamd.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dihyamd.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dihyamd.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dihyamd.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dihyamd.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dihyamd.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dihyamd.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dihyamd.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dihyamd.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dihyamd.wordpress.com/879/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dihyamd.wordpress.com/879/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dihyamd.wordpress.com/879/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dihyamd.wordpress.com&amp;blog=12757868&amp;post=879&amp;subd=dihyamd&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dihyamd.wordpress.com/2011/03/26/vitamin-pemusnah-jerawat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9785d323583a0946f49892b482aaa06b?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dihyamd</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dihyamd.files.wordpress.com/2011/03/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
